Reshuffle Ke-7 Kabinet Merah Putih: Presiden Prabowo Lantik 18 Pejabat, Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri
matamata.com - Kurang dari sebulan menjelang dua tahun masa pemerintahannya, Presiden Prabowo Subianto kembali merombak struktur Kabinet Merah Putih untuk ketujuh kalinya. Dalam prosesi pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026), Presiden melantik 18 pejabat negara untuk mengisi berbagai posisi strategis, mulai dari menteri koordinator, menteri teknis, hingga pimpinan lembaga.
Mayoritas nama yang dilantik merupakan wajah baru. Namun, sejumlah pejabat lama turut bergeser posisi atau dipercaya memimpin struktur lembaga yang baru dibentuk.
Sorotan utama dalam reshuffle kali ini tertuju pada regenerasi kepemimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Presiden Prabowo resmi melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri baru menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Listyo, yang memimpin Polri sejak era Presiden Ke-7 Joko Widodo, resmi mengakhiri masa jabatannya setelah bertugas selama kurang lebih 5 tahun 8 bulan—menjadikannya Kapolri terlama di era Reformasi.
Usai purnatugas di Polri, Listyo langsung ditunjuk Presiden Prabowo untuk memimpin Kantor Staf Presiden (KSP) sebagai Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Dudung Abdurachman.
Selain Kapolri, Presiden juga melantik Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kapolri (Wakapolri) menggantikan Komjen Pol. Dedi Prasetyo. Sebelum prosesi pelantikan, Presiden Prabowo penganugerahkan Bintang Mahaputera Adipurna kepada Listyo Sigit dan Bintang Mahaputera Adipradana kepada Dedi Prasetyo.
Proses pergantian Kapolri terbilang sangat cepat. Suyudi, yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), mengaku baru menerima kabar penunjukannya pada Kamis pagi.
Pada hari yang sama, ia menjalani fit and proper test selama 30 menit di Komisi III DPR RI. Setelah disetujui secara aklamasi di Komisi III dan disahkan dalam Rapat Paripurna DPR RI, Suyudi langsung dilantik di Istana Negara pada sore harinya.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Listyo Sigit Prabowo yang telah membimbing kami, serta terima kasih setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto," ujar Suyudi usai pelantikan.
Suyudi menegaskan prioritas utamanya adalah memastikan penegakan hukum yang adil, meningkatkan kualitas layanan Polri, dan menjaga kepolisian tetap dekat dengan masyarakat.
Baca Juga: Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA: Kuasa Hukum Minta KPK Buktikan Keterlibatan Silmy Karim
Perombakan ini juga menyasar jajaran Kementerian Koordinator. Sugiono dilantik sebagai Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) menggantikan Pratikno, sekaligus mengakhiri tugasnya sebagai Menteri Luar Negeri.
Posisi Menlu yang ditinggalkan Sugiono kini diisi oleh Arrmanatha Christiawan Nasir, yang sebelumnya menjabat Wakil Menlu.
Sementara itu, Dudung Abdurachman ditunjuk menjadi Menko Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) menggantikan Djamari Chaniago.
Presiden Prabowo juga memperkuat jajaran ekonomi dengan meresmikan kementerian koordinator baru, yakni Kemenko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Bahlil Lahadalia dilantik memimpin kementerian baru ini sambil tetap merangkap jabatan sebagai Menteri ESDM.
Selain itu, terbentuk pula lembaga baru Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) yang kini dipimpin oleh Komjen Pol. Dedi Prasetyo.
Berikut adalah daftar lengkap pejabat lain yang turut dilantik: