Mentan Amran Ajak Mahasiswa Papua Bangun Pertanian Berbasis Potensi Lokal

Mentan Andi Amran Sulaiman berkomitmen bangun pertanian Papua berbasis potensi lokal. Kementan langsung kucurkan bantuan alat pertanian untuk komoditas ubi.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 03 Juli 2026 | 06:15 WIB
Mentan Amran Ajak Mahasiswa Papua Bangun Pertanian Berbasis Potensi Lokal

Mentan Amran Ajak Mahasiswa Papua Bangun Pertanian Berbasis Potensi Lokal

matamata.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmennya untuk membangun sektor pertanian di Tanah Papua dengan berbasis pada potensi lokal. Dalam upaya ini, Kementan melibatkan generasi muda sebagai penggerak ekonomi yang disesuaikan dengan karakteristik budaya, wilayah, dan kebutuhan masyarakat setempat.

"Saya dari gunung di Sulawesi Selatan. Saudara saya banyak di Papua. Kenapa saya undang ke rumah pribadi? Karena Anda bertemu dengan kakakmu sendiri, saudara sendiri. Saya kakak menteri, orang Papua juga. Kita bangun Papua bersama," ujar Mentan Amran saat menerima dan berdialog dengan 150 mahasiswa asal berbagai wilayah Tanah Papua di kediaman pribadinya di Jakarta, Kamis (2/7).

Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa dari Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, Papua Selatan, dan Papua Induk memaparkan langsung berbagai komoditas unggulan daerah mereka. Potensi tersebut mulai dari ubi jalar, buah merah, kacang tanah, sagu, kopi, kakao, kelapa, hingga sektor peternakan dan perikanan.

Salah satu aspirasi datang dari mahasiswa asal Papua Tengah, Edron Tabuni. Ia menyampaikan bahwa masyarakat di wilayah pegunungan sangat membutuhkan dukungan untuk pengembangan komoditas pangan lokal, khususnya ubi jalar yang menjadi makanan pokok masyarakat setempat.

Merespons hal itu, Mentan Amran menegaskan bahwa pembangunan pertanian di Papua memang harus berangkat dari kebutuhan riil masyarakat. Sebagai bentuk dukungan konkret, Amran langsung memutuskan pemberian bantuan alat pertanian (alsintan) untuk mendukung pengembangan komoditas ubi di Papua Tengah dan Papua Pegunungan.

"Kalau Papua Tengah dan Papua Pegunungan membutuhkan pengembangan ubi, maka kita dukung ubi. Kita harus membangun berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat dan potensi yang memang hidup di masyarakat," tegas Amran.

Amran menambahkan, Kementerian Pertanian sebelumnya telah mengundang seluruh gubernur, bupati, tokoh adat, petani, dan pemangku kepentingan dari seluruh Tanah Papua untuk menginventarisasi kebutuhan daerah. Hasilnya, berbagai komoditas seperti pala, sagu, kakao, kopi, jagung, dan peternakan kini telah dipetakan untuk digenjot produktivitasnya.

Lebih lanjut, Mentan mendorong para mahasiswa Papua untuk tidak ragu terjun ke sektor pertanian dan mulai membangun usaha sejak bangku kuliah. Ia mengingatkan agar lahan-lahan subur di Papua tidak dibiarkan menjadi lahan tidur.

"Kalau punya lahan, tanam dari sekarang. Ketika selesai kuliah, kebunnya sudah menghasilkan. Kita ingin anak-anak muda Papua menjadi pengusaha pertanian yang sukses. Bahkan pendapatannya bisa lebih tinggi daripada pegawai," tuturnya.

Aspirasi dan langkah cepat Mentan ini mendapat apresiasi dari para mahasiswa. Ronaldo Jakobinesta, mahasiswa asal Papua Barat Daya dari Universitas Kristen Indonesia, menilai dialog ini sangat strategis karena setiap wilayah di Papua memiliki karakteristik yang berbeda.

"Pak Menteri sangat tegas, rendah hati, dan cepat merespons. Kami bisa menyampaikan langsung potensi daerah kami, mulai dari kacang tanah di Maybrat, kelapa di Tambrauw, hingga berbagai jenis sagu di Sorong Selatan," kata Ronaldo.

Senada dengan Ronaldo, pemuda asal Papua Pegunungan, Onajige Balong, mengaku mendapatkan wawasan baru setelah berdialog langsung dengan Mentan.

"Saya sangat senang karena Pak Menteri memberikan pemahaman bahwa mencari penghasilan tidak harus menjadi PNS. Uang juga ada di kebun," pungkas Onajige. (Antara)

×
Zoomed
TERKINI

DPR mendesak Kemenkes dan BNPB mengoptimalkan penanganan dampak kesehatan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Kemenkes m...

news | 15:50 WIB

Bapanas mempercepat penyaluran bantuan pangan beras alokasi Juli-September 2026 sebesar 30 kg per penerima untuk menstab...

news | 15:12 WIB

Pemerintah menambah 150 ribu ton SPHP jagung dari stok Bulog untuk menjaga stabilitas harga pakan bagi peternak unggas U...

news | 13:51 WIB

Ketua DPR Puan Maharani mendesak aparat menyelidiki lahan bekas karhutla yang dialihfungsikan jadi kebun sawit. Polri te...

news | 13:15 WIB

Perum Bulog siap salurkan bantuan pangan beras periode Oktober-Desember 2026 sesuai arahan Presiden Prabowo. Stok cadang...

news | 12:45 WIB