Dirut Bulog: Malaysia Minta Impor Beras 200 Ribu Ton dari Indonesia

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan Malaysia berencana impor 200 ribu ton beras dari Indonesia di tengah stok CBP yang hampir tembus 5 juta ton.

Elara | MataMata.com
Selasa, 14 April 2026 | 07:00 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memberi keterangan kepada awak media ditemui usai Rapat Percepatan Realisasi Pendanaan Penyerapan Gabah Setara Beras di Kantor Bulog Jakarta, Senin (13/4/2026). ANTARA/Harianto

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memberi keterangan kepada awak media ditemui usai Rapat Percepatan Realisasi Pendanaan Penyerapan Gabah Setara Beras di Kantor Bulog Jakarta, Senin (13/4/2026). ANTARA/Harianto

Matamata.com - Perum Bulog mengungkapkan adanya peluang besar bagi Indonesia untuk melakukan ekspor beras ke negara tetangga. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut Malaysia telah mengajukan permintaan impor beras dari Indonesia dengan volume mencapai 200.000 ton.

Rizal menjelaskan, pihaknya telah mengutus salah satu direktur Bulog ke Malaysia untuk menindaklanjuti permintaan tersebut. Langkah ini dilakukan guna membahas teknis dan skema kerja sama dengan pihak terkait di Malaysia.

"Kemarin salah satu direktur kami diminta berangkat ke Malaysia karena ada permintaan impor beras dari Indonesia, tidak kurang dari 200.000 ton," ujar Rizal usai Rapat Percepatan Realisasi Pendanaan Penyerapan Gabah di Kantor Bulog, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Menurut Rizal, angka 200.000 ton merupakan volume yang sangat signifikan dan membuktikan kualitas serta ketersediaan pasokan beras Indonesia mulai dilirik pasar internasional. Saat ini, Bulog tengah melakukan penjajakan intensif untuk memastikan kesiapan pasokan tanpa mengganggu stabilitas dalam negeri.

"Ini jumlah yang cukup besar. Sekarang sedang dijajaki, mudah-mudahan bisa menjadi peluang ekspor yang memberikan nilai tambah bagi pengelolaan cadangan beras nasional," tambahnya.

Stok Beras Nasional Melimpah Optimisme ekspor ini didorong oleh kuatnya stok beras nasional. Rizal memaparkan, per 13 April 2026, penyerapan gabah petani telah mencapai 1,9 juta ton atau sekitar 48,7 persen dari target tahunan sebesar 4 juta ton setara beras.

Saat ini, total stok beras yang tersimpan di gudang-gudang Bulog di seluruh Indonesia mencapai 4,727 juta ton. Rizal memproyeksikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) akan menembus angka 5 juta ton dalam kurun waktu 10 hari ke depan seiring percepatan penyerapan di musim panen.

"Capaian ini menunjukkan progres signifikan dalam memenuhi target penyerapan nasional tahun 2026," pungkas Rizal. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Polri bentuk Satgas Haji untuk berantas travel nakal dan haji ilegal. Simak strategi Polri lindungi jemaah dari penipuan...

news | 15:15 WIB

Presiden AS Donald Trump mengklaim perang AS-Israel terhadap Iran hampir berakhir. Simak detail perundingan di Pakistan ...

news | 14:15 WIB

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mendampingi Menteri Kebudayaan Arab Saudi Pangeran Bader meninjau Museum Nasional dan Ga...

news | 13:30 WIB

Presiden Rusia Vladimir Putin mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri KazanForum dan INNOPROM 2026 di Rusi...

news | 12:28 WIB

Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana lyse. Bahas penguatan kerja sama bilateral ...

news | 11:15 WIB

Wakil PM Spanyol Yolanda Diaz sebut komentar Donald Trump soal Paus Leo XIV sebagai kesalahan sejarah yang tidak menghor...

news | 10:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto mengunggah ucapan selamat ulang tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto dari Paris. Simak doa dan pe...

news | 09:00 WIB

Presiden AS Donald Trump optimistis perundingan dengan Iran berlanjut dalam dua hari. Meski sempat ragu soal lokasi di P...

news | 08:15 WIB

Jaksa Agung Muda mengingatkan direksi BUMN agar tidak hanya mengandalkan Business Judgment Rule (BJR) di era KUHP baru y...

news | 07:15 WIB

Ketua Satgas PRR Tito Karnavian dan Mensos Saifullah Yusuf memastikan penyaluran bantuan pascabencana Sumatera tepat sas...

news | 06:00 WIB