Mensos Gus Ipul Lapor Prabowo: Sekolah Rakyat Berjalan, Bansos Masih Perlu Dibenahi

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (29/7), untuk melaporkan perkembangan pelaksanaan program Sekolah Rakyat dan menyoroti persoalan bantuan sosial (bansos) yang belum tepat sasaran.

Elara | MataMata.com
Selasa, 29 Juli 2025 | 18:00 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberi keterangan kepada awak media di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (29/7/2025). ANTARA/Mentari Dwi Gayati

Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberi keterangan kepada awak media di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (29/7/2025). ANTARA/Mentari Dwi Gayati

Matamata.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (29/7), untuk melaporkan perkembangan pelaksanaan program Sekolah Rakyat dan menyoroti persoalan bantuan sosial (bansos) yang belum tepat sasaran.

“Kami akan lapor tentang Sekolah Rakyat yang kita mulai pembelajarannya pada tanggal 14 Juli yang lalu di 63 titik,” ujar Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, kepada awak media.

Menurutnya, program Sekolah Rakyat akan diperluas dengan peluncuran tambahan di 37 titik pada awal Agustus. Inisiatif ini ditargetkan mampu menampung lebih dari 9.700 siswa, melibatkan sekitar 1.500 guru, dan lebih dari 2.000 tenaga pendidik.

Tidak berhenti di situ, Kementerian Sosial juga merencanakan ekspansi program ini ke 50 titik tambahan mulai September mendatang. Saat ini, siswa dan tenaga pengajar telah melewati tahap Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

“Semuanya baru memulai saling mengenal satu dengan yang lain, tetapi kurikulum dengan perangkat pembelajarannya sudah disiapkan oleh Satgas (Sekolah Rakyat),” jelas Gus Ipul.

Selain membahas pendidikan, Gus Ipul juga melaporkan upaya perbaikan distribusi bansos agar penerima bantuan lebih tepat sasaran. Mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal, Kementerian Sosial kini berperan aktif dalam pembaruan data penerima bantuan.

“Kalau pemutakhiran ini kita bisa lakukan terus-menerus dan juga melibatkan partisipasi swasta, saya yakin insya Allah data kita akan makin valid ke depan. Dengan data itu kita sekaligus kroscek ke lapangan,” pungkasnya. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Gubernur Khofifah Indar Parawansa memastikan stok hewan kurban di Jawa Timur 2026 surplus besar. Stok sapi mencapai 629....

news | 19:03 WIB

BPI Danantara mengevaluasi peluang investasi di sektor strategis guna memberikan dampak ekonomi bagi rakyat, termasuk re...

news | 19:01 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan minyak mentah Rusia segera masuk Indonesia. Komitmen 150 juta barel ini bertuju...

news | 18:57 WIB

Pakar pendidikan Prof. Susanto menilai Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda penting untuk mewujudkan pemerataan kualitas pe...

news | 11:24 WIB

Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut Deep Learning sebagai program prioritas untuk mencapai cita-cita pendidikan nasional d...

news | 07:30 WIB

Presiden Prabowo Subianto dan KSP Dudung Abdurachman dijadwalkan hadir di Monas untuk menyerap aspirasi pada puncak Hari...

news | 15:03 WIB

TNI AU menggelar latihan matra udara Sarva Gesit-26 di Bogor untuk mengasah kemampuan pilot helikopter dalam misi tempur...

news | 14:58 WIB

Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada 1.500 Komandan Satuan TNI di Unhan Sentul. Bahas peran strategis TN...

news | 13:03 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut kekayaan budaya Indonesia, seperti lukisan purba di Pulau Muna, adalah potensi eko...

news | 11:57 WIB

Mensos Saifullah Yusuf memastikan korban kecelakaan KRL di Bekasi mendapatkan asesmen pemberdayaan ekonomi agar kemandir...

news | 11:54 WIB