Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji saat ditemui awak media di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (30/3/2026), setelah menyaksikan laga final FIFA Series 2026 melawan Bulgaria. Di laga ini, Indonesia kalah 0-1 dari Bulgaria. (ANTARA/Zaro Ezza Syachniar)
Matamata.com - Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, memberikan catatan khusus kepada pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, untuk memperkuat chemistry antar-pemain di dalam skuad Garuda.
Pesan ini disampaikan Sumardji setelah Indonesia menuntaskan laga FIFA Series 2026 sebagai runner-up. Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Bulgaria dengan skor 0-1 dalam laga yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (30/3/2026).
"Hal utama yang harus saya sampaikan kepada Coach John adalah bagaimana membangun chemistry ini melalui tahapan-tahapan yang memang harus dijalankan," ujar Sumardji kepada awak media usai pertandingan.
Menurut Sumardji, keharmonisan dan ikatan antar-pemain merupakan syarat mutlak bagi Herdman jika ingin merealisasikan target besar membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030.
Sebelum menuju ke sana, skuad Garuda akan dihadapkan pada sejumlah agenda penting seperti Piala ASEAN 2026, Piala Asia 2027, serta rangkaian FIFA Match Day.
"Jujur saja, kunci keberhasilan John dalam membawa anak-anak melalui perjalanan panjang menuju Piala Dunia 2030 adalah membangun chemistry secara bertahap dengan baik. Itu sangat penting," tegas Sumardji.
Ia meyakini, jika pelatih asal Inggris tersebut mampu memenangi hati dan kepercayaan para pemain, meracik strategi tim akan menjadi jauh lebih mudah.
"Ketika chemistry terbangun dan hati para pemain bisa diambil oleh Coach John, itu akan memudahkan dia meramu tim menjadi lebih baik lagi," tambahnya.
Dalam laga kontra Bulgaria tersebut, satu-satunya gol kemenangan tim tamu dicetak oleh Marin Petkov melalui titik putih pada menit ke-38. Penalti diberikan wasit setelah bek Indonesia, Kevin Diks, dianggap melakukan pelanggaran terhadap Zdravko Dimitrov di kotak terlarang. (Antara)
Baca Juga: KPK Sebut Ketum Kesthuri Diduga Alirkan 406 Ribu Dolar AS ke Stafsus Eks Menag Yaqut