Komisi XI DPR Ingatkan Penarikan Dana Rp200 Triliun di BI Harus Tepat Sasaran

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengingatkan agar rencana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menarik Rp200 triliun dana pemerintah yang mengendap di Bank Indonesia (BI) dilakukan secara tepat sasaran dan produktif.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 12 September 2025 | 09:30 WIB
Komisi XI DPR Ingatkan Penarikan Dana Rp200 Triliun di BI Harus Tepat Sasaran

Komisi XI DPR Ingatkan Penarikan Dana Rp200 Triliun di BI Harus Tepat Sasaran

matamata.com - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengingatkan agar rencana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menarik Rp200 triliun dana pemerintah yang mengendap di Bank Indonesia (BI) dilakukan secara tepat sasaran dan produktif.

“Kami memahami semangat pemerintah agar dana yang mengendap ini bisa digerakkan, tetapi kunci keberhasilan ada pada penyaluran yang tepat sasaran,” ujar Misbakhun di Jakarta, Jumat.

Ia menekankan, kebijakan tersebut tidak boleh berhenti hanya pada penambahan likuiditas yang kemudian kembali terserap di instrumen moneter BI. Karena itu, koordinasi erat antara Kementerian Keuangan dan BI diperlukan agar kebijakan fiskal dan moneter berjalan selaras. Tujuannya menjaga inflasi, stabilitas nilai tukar rupiah, sekaligus memastikan kredit benar-benar mengalir ke sektor riil.

Misbakhun menyebut ada tiga aspek utama yang menjadi perhatian Komisi XI DPR RI. Pertama, penargetan penempatan dana tidak hanya di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), tetapi juga bank swasta dan bank umum nasional yang mampu mendorong penciptaan lapangan kerja.

Kedua, pengawasan agar realisasi kredit tidak berhenti di neraca perbankan. Ketiga, kebijakan pendukung seperti program padat karya, insentif pajak, dan dukungan perumahan.

“Dengan kombinasi kebijakan yang saling memperkuat, multiplier effect bisa maksimal. Inilah cara agar penarikan dana benar-benar memberi dampak nyata bagi rakyat,” katanya.

Ia menegaskan Komisi XI akan terus mengawal kebijakan ekonomi pemerintah. “Tujuannya jelas: menjaga stabilitas keuangan, mendorong pertumbuhan inklusif, dan membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui rencana penarikan dana Rp200 triliun dari total simpanan pemerintah sebesar Rp425 triliun di BI. Dana tersebut akan ditempatkan di perbankan untuk meningkatkan penyaluran kredit kepada masyarakat.

“Sudah, [Presiden] sudah setuju,” kata Purbaya saat jumpa pers usai bertemu Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (10/9) malam.

Ia menambahkan, dana tersebut akan memberikan likuiditas besar bagi perbankan sehingga dapat mempercepat penyaluran kredit.

Baca Juga: Selamat! Oki Setiana Dewi Resmi jadi Dosen Tetap S3 UMJ

“Tujuannya supaya bank punya duit, banyak cash tiba-tiba, dan dia (bank) enggak bisa menaruh di tempat lain selain dikreditkan. Jadi, kita memaksa market mekanisme berjalan,” jelasnya. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Sinopsis film Gak Ada Matinya yang dibintangi Oki Rengga dan Fedi Nuril. Simak alur cerita komedi gelap tentang sandiwar...

news | 15:00 WIB

Anthony Xie buka suara terkait keputusan Audi Marissa yang tetap ingin melanjutkan proses perceraian. Anthony menegaskan...

news | 14:30 WIB

Muhammadiyah meluncurkan ChatHPT, asisten AI berbasis dokumen resmi Majelis Tarjih untuk mempermudah masyarakat mengakse...

news | 14:00 WIB

KPK usut dugaan kebocoran dokumen kasus suap HGB dan mutasi jabatan di Kementerian ATR/BPN. Inspektorat dan Dewas periks...

news | 13:52 WIB

Aksi nekat Anya Geraldine lilitkan ular hidup di Gala Premiere film Dewi Siluman Ular bikin merinding. Simak sinopsis da...

news | 13:00 WIB