Pewaris Tokoh Bangsa Didorong Ikut Lestarikan Warisan Sejarah

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan pentingnya melestarikan warisan sejarah para tokoh bangsa, termasuk peran aktif dari para pewaris tokoh tersebut.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 12 September 2025 | 13:06 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon. ANTARA/HO-Kementerian Kebudayaan

Menteri Kebudayaan Fadli Zon. ANTARA/HO-Kementerian Kebudayaan

Matamata.com - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan pentingnya melestarikan warisan sejarah para tokoh bangsa, termasuk peran aktif dari para pewaris tokoh tersebut.

“Kalau kita lihat museum yang didasarkan dari perjalanan seperti Pak Soesilo Soedarman ini bisa diikuti juga oleh para tokoh-tokoh lain dan juga oleh para pewarisnya. Kita bisa mewarisi sejarah yang luar biasa dan banyak cerita yang tidak hilang,” ujar Fadli dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.

Museum Soesilo Soedarman di Cilacap, Jawa Tengah, diresmikan pada tahun 2000 sebagai penghormatan untuk almarhum Jenderal Soesilo Soedarman (1928–1997). Sosok militer kelahiran 10 November 1928 itu pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan pada Kabinet Pembangunan VI (1994–1997), Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi pada Kabinet Pembangunan V (1988–1993), serta Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (1986–1988).

Museum tersebut menyimpan beragam memorabilia dan artefak, mulai dari senjata, mobil dinas, seragam militer, hingga koleksi foto perjalanan Soesilo Soedarman sebagai perwira TNI dan pejabat publik.

Dalam kunjungan budaya itu, Fadli juga menyambangi Museum Pusaka Kalibening di Banyumas, Jawa Tengah. Museum ini menyimpan 724 koleksi pusaka yang berasal dari sumbangan warga, di antaranya keris, pedang, tongkat, hingga kitab kuno.

Saat ini, Museum Pusaka Kalibening tengah melaksanakan tradisi jamasan pusaka, yaitu ritual tahunan membersihkan dan merawat pusaka peninggalan leluhur seperti keris dan tombak. Berbeda dengan tradisi umum yang dilakukan pada bulan Suro (Muharram), di Kalibening ritual ini digelar pada bulan Maulid.

Kegiatan tersebut menjadi pengingat pentingnya peran museum tidak hanya sebagai ruang edukasi, tetapi juga sebagai pusat pelestarian sejarah, budaya, dan kearifan lokal. Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan pun berkomitmen menjadikan museum sebagai pusat pelindungan lintas generasi. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

China tingkatkan ekspor bahan bakar menjadi 500.000 ton pada Mei 2026 demi stabilitas energi global di tengah konflik Se...

news | 09:45 WIB

Wamendiktisaintek Stella Christie ingatkan ASN pentingnya deep thinking dan system thinking dalam mengambil kebijakan ag...

news | 09:42 WIB

Pemerintah resmi menerbitkan Permendag No 11 Tahun 2026 untuk membatasi impor gandum, kacang, hingga buah pir demi melin...

news | 08:41 WIB

Pemerintah kucurkan Rp57 miliar untuk 122 program riset kampus melalui Program Bestari Saintek 2026. Fokus pada pangan, ...

news | 16:08 WIB

Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mencapai swasembada energi paling lambat tahun 2029. Selain energi, Peme...

news | 15:15 WIB

Menko Hukum Yusril Ihza Mahendra usulkan jumlah komisi DPR jadi acuan ambang batas parlemen. Simak skema 13 kursi untuk ...

news | 14:30 WIB

PT KAI mengonfirmasi jumlah korban meninggal dunia insiden Stasiun Bekasi Timur bertambah menjadi 16 orang. Simak update...

news | 13:51 WIB

Presiden Prabowo Subianto menargetkan perbaikan 288 ribu sekolah hingga 2028 dan digitalisasi ruang kelas dengan smart b...

news | 13:03 WIB

Kemenkum tegaskan penggunaan lagu tema ajang olahraga untuk nobar dan konten digital wajib miliki lisensi. Simak aturan ...

news | 11:45 WIB

Kemen Ekraf berkolaborasi dengan TikTok Shop dan Tokopedia dalam program STARt x Genmatic untuk mendigitalisasi 1.200 UM...

news | 09:55 WIB