Penyusupan Kedubes China di Tokyo: Anggota SDF Jepang Ditangkap, Hubungan Beijing-Tokyo Memanas

China kecam keras aksi anggota militer Jepang yang menyusup ke Kedubes di Tokyo membawa senjata tajam. Beijing sebut insiden ini dipicu neo-militerisme.

Elara | MataMata.com
Kamis, 26 Maret 2026 | 06:00 WIB
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian. ANTARA/Desca Lidya Natalia

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian. ANTARA/Desca Lidya Natalia

Matamata.com - Pemerintah China mengecam keras aksi penyusupan seorang anggota aktif militer Jepang ke Kedutaan Besar China di Tokyo, Selasa (24/3). Beijing menuding merebaknya paham politik sayap kanan dan "neo-militerisme" di Jepang menjadi akar penyebab insiden berbahaya tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menyatakan bahwa peristiwa ini menjadi alarm buruknya kebijakan pemerintah Jepang terhadap hubungan bilateral kedua negara.

"Insiden itu sekali lagi menyoroti bahaya penyebaran politik sayap kanan dan neo-militerisme yang merajalela di Jepang," ujar Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Rabu (25/3).

Pelaku yang diidentifikasi sebagai letnan dua dari Pasukan Bela Diri Angkatan Darat (SDF) Jepang, dilaporkan memanjat dinding kompleks kedutaan di Distrik Minato, Tokyo, pada Selasa pagi. Ia membawa pisau sepanjang 18 cm sebelum akhirnya diringkus oleh staf kedutaan tanpa ada korban luka.

Lin Jian membantah narasi media Jepang yang menyebut pelaku hanya berniat "menyampaikan pendapat" kepada Duta Besar.

"Pernahkah Anda melihat seseorang membawa pisau 18 cm dan memanjat tembok tanpa izin hanya untuk menyampaikan pendapat? Ini adalah fakta bahwa dia mengancam keselamatan diplomat kami dengan mengatasnamakan Tuhan," tegas Lin.

Atas insiden ini, China telah mengajukan protes resmi melalui jalur diplomatik di Beijing maupun Tokyo. China menilai Jepang gagal memenuhi kewajiban internasional untuk menjaga keamanan dan martabat kantor perwakilan diplomatik.

"Kami mendesak Jepang segera melakukan penyelidikan menyeluruh, menyeret pelaku ke pengadilan, dan bertanggung jawab penuh atas insiden ini," tambah Lin. Ia juga menyoroti kegagalan disiplin di internal Pasukan Bela Diri Jepang.

Insiden penyusupan ini semakin memperkeruh hubungan Beijing-Tokyo yang sudah menegang sejak November 2025. Hubungan kedua negara memanas setelah Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengisyaratkan dukungan militer terhadap Taiwan jika terjadi blokade maritim oleh China.

Sebagai respons atas sikap Tokyo, China sebelumnya telah melakukan berbagai langkah balasan, mulai dari penangguhan impor produk laut, pembatalan pertemuan pejabat tinggi, hingga imbauan boikot wisata dan studi ke Jepang.

Baca Juga: Anak Indonesia Sampai Mars, Ini 3 Alasan Kenapa Harus Bawa Anak-anak Nonton 'Pelangi di Mars' di Bioskop!

Saat ini, pelaku telah diserahkan ke Kepolisian Metropolitan Tokyo untuk interogasi lebih lanjut atas dugaan masuk tanpa izin dan pelanggaran hukum lainnya. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menag Nasaruddin Umar mengucapkan selamat Hari Raya Paskah 2026 dan mengajak umat Kristiani mendoakan perdamaian serta k...

news | 18:20 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka melepas 150 alumni LPDP Pejuang Digital untuk mempercepat transformasi teknologi di sekola...

news | 09:38 WIB

Polisi ungkap motif kasus penyiraman air keras di Tambun Bekasi. Pelaku PBU mengaku dendam sejak 2018 karena masalah sep...

news | 09:15 WIB

Kemensos menyalurkan bantuan Rp11,70 miliar untuk korban bencana di Agam, Sumbar. Bantuan mencakup jaminan hidup Rp1,45 ...

news | 08:15 WIB

KPK dalami aliran uang pendaftaran perangkat desa dalam kasus dugaan pemerasan Bupati Pati nonaktif Sudewo. Enam saksi d...

news | 07:00 WIB

Menko Muhaimin Iskandar mendorong BUMN gunakan dana CSR untuk cetak lulusan SMK berstandar global. Sebanyak 200 PMI resm...

news | 06:00 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon melantik 11 pejabat baru dan menginstruksikan pemangkasan prosedur birokrasi demi efisiensi...

news | 15:30 WIB

KPK menyebut pengusaha Muhammad Suryo mangkir dari panggilan saksi terkait kasus korupsi Bea Cukai. Simak kronologi dan ...

news | 14:15 WIB

Kemkomdigi melaporkan 100 persen layanan telekomunikasi di Sulawesi Utara pulih dalam 24 jam pascagempa M 7,6 di Bitung....

news | 13:15 WIB

DK PBB segera voting resolusi pengamanan Selat Hormuz 3 April 2026. Resolusi mencakup izin penggunaan kekuatan militer u...

news | 12:15 WIB