PKB Sebut Pertemuan Empat Pimpinan Parpol Bahas Percepatan Rehabilitasi Bencana Sumatera

Sekretaris Jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hasanuddin Wahid, memberikan klarifikasi terkait pertemuan empat pimpinan partai politik yang berlangsung pada Minggu (28/12). Hasanuddin menyatakan bahwa pertemuan tersebut fokus membahas agen

Elara | MataMata.com
Selasa, 30 Desember 2025 | 07:00 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia (kiri), Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (dua kiri), Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad (dua kanan), dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (kanan) bersilaturahmi di kediaman Bahlil Lahadalia, Jakarta, Minggu (28/12/2025). ANTARA/HO-Arief Rosyid.

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia (kiri), Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (dua kiri), Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad (dua kanan), dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (kanan) bersilaturahmi di kediaman Bahlil Lahadalia, Jakarta, Minggu (28/12/2025). ANTARA/HO-Arief Rosyid.

Matamata.com - Sekretaris Jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hasanuddin Wahid, memberikan klarifikasi terkait pertemuan empat pimpinan partai politik yang berlangsung pada Minggu (28/12). Hasanuddin menyatakan bahwa pertemuan tersebut fokus membahas agenda strategis demi kepentingan nasional.

"Yang dibahas semua hal untuk kebaikan bangsa," ujar pria yang akrab disapa Cak Udin saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (29/12).

Pertemuan yang digelar di kediaman Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, tersebut dihadiri oleh Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, dan Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.

Hasanuddin menjelaskan bahwa pembahasan mencakup upaya membangun politik yang berkeadaban dan santun, serta pentingnya gotong royong lintas kekuatan politik untuk menyukseskan pembangunan nasional.

Saat disinggung mengenai kemungkinan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu atau wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD, Hasanuddin menegaskan terdapat agenda lain yang lebih mendesak.

"Lebih mendesak bahas percepatan rehabilitasi pascabencana Sumatera," katanya.

Secara terpisah, Politikus Partai Golkar, Arief Rosyid Hasan, turut membenarkan adanya pertemuan tersebut. Ia menyebutkan bahwa agenda utama adalah memperkuat hubungan antarpartai koalisi.

"Silaturahmi dan diskusi untuk memperkuat koalisi, dan membahas beberapa agenda politik ke depan," kata Arief.

Meski demikian, Arief tidak merinci lebih jauh mengenai detail agenda politik yang dimaksud. Ia hanya membagikan dokumentasi foto yang memperlihatkan keempat tokoh tersebut duduk bersama dalam satu meja diskusi. (Antara)

Baca Juga: Rebutan Suami, Yasmin Napper Jambak Megan Domani di Film 'Musuh Dalam Selimut'

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 760 SPPG Program Makan Bergizi Gratis karena tak penuhi sta...

news | 15:39 WIB

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh kepala daerah untuk memaksimalkan tindak lanjut atas temua...

news | 14:30 WIB

Presiden Prabowo bertemu Kaisar Naruhito di Tokyo untuk mempererat hubungan bilateral. Kunjungan ini juga menghasilkan k...

news | 13:15 WIB

Mendagri Tito Karnavian tegaskan dukungan penuh pada program BSPS dan 3 juta rumah. Ia menyebut suksesnya program hunian...

news | 12:00 WIB

KPK beri sinyal segera periksa suami dan anak Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq terkait dugaan aliran dana korupsi...

news | 11:45 WIB

Menbud Fadli Zon menyebut film sebagai cermin identitas dan soft power bangsa pada Hari Film Nasional 2026. Simak komitm...

news | 10:30 WIB

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman merasa Garuda layak menang atas Bulgaria di Final FIFA Series 2026 meski kalah 0-1...

news | 09:15 WIB

OJK optimistis insentif pemerintah untuk industri galangan kapal akan mendorong pertumbuhan premi asuransi marine hull d...

news | 08:15 WIB

Ketua BTN Sumardji mengingatkan John Herdman bahwa chemistry pemain adalah kunci utama jika ingin membawa Timnas Indones...

news | 07:15 WIB

KPK menduga Ketum Kesthuri Asrul Aziz Taba mengalirkan uang 406.000 dolar AS ke Gus Alex dalam kasus korupsi kuota haji ...

news | 06:00 WIB