Fadli Zon Sebut Soeharto Penuhi Syarat Dicalonkan sebagai Pahlawan Nasional

Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) Fadli Zon, yang juga menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, menyebut Presiden ke-2 RI Jenderal Besar TNI (Purn.) Soeharto memenuhi syarat untuk dicalonkan sebagai pahlawan nasional.

Elara | MataMata.com
Kamis, 06 November 2025 | 07:15 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang juga Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan memberikan keterangan pers selepas menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu (5/11/2025). ANTARA/Genta Tenri Mawangi.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang juga Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan memberikan keterangan pers selepas menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu (5/11/2025). ANTARA/Genta Tenri Mawangi.

Matamata.com - Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) Fadli Zon, yang juga menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, menyebut Presiden ke-2 RI Jenderal Besar TNI (Purn.) Soeharto memenuhi syarat untuk dicalonkan sebagai pahlawan nasional.

Fadli menjelaskan, Soeharto termasuk dalam 48 nama calon pahlawan nasional yang telah dilaporkan oleh Dewan GTK kepada Presiden Prabowo Subianto. Seluruh nama tersebut telah melalui tahapan pengusulan dan pengkajian berjenjang, mulai dari pemerintah daerah, Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD), kemudian di tingkat pusat oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Tingkat Pusat (TP2GP) Kementerian Sosial, hingga ke Dewan GTK.

“Nama Presiden Soeharto itu sudah tiga kali diusulkan, begitu juga beberapa nama lain, ada yang sejak 2011 dan ada yang dari 2015. Semuanya sudah memenuhi syarat,” kata Fadli Zon saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/11) sore.

Menurut Fadli, nama-nama yang diusulkan sebagai calon pahlawan nasional tidak mungkin masuk daftar jika tidak memiliki jasa atau tidak memenuhi kriteria sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

“Kalau tidak memenuhi syarat, tentu tidak mungkin diusulkan. Jadi, soal memenuhi syarat itu sudah jelas,” ujarnya.

Menanggapi adanya penolakan dari sebagian masyarakat terhadap pencalonan Soeharto, Fadli mengatakan pemerintah tetap membuka diri terhadap semua masukan yang diberikan publik. Namun, ia menegaskan bahwa nama-nama calon pahlawan nasional juga berasal dari usulan masyarakat.

Lebih lanjut, Fadli menjelaskan bahwa berdasarkan hasil kajian, Soeharto dinilai berjasa antara lain karena memimpin Serangan Umum 1 Maret 1949 saat Agresi Militer Belanda II dan Operasi Pembebasan Irian Barat.

“Beliau memimpin Serangan Umum 1 Maret. Itu salah satu serangan besar yang menjadi tonggak pengakuan dunia terhadap eksistensi Republik Indonesia. Saat itu Belanda mengklaim Republik Indonesia sudah tidak ada lagi. Namun, dengan adanya serangan tersebut, dunia kembali melihat bahwa Indonesia masih ada dan berjuang,” ujar Fadli. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 760 SPPG Program Makan Bergizi Gratis karena tak penuhi sta...

news | 15:39 WIB

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh kepala daerah untuk memaksimalkan tindak lanjut atas temua...

news | 14:30 WIB

Presiden Prabowo bertemu Kaisar Naruhito di Tokyo untuk mempererat hubungan bilateral. Kunjungan ini juga menghasilkan k...

news | 13:15 WIB

Mendagri Tito Karnavian tegaskan dukungan penuh pada program BSPS dan 3 juta rumah. Ia menyebut suksesnya program hunian...

news | 12:00 WIB

KPK beri sinyal segera periksa suami dan anak Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq terkait dugaan aliran dana korupsi...

news | 11:45 WIB

Menbud Fadli Zon menyebut film sebagai cermin identitas dan soft power bangsa pada Hari Film Nasional 2026. Simak komitm...

news | 10:30 WIB

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman merasa Garuda layak menang atas Bulgaria di Final FIFA Series 2026 meski kalah 0-1...

news | 09:15 WIB

OJK optimistis insentif pemerintah untuk industri galangan kapal akan mendorong pertumbuhan premi asuransi marine hull d...

news | 08:15 WIB

Ketua BTN Sumardji mengingatkan John Herdman bahwa chemistry pemain adalah kunci utama jika ingin membawa Timnas Indones...

news | 07:15 WIB

KPK menduga Ketum Kesthuri Asrul Aziz Taba mengalirkan uang 406.000 dolar AS ke Gus Alex dalam kasus korupsi kuota haji ...

news | 06:00 WIB