Menhub Paparkan Pagu Anggaran 2026 Rp28,48 Triliun, Fokus pada Keselamatan dan Konektivitas

Menhub Dudy Purwagandhi umumkan anggaran Kemenhub 2026 sebesar Rp28,48 triliun. Fokus pada diskon tiket angkutan Lebaran, keselamatan, dan swasembada pangan.

Elara | MataMata.com
Kamis, 19 Februari 2026 | 07:15 WIB
Menhub Paparkan Pagu Anggaran 2026 Rp28,48 Triliun, Fokus pada Keselamatan dan Konektivitas

Menhub Paparkan Pagu Anggaran 2026 Rp28,48 Triliun, Fokus pada Keselamatan dan Konektivitas

matamata.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memaparkan alokasi anggaran Kementerian Perhubungan tahun 2026 sebesar Rp28,48 triliun. Pagu tersebut diprioritaskan untuk memperkuat keselamatan transportasi, meningkatkan konektivitas, serta mendukung program strategis nasional.

"Seluruh program kerja tahun anggaran 2026 kami arahkan untuk memprioritaskan faktor keselamatan dan memperbaiki kualitas layanan transportasi nasional agar memberi manfaat langsung bagi masyarakat," ujar Menhub dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu (18/2).

Berdasarkan kesepakatan dengan Menteri Keuangan, distribusi anggaran tersebut dibagi ke sejumlah unit kerja eselon I. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mendapatkan alokasi terbesar yakni Rp9,6 triliun, disusul Ditjen Perkeretaapian sebesar Rp5,4 triliun.

Sementara itu, Ditjen Perhubungan Darat dan Ditjen Perhubungan Udara masing-masing mendapatkan Rp4,8 triliun. Alokasi lainnya tersebar untuk Badan Pengembangan SDM Perhubungan (Rp2,6 triliun), Sekretariat Jenderal (Rp576 miliar), serta unit kerja lainnya.

Dukungan untuk Direktif Presiden Prabowo Menhub menjelaskan bahwa sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto, terdapat pengutamaan anggaran sebesar Rp1,35 triliun untuk program direktif presiden. Hal ini membuat alokasi anggaran bersih Kemenhub menjadi Rp27,13 triliun setelah penyesuaian.

Salah satu poin penting dalam anggaran 2026 adalah alokasi Rp373,97 miliar yang disiapkan sebagai stimulus ekonomi melalui diskon tarif transportasi. Subsidi ini akan menyasar angkutan penyeberangan, laut, dan kereta api pada periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026 serta angkutan Lebaran 2026.

Selain subsidi tarif, Kemenhub juga mengawal sejumlah isu strategis nasional lainnya, antara lain:

Swasembada Nasional: Rp221,27 miliar untuk percepatan pembangunan kawasan pangan, energi, dan air.
Pemulihan Bencana: Rp184,69 miliar untuk rehabilitasi infrastruktur pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Sekolah Rakyat: Rp22,95 miliar untuk dukungan penyelenggaraan fasilitas pendidikan.
"Kebijakan ini tetap menjaga keberlangsungan program prioritas tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik yang berdampak langsung kepada masyarakat," tegas Dudy.

Sebagai catatan evaluasi, Menhub melaporkan realisasi APBN Kemenhub tahun 2025 mencapai 88,88 persen atau sebesar Rp28,68 triliun dari pagu efektif Rp32,27 triliun. (Antara)

Baca Juga: Dasco Puji Langkah Mentan Geser Anggaran untuk Pemulihan Bencana di Sumatra

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kemenkeu mencatat penerimaan Bea Cukai per September 2026 mencapai Rp240,28 triliun (71,51% target APBN). Simak rincian ...

news | 14:11 WIB

Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto mengimbau massa serikat buruh menjaga ketertiban saat demo pengesahan RUU Pelindu...

news | 14:06 WIB

DPR RI resmi mengesahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan menjadi UU dalam Rapat Paripurna. Menaker Yassierli sebut UU i...

news | 13:40 WIB

Mahkamah Konstitusi (MK) dijadwalkan membacakan putusan perkara PHPU terkait keabsahan syarat pendidikan Gibran Rakabumi...

news | 11:31 WIB

Calvin Verdonk menilai gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi modal penting Timnas Indonesia untuk bersaing di Grup F P...

news | 10:15 WIB