Polresta Bandara Soetta Usut Kasus Haji Ilegal, Jemaah Bayar hingga Rp250 Juta

Polresta Bandara Soetta menyelidiki kasus penggagalan 51 jemaah haji ilegal. Korban bayar hingga Rp250 juta dan menggunakan modus dokumen izin tinggal palsu.

Elara | MataMata.com
Rabu, 06 Mei 2026 | 06:00 WIB
Ilustrasi - Petugas saat menghantarkan jamaah calon haji untuk melakukan pemeriksaan keimigrasian di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. (ANTARA/Azmi Samsul M)

Ilustrasi - Petugas saat menghantarkan jamaah calon haji untuk melakukan pemeriksaan keimigrasian di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. (ANTARA/Azmi Samsul M)

Matamata.com - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) memeriksa sejumlah saksi untuk mengusut kasus dugaan keberangkatan jemaah calon haji non-prosedural atau ilegal. Pemeriksaan ini dilakukan setelah polisi bersama Kantor Imigrasi menggagalkan keberangkatan 51 Warga Negara Indonesia (WNI) sejak April hingga awal Mei 2026.

"Sejauh ini sudah enam kali dilakukan pencegahan dengan total 51 orang yang berhasil kami amankan. Upaya ini berlangsung sejak April hingga Mei 2026," ujar Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Wisnu Wardana di Tangerang, Selasa (5/5/2026).

Wisnu mengungkapkan, langkah awal penanganan perkara ini difokuskan pada pemeriksaan calon jemaah, pendalaman keterangan, serta penelusuran agen perjalanan (travel) yang terlibat. Polresta Bandara Soetta juga bersinergi dengan Satgas Haji Polri guna memperkuat pengawasan.

Ke depan, pihak kepolisian akan memperketat kerja sama dengan pihak Imigrasi serta Kementerian Agama untuk memantau pergerakan jemaah.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, menjelaskan bahwa penyidik telah memeriksa saksi-saksi, mulai dari calon jemaah yang gagal berangkat hingga terduga koordinator lapangan (korlap).

"Saat ini masih dalam tahap penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi. Kami juga melakukan pemanggilan ke beberapa orang lainnya untuk dimintai keterangan," kata Yandri.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, para jemaah mengaku membayar uang berkisar antara Rp200 juta hingga Rp250 juta per orang agar bisa beribadah haji tanpa visa resmi. Polisi kini tengah berkoordinasi dengan ahli dari Kementerian Agama terkait temuan tersebut.

Yandri memaparkan, penindakan terbaru dilakukan pada 2 Mei 2026 setelah petugas mengendus rencana keberangkatan 23 WNI melalui Terminal 3 Internasional Bandara Soetta. Dalam kasus ini, diduga ada peran kuat ketua rombongan yang bertugas merekrut jemaah, mengatur perjalanan, hingga mengurus proses check-in dan pemeriksaan imigrasi.

Dari total 47 jemaah yang berada di bawah koordinasi satu korlap yang sama, diketahui 7 orang di antaranya telah berhasil berangkat terlebih dahulu ke Arab Saudi. Sementara sisanya tertahan di bandara dan sebagian sempat menginap di hotel sekitar kawasan bandara.

Untuk mengelabui petugas imigrasi, rombongan ini dibekali dokumen lengkap berupa paspor serta iqomah (izin tinggal dan izin keluar-masuk Arab Saudi) palsu.

Baca Juga: Momen Hangat Presiden Prabowo Sapa Pelajar Jabar di Istana: "Silakan Keliling Sebeum Rapat"

"Para jemaah dibekali dokumen seolah-olah mereka adalah pekerja migran yang baru kembali dari masa cuti," pungkas Yandri. (Antara)

×
Zoomed
TERKINI

Jamaah haji Embarkasi Padang Gelombang II mulai diterbangkan langsung ke Jeddah. Simak rincian keberangkatan Kloter 12 d...

news | 15:35 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa putuskan tidak menonaktifkan Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama meski namanya terseret dakwa...

news | 15:15 WIB

Mendiktisaintek Brian Yuliarto meminta penerima beasiswa LPDP Angkatan 273 untuk memberikan dampak nyata bagi kemajuan I...

news | 14:34 WIB

Mensos Saifullah Yusuf membentuk tim khusus yang dipimpin Wamensos untuk menyelidiki polemik pengadaan sepatu Sekolah Ra...

news | 13:07 WIB

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kecewa laga Persija vs Persib batal di GBK. Simak alasan keamanan dan lokasi terbaru ...

news | 13:00 WIB

AS menetapkan Iran sebagai ancaman terbesar di Timur Tengah dalam dokumen strategi terbaru. Simak perkembangan terkini k...

news | 12:18 WIB

Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Cebu, Filipina, untuk menghadiri KTT Ke-48 ASEAN. Didampingi sejumlah menteri, Pre...

news | 12:08 WIB

Wakil Ketua Komisi III DPR Rano Alfath mendesak polisi segera menangkap AS (52), tersangka kekerasan seksual terhadap pu...

news | 09:38 WIB

PPIH siapkan fasilitas buggy car dan mobil khusus disabilitas untuk menyambut jemaah haji gelombang II di Bandara Jeddah...

news | 08:45 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman langsung mencabut izin distributor pupuk subsidi nakal hanya dalam 10 menit usai menerima lap...

news | 07:15 WIB