Menkeu Purbaya: Permintaan Domestik Jadi Penopang Utama Ekonomi Indonesia

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut permintaan (demand) domestik menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan perekonomian nasional.

Elara | MataMata.com
Senin, 03 November 2025 | 13:30 WIB
Menkeu Purbaya: Permintaan Domestik Jadi Penopang Utama Ekonomi Indonesia

Menkeu Purbaya: Permintaan Domestik Jadi Penopang Utama Ekonomi Indonesia

matamata.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut permintaan (demand) domestik menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan perekonomian nasional.

“Kekuatan demand domestik kita sekitar 90 persen, sedangkan pengaruh global hanya sekitar 10 persen. Kalau ekspor mungkin 20 persen, jadi kita masih menguasai sekitar 80 persen arah ekonomi kita sendiri,” ujar Purbaya dalam rapat kerja bersama Komite IV DPD RI di Jakarta, Senin (3/11).

Menurut dia, selama 25 tahun menjadi ekonom, ketidakpastian global selalu terjadi hampir setiap tahun. Namun, hal itu tidak seharusnya membuat Indonesia khawatir berlebihan.

“Setiap tahun ketidakpastian dunia selalu datang dari sisi mana pun. Jadi yang paling bijak bagi kita adalah memperkuat kebijakan dalam negeri. Dengan begitu, walaupun ekonomi global bergejolak, kita tetap tangguh,” katanya.

Purbaya menegaskan, arah kebijakan ekonomi nasional sepenuhnya berada di tangan bangsa sendiri karena sekitar 80 persen pergerakan ekonomi Indonesia ditopang oleh pasar domestik.

Ia menambahkan, kondisi perekonomian global saat ini tidak seburuk yang banyak diperkirakan. Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global pada 2025 berada di angka 2,3 persen, dan meningkat menjadi 2,4 persen pada tahun berikutnya. Selain itu, likuiditas di pasar global juga disebutnya lebih longgar.

Lebih lanjut, Purbaya menekankan pentingnya penguatan sektor industri pengolahan atau manufaktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

“Berdasarkan studi kasus negara-negara maju seperti Korea Selatan dan China, lompatan pertumbuhan ekonomi dapat dicapai melalui transformasi ekonomi berbasis manufaktur,” ujarnya.

Ia mencontohkan, negara seperti China, Korea Selatan, dan Jerman berhasil mengelola perekonomian mereka dengan tetap konsisten memperkuat basis manufaktur. (Antara)

Baca Juga: Tangis Pecah di Solo! Air Mata di Ujung Sajadah 2 Bikin Penonton Terisak, Resmi Tayang di Seluruh Bioskop Hari Ini

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

DPR RI bersama lintas kementerian membahas finalisasi Perpres Ojol. Regulasi ini fokus mengawal pembagian tarif 92 perse...

news | 15:51 WIB

PT Danantara Asset Management (DAM), entitas di bawah Danantara Indonesia, resmi mengambil alih empat perusahaan manajer...

news | 15:43 WIB

Majelis Hakim PN Jakarta Timur mengabulkan eksepsi Dokter Tifa. Sidang kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terk...

news | 14:48 WIB

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut Istana belum membahas sosok pengganti Wamentan usai Sudaryo...

news | 14:33 WIB

BNN RI merampas aset Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kasus narkotika senilai Rp165 miliar. Kepala BNN Komjen Pol Suy...

news | 14:27 WIB