China Tak Sudi Perusahaannya Dilabeli Sponsor Perang Ukraina, Ini Alasannya

China meminta Ukraina menghapus perusahaan konstruksi kereta api milik negara terbesar kedua di Beijing dari predikat sponsor perang.

Riki Chandra | MataMata.com
Jum'at, 22 Desember 2023 | 09:39 WIB
China Tak Sudi Perusahaannya Dilabeli Sponsor Perang Ukraina, Ini Alasannya

China Tak Sudi Perusahaannya Dilabeli Sponsor Perang Ukraina, Ini Alasannya

matamata.com - China meminta Ukraina menghapus perusahaan konstruksi kereta api milik negara terbesar kedua di Beijing dari predikat sponsor perang. Begitu dilaporkan media lokal pada Kamis (21/12/2023).

"China selalu berpihak pada perdamaian dan keadilan dalam masalah Ukraina," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, China Wang Wenbin menanggapi langkah Ukraina memasukkan China Railway Construction Corporation sebagai sponsor perang.

"Beijing mendesak Ukraina segera memperbaiki kesalahannya dan menghindari konsekuensi negatif," kata Wang kepada wartawan di ibu kota China dilaporkan harian Global Times.

Badan Nasional Pencegahan Korupsi Ukraina pada Rabu menambahkan perusahaan China itu dalam daftar "sponsor perang internasional."

Badan itu menyatakan perusahaan konstruksi China tersebut mulai bekerja di Rusia enam tahun lalu dan membuka kantornya di negara tersebut setelah "agresi Rusia pada 2014."

Laporan itu secara khusus mencatat bahwa para pejabat Moskow dan Beijing sedang membahas rencana membangun terowongan bawah air yang menghubungkan Rusia dengan Krimea.

Perusahaan China itu akan menjadi kontraktor pembangunan terowongan di bawah Selat Kerch, tambah Ukraina.

Rusia melancarkan perang terhadap Ukraina pada Februari 2022 sehingga mengakibatkan ribuan orang mati dan luka-luka.

Beijing tidak mengecam Moskow, namun menyatakan menghormati integritas teritorial pihak-pihak bersengketa. (Antara/Anadolu)

×
Zoomed
TERKINI

Nilai ekspor kecap Indonesia Januari-Agustus 2026 tembus Rp340 Miliar. Pasar Australia dan Malaysia mendominasi berkat t...

news | 12:56 WIB

Veda Ega Pratama cetak sejarah jadi pembalap Indonesia pertama yang raih pole position di Moto3 GP Australia 2026. Simak...

news | 12:54 WIB

PBB merasa sangat khawatir atas eskalasi kekerasan dan pemblokadean Tepi Barat oleh Israel usai serangan penembakan yang...

news | 11:00 WIB

Presiden AS Donald Trump berencana mencabut tarif impor 50 persen atas barang Kanada guna mengamankan suara Partai Repub...

news | 10:30 WIB

MILLS meluncurkan koleksi Spring/Summer 2027 bertajuk 'Next Inheritance'. Menghadirkan teknologi seamless MILLS SIGNATUR...

news | 10:00 WIB