World

Gal Gadot Bereaksi Atas Pembantaian Palestina, Tutup Kolom Komentar

"Israel berhak hidup sebagai bangsa yang bebas dan aman," ujar Gal Gadot menyoroti konflik antara Palestina dengan Israel.

Yohanes Endra

Gal Gadot. (Instagram/@gal_gadot)
Gal Gadot. (Instagram/@gal_gadot)

Matamata.com - Gal Gadot membuat sebuah pernyataan tentang ketegangan yang terjadi antara Israel dan Palestina. Hanya saja, pernyataan bintang "Wonder Woman" ini langsung menuai reaksi pro dan kontra.

"Hati saya hancur. Negara saya sedang berperang. Saya mengkhawatirkan keluarga dan teman-teman saya. Saya khawatir dengan orang-orang di negara saya. Ini lingkaran setan yang sudah berlangsung terlalu lama," kata Gal Gadot.

"Israel berhak hidup sebagai bangsa yang bebas dan aman. Tetangga kita berhak mendapatkan hal yang sama. Saya berdoa untuk para korban dan keluarga mereka, saya berdoa agar permusuhan yang tak terbayangkan ini berakhir. Saya berdoa bagi para pemimpin di negara kita untuk menemukan solusi agar kita bisa hidup berdampingan dengan damai. Saya berdoa untuk hari-hari yang lebih baik," imbuhnya.

Gal Gadot komentari konflik Israel - Palestina. (Instagram/gal_gadot)
Gal Gadot komentari konflik Israel - Palestina. (Instagram/gal_gadot)

Pernyataan Gal Gadot ini langsung menjadi sorotan, terutama di Twitter. Meski kolom komentar di unggahan Gal Gadot ditutup, netizen melalui akunnya masing-masing menyoroti Gal Gadot yang lebih memilih menggunakan kata 'tetangga' alih-alih menyebut Palestina.

Dukungan Gal Gadot terhadap Israel selama bentrokan dan kekerasan yang terjadi pun memicu perdebatan. Bahkan, peran Gal Gadot sebagai Wonder Woman pun ikut dikritik, terutama bila mengingat status Hollywood serta kepahlawanannya di Justice League.

Gal Gadot. (Instagram/@gal_gadot)
Gal Gadot. (Instagram/@gal_gadot)

Selain itu, Gal Gadot kabarnya juga di-unfollow oleh aktris Amerika Serikat, Brie Larson setelah Gadot mengeluarkan pernyataan tersebut.

Sebagai informasi, Gal Gadot merupakan aktris yang lahir di Israel. Gal Gadot pernah menjalani wajib militer sebagai tentara selama dua tahun di Pasukan Pertahanan Israel.

Berita Terkait

Berita Terkini

Live Report