Kondisi Normal, Dirut Bulog Pastikan Stok Beras di Wilayah Bencana Aman

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani resmi menarik stok beras darurat di bandara dan pelabuhan Sumatera seiring pulihnya jalur distribusi pascabencana.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 03 April 2026 | 08:30 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjawab pertanyaan awak media ditemui usai rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (2/4/2026). ANTARA/Harianto

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjawab pertanyaan awak media ditemui usai rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (2/4/2026). ANTARA/Harianto

Matamata.com - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan seluruh stok beras yang sebelumnya disiagakan di berbagai bandara dan pelabuhan telah ditarik kembali ke gudang. Langkah ini diambil menyusul normalnya distribusi pangan pascabencana banjir di wilayah Sumatera.

"Sudah ditarik semua ke gudang. Yang tadinya di tiap bandara kami stok minimal 30 ton, sekarang sudah ditarik karena kondisi sudah normal," ujar Rizal usai rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Penarikan stok darurat ini dilakukan setelah situasi di wilayah terdampak bencana dinilai stabil. Sebelumnya, Bulog menyiagakan 30 hingga 50 ton beras di setiap bandara dan pelabuhan di Sumatera untuk mengantisipasi dampak banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir 2025 lalu.

Rizal menjelaskan, penempatan stok di titik transportasi utama tersebut bertujuan agar bantuan pangan bisa segera diterbangkan jika jalur darat terputus. Salah satu wilayah yang sempat terisolasi adalah Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. Selama masa darurat tersebut, Bulog bahkan mengoperasikan gudang selama 24 jam penuh.

Saat ini, Bulog memastikan kebutuhan logistik mulai dari beras, minyak goreng, hingga gula di daerah bekas bencana telah terpenuhi dengan baik. Fenomena belanja berlebihan akibat panik (panic buying) yang sempat terjadi di beberapa titik kini sudah tidak ditemukan lagi.

"Insya Allah kebutuhan logistik di daerah bencana cukup terpenuhi. Kondisinya sudah landai. Tidak ada lagi masyarakat yang panic buying seperti di Aceh Tengah kemarin. Sekarang sudah aman," pungkas Rizal. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menag Nasaruddin Umar mengucapkan selamat Hari Raya Paskah 2026 dan mengajak umat Kristiani mendoakan perdamaian serta k...

news | 18:20 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka melepas 150 alumni LPDP Pejuang Digital untuk mempercepat transformasi teknologi di sekola...

news | 09:38 WIB

Polisi ungkap motif kasus penyiraman air keras di Tambun Bekasi. Pelaku PBU mengaku dendam sejak 2018 karena masalah sep...

news | 09:15 WIB

Kemensos menyalurkan bantuan Rp11,70 miliar untuk korban bencana di Agam, Sumbar. Bantuan mencakup jaminan hidup Rp1,45 ...

news | 08:15 WIB

KPK dalami aliran uang pendaftaran perangkat desa dalam kasus dugaan pemerasan Bupati Pati nonaktif Sudewo. Enam saksi d...

news | 07:00 WIB

Menko Muhaimin Iskandar mendorong BUMN gunakan dana CSR untuk cetak lulusan SMK berstandar global. Sebanyak 200 PMI resm...

news | 06:00 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon melantik 11 pejabat baru dan menginstruksikan pemangkasan prosedur birokrasi demi efisiensi...

news | 15:30 WIB

KPK menyebut pengusaha Muhammad Suryo mangkir dari panggilan saksi terkait kasus korupsi Bea Cukai. Simak kronologi dan ...

news | 14:15 WIB

Kemkomdigi melaporkan 100 persen layanan telekomunikasi di Sulawesi Utara pulih dalam 24 jam pascagempa M 7,6 di Bitung....

news | 13:15 WIB

DK PBB segera voting resolusi pengamanan Selat Hormuz 3 April 2026. Resolusi mencakup izin penggunaan kekuatan militer u...

news | 12:15 WIB