Menkop Ferry Juliantono: Suksesnya Kopdes Merah Putih Jadi Penentu Eksistensi Koperasi

Menkop Ferry Juliantono menegaskan program Kopdes Merah Putih adalah kunci eksistensi koperasi Indonesia di tengah arus ekonomi liberal. Simak selengkapnya.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 06 Maret 2026 | 06:15 WIB
Menteri Koperasi Ferry Juliantono berbicara pada acara peluncuran buku Menggugat Republik karya Syahganda Nainggolan dan Seminar Nasional Prabowonomics, Demokrasi, dan Arah Republik ke Depan, di Kampus ITB, Bandung, Jawa Barat, Kamis (5/3/2026). (ANTARA/HO-Kemenkop)

Menteri Koperasi Ferry Juliantono berbicara pada acara peluncuran buku Menggugat Republik karya Syahganda Nainggolan dan Seminar Nasional Prabowonomics, Demokrasi, dan Arah Republik ke Depan, di Kampus ITB, Bandung, Jawa Barat, Kamis (5/3/2026). (ANTARA/HO-Kemenkop)

Matamata.com - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan bahwa keberhasilan program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih akan menjadi penentu eksistensi koperasi di Indonesia. Ferry meyakini, kegagalan program ini dapat mengancam masa depan gerakan koperasi di tanah air.

“Pemerintah akan berjuang keras agar program Kopdes ini bisa sukses. Kalau sampai gagal, saya meyakini ke depan tidak akan ada lagi eksistensi koperasi di Indonesia,” ujar Ferry dalam seminar nasional di Kampus ITB, Bandung, Kamis (5/3/2025).

Ferry menjelaskan bahwa Kopdes Merah Putih merupakan implementasi konkret dari ekonomi kerakyatan yang menjadi fokus Presiden RI Prabowo Subianto. Menurutnya, Presiden ingin mengembalikan arah ekonomi Indonesia yang dinilai sudah terlalu liberal dan kapitalis menuju ekonomi kerakyatan melalui wadah koperasi.

Kini, koperasi telah ditetapkan sebagai program strategis pemerintah untuk mengoreksi arah perekonomian nasional.

“Koperasi memiliki posisi strategis sebagai instrumen utama dalam mewujudkan demokrasi ekonomi sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945. Koperasi bukan sekadar lembaga ekonomi, tetapi alat perjuangan rakyat dan sokoguru perekonomian nasional,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa arah ekonomi nasional harus kembali pada cita-cita pendiri bangsa, yakni sistem yang berkeadilan, berbasis gotong royong, dan memberikan ruang kepemilikan bagi rakyat kecil.

Dalam kesempatan yang sama, pengamat politik Rocky Gerung turut memberikan pandangannya. Rocky menilai koperasi adalah wujud nyata dari solidaritas kemanusiaan. Meski konstitusi membolehkan praktik kapitalisme di satu sisi, ia mengingatkan bahwa ekonomi harus bermuara pada kemakmuran bersama.

"Di sisi lain, kehidupan ekonomi juga harus pro terhadap rakyat kecil. Itu ada dalam tubuh dan semangat koperasi,” ungkap Rocky. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menag Nasaruddin Umar mengucapkan selamat Hari Raya Paskah 2026 dan mengajak umat Kristiani mendoakan perdamaian serta k...

news | 18:20 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka melepas 150 alumni LPDP Pejuang Digital untuk mempercepat transformasi teknologi di sekola...

news | 09:38 WIB

Polisi ungkap motif kasus penyiraman air keras di Tambun Bekasi. Pelaku PBU mengaku dendam sejak 2018 karena masalah sep...

news | 09:15 WIB

Kemensos menyalurkan bantuan Rp11,70 miliar untuk korban bencana di Agam, Sumbar. Bantuan mencakup jaminan hidup Rp1,45 ...

news | 08:15 WIB

KPK dalami aliran uang pendaftaran perangkat desa dalam kasus dugaan pemerasan Bupati Pati nonaktif Sudewo. Enam saksi d...

news | 07:00 WIB

Menko Muhaimin Iskandar mendorong BUMN gunakan dana CSR untuk cetak lulusan SMK berstandar global. Sebanyak 200 PMI resm...

news | 06:00 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon melantik 11 pejabat baru dan menginstruksikan pemangkasan prosedur birokrasi demi efisiensi...

news | 15:30 WIB

KPK menyebut pengusaha Muhammad Suryo mangkir dari panggilan saksi terkait kasus korupsi Bea Cukai. Simak kronologi dan ...

news | 14:15 WIB

Kemkomdigi melaporkan 100 persen layanan telekomunikasi di Sulawesi Utara pulih dalam 24 jam pascagempa M 7,6 di Bitung....

news | 13:15 WIB

DK PBB segera voting resolusi pengamanan Selat Hormuz 3 April 2026. Resolusi mencakup izin penggunaan kekuatan militer u...

news | 12:15 WIB