Dampingi Presiden Prabowo di AS, Menteri ESDM Fokus pada Ketahanan Energi dan Hilirisasi

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dampingi Presiden Prabowo di AS untuk perkuat diplomasi energi, hilirisasi, dan investasi teknologi menuju NZE 2060.

Elara | MataMata.com
Kamis, 19 Februari 2026 | 09:15 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (dua kanan) mendampingi Presiden Prabowo Subianto (tengah) melakukan kunjungan kerja di Washington DC, AS. ANTARA/HO-Humas Kementerian ESDM

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (dua kanan) mendampingi Presiden Prabowo Subianto (tengah) melakukan kunjungan kerja di Washington DC, AS. ANTARA/HO-Humas Kementerian ESDM

Matamata.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump Jr., di Washington DC. Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi diplomasi energi Indonesia untuk mengamankan investasi strategis dan teknologi mutakhir.

Dalam keterangan resminya, Kamis (19/2), Kementerian ESDM menyatakan bahwa kehadiran Bahlil bertujuan untuk memperkuat ketahanan energi nasional, mendorong percepatan hilirisasi, serta membuka peluang kerja sama teknologi industri.

"Diplomasi yang dilakukan Bapak Presiden adalah langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika global. Kami memastikan setiap peluang kerja sama di sektor energi harus memberikan manfaat nyata bagi ekonomi nasional," ujar Bahlil di Washington DC.

Fokus pada Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil menegaskan bahwa sektor energi merupakan fondasi utama daya saing industri nasional. Oleh karena itu, kolaborasi dengan AS akan diarahkan pada kemitraan yang mencakup transfer teknologi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Langkah ini juga diselaraskan dengan komitmen Indonesia menuju Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Pemerintah menargetkan penguatan bauran energi yang lebih beragam dan berkelanjutan untuk mendukung produktivitas nasional.

"Kami mendorong kolaborasi yang berorientasi pada peningkatan investasi dan transfer teknologi. Prinsipnya adalah kemitraan yang saling menguntungkan, namun tetap berpijak kokoh pada kepentingan nasional," tegas Bahlil.

Pemerintah optimistis bahwa penguatan diplomasi energi di AS ini akan memperkokoh fondasi kemandirian energi Indonesia sekaligus menarik minat investor global untuk terlibat dalam proyek strategis di tanah air. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menag Nasaruddin Umar mengucapkan selamat Hari Raya Paskah 2026 dan mengajak umat Kristiani mendoakan perdamaian serta k...

news | 18:20 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka melepas 150 alumni LPDP Pejuang Digital untuk mempercepat transformasi teknologi di sekola...

news | 09:38 WIB

Polisi ungkap motif kasus penyiraman air keras di Tambun Bekasi. Pelaku PBU mengaku dendam sejak 2018 karena masalah sep...

news | 09:15 WIB

Kemensos menyalurkan bantuan Rp11,70 miliar untuk korban bencana di Agam, Sumbar. Bantuan mencakup jaminan hidup Rp1,45 ...

news | 08:15 WIB

KPK dalami aliran uang pendaftaran perangkat desa dalam kasus dugaan pemerasan Bupati Pati nonaktif Sudewo. Enam saksi d...

news | 07:00 WIB

Menko Muhaimin Iskandar mendorong BUMN gunakan dana CSR untuk cetak lulusan SMK berstandar global. Sebanyak 200 PMI resm...

news | 06:00 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon melantik 11 pejabat baru dan menginstruksikan pemangkasan prosedur birokrasi demi efisiensi...

news | 15:30 WIB

KPK menyebut pengusaha Muhammad Suryo mangkir dari panggilan saksi terkait kasus korupsi Bea Cukai. Simak kronologi dan ...

news | 14:15 WIB

Kemkomdigi melaporkan 100 persen layanan telekomunikasi di Sulawesi Utara pulih dalam 24 jam pascagempa M 7,6 di Bitung....

news | 13:15 WIB

DK PBB segera voting resolusi pengamanan Selat Hormuz 3 April 2026. Resolusi mencakup izin penggunaan kekuatan militer u...

news | 12:15 WIB