Danantara Targetkan Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI hingga 7 Persen

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) optimistis mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional hingga 67 persen.

Elara | MataMata.com
Senin, 11 Agustus 2025 | 09:15 WIB
Chief Economist Danantara Indonesia Reza Yamora Siregar dalam Seminar Nasional P3V XXV di Jakarta, Senin (11/8/2025). (ANTARA/Imamatul Silfia)

Chief Economist Danantara Indonesia Reza Yamora Siregar dalam Seminar Nasional P3V XXV di Jakarta, Senin (11/8/2025). (ANTARA/Imamatul Silfia)

Matamata.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) optimistis mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional hingga 6–7 persen.

Chief Economist Danantara Indonesia, Reza Yamora Siregar, mengungkapkan pihaknya memiliki peta jalan model bisnis yang jelas untuk mencapai target tersebut. “Dengan kondisi saat ini kita bisa lima persen, kalau kita dorong, saya percaya diri 6–7 persen itu tidak sulit,” ujarnya dalam Seminar Nasional P3V XXV di Jakarta, Senin (11/8).

Reza menjelaskan, Danantara mengelola aset senilai Rp14 ribu triliun atau hampir setara 1 triliun dolar AS, yang mencakup sekitar 80 persen dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia. “Kalau kita kelola itu dengan baik, Insya Allah kita bisa mendorong target 2045 kita,” katanya.

Untuk mewujudkan target tersebut, Danantara akan fokus pada investasi di sektor strategis seperti mineral dan sumber daya alam (SDA), energi, ketahanan pangan, kesehatan, asuransi, hingga dana pensiun. Menurut Reza, minat investor asing terhadap Indonesia cukup tinggi.

“Indonesia ini banyak kedatangan investor potensial, dari China, Jepang, dan Uni Eropa banyak yang ingin masuk ke industri kita. Dari sisi investasi, menurut saya, kita punya potensi yang sangat baik sekali,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai percepatan investasi dan hilirisasi di berbagai sektor strategis yang dilakukan BPI Danantara akan menjadi penggerak penting bagi penguatan ekonomi nasional serta membuka lapangan kerja.

Ia menegaskan, Danantara berpotensi menjadi motor penggerak investasi di sektor prioritas seperti energi, ketahanan pangan, dan perikanan, sekaligus memperkuat komponen pertumbuhan ekonomi melalui pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebagai indikator utama investasi nasional.

“Dengan mandat dan kapasitas yang dimilikinya, Danantara diharapkan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional dengan memanfaatkan reformasi struktural sebagai landasan untuk membangun ekosistem investasi yang kuat, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan rakyat,” kata Misbakhun. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kemkomdigi berencana mewajibkan penggunaan nomor telepon seluler saat registrasi akun media sosial. Simak alasan Menkomd...

news | 16:26 WIB

Badan Gizi Nasional (BGN) instruksikan SPPG utamakan produk pangan dan telur lokal dalam Program Makan Bergizi Gratis (M...

news | 16:22 WIB

Komisi III DPR RI mendesak polisi segera mengusut kasus dugaan penganiayaan PRT berinisial H oleh mantan istri komedian ...

news | 16:16 WIB

Mendagri Tito Karnavian meminta pemda waspada terhadap dampak geopolitik global, terutama lonjakan harga minyak dan kurs...

news | 14:51 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menjamin anggaran alutsista dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan mengganggu str...

news | 14:28 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa respons keras kritik The Economist. Ia menegaskan defisit APBN dan utang RI jauh lebih sehat...

news | 14:12 WIB

Kemensos menargetkan investigasi internal dugaan markup pengadaan sepatu Sekolah Rakyat rampung dalam 3 pekan. Dua pejab...

news | 10:43 WIB

Presiden Prabowo resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Jatim dan Jateng. Menkop Ferry Juliantono tegaskan koperasi...

news | 10:36 WIB

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mendukung perubahan nama prodi Teknik menjadi Rekayasa oleh Kemendiktisa...

news | 10:15 WIB

Kemendikdasmen resmi menerbitkan SE Nomor 7 Tahun 2026 terkait penugasan guru non-ASN. Kebijakan ini membawa angin segar...

news | 09:15 WIB