Cara Prabowo Subianto Lempar Kaus Dikritik, Bagaimana Awal Mula Budaya Bagi-bagi Bingkisan Ini Ramai Digunakan?

Budaya bagi-bagi dengan cara melempar ini memang kerap ditemui di Masyarakat.

Baktora | MataMata.com
Kamis, 11 Januari 2024 | 08:35 WIB
Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto saat membagikan makanan ringan kepada warga. (Instagram/@prabowo)

Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto saat membagikan makanan ringan kepada warga. (Instagram/@prabowo)

Matamata.com - Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto kembali disorot setelah beberapa waktu lalu melontarkan kata 'goblok' ke salah satu capres saat kampanye di Riau. Tak berhenti di sana, di lokasi yang sama, Ketum Gerindra ini kembali menjadi sorotan setelah membagikan kaus dengan cara yang dinilai kasar.

Kendati begitu, antusias pendukung tak berkurang dan banyak dari mereka yang justru senang dengan cara Prabowo membagikan bingkisan tersebut.

Melansir akun X, @Paltiwest, Kamis (11/1/2024), Prabowo Subianto tampak memberikan pakaian berupa kaus ke pendukungnya ketika hendak bertolak dari lokasi acara.

Sambil berdiri sembari mobil berjalan pelan, Prabowo Subianto melempar kaus kepada kerumunan. Cara melemparnya memang terlihat kasar.

Muncul pro dan kontra terhadap cara Prabowo membagikan kaus di kerumunan tersebut. Lalu bagaimana budaya bagi-bagi bingkisan ini menjadi fenomena yang mulai ramai digunakan pejabat di Indonesia?.

Membahas cara para pejabat ataupun capres yang membagikan bingkisan ini diawali dari pembagian bingkisan seperti sembako di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pada medio tersebut pembagian memang lebih banyak dibuat dengan cara mendirikan posko atau meja khusus dengan mengundang para warga untuk datang.

Tak banyak narasi bahkan video yang memperlihatkan SBY membagikan langsung bingkisan tersebut ke masyarakat dengan cara melempar. Belum berkembangnya internet serta belum banyak kejadian viral di media sosial menjadi satu dari sekian alasan.

Berlanjut ke Pilpres 2014, tak dipungkiri saat itu Joko Widodo (Jokowi) memiliki daya tarik sendiri. Kedekatannya dengan masyarakat menjadi senjata yang cukup baik untuk mendulang suara hingga menang pada Pilpres 2014 itu. Prabowo Subianto yang menjadi lawannya saat itu hanya gigit jari.

Kampanye Jokowi memang banyak menyentuh soal kedekatan masyarakat. Bukan tanpa alasan, kebijakan dan cara memimpin Kota Solo waktu itu mendapat dukungan penuh masyarakat.

Baca Juga: Khofifah Gabung TKN Prabowo-Gibran, Target Suara Kemenangan di Jawa Timur Tak Main-main

Maju di Pilpres 2014, gaya kampanye Jokowi memang berbeda dari kandidat lain. Gaya membagikan bingkisan pun juga terlihat lebih berbeda dibanding pendahulu sebelumnya.

Jokowi kerap melempar bingkisan berupa kaus ke masyarakat ketika terjadi kerumunan dari mobil yang ia tumpangi. Hal itu terus berlanjut di kampanyenya termasuk ketika resmi menjadi presiden RI.

Namun satu hal yang perlu diketahui, di momentum lain, ketika tak ada kerumunan, mantan Wali Kota Solo tersebut membagikan kaus dengan cara yang lebih santai dengan membagikan dari tangan ke tangan tanpa dilempar-lempar.

Hal ini dianggap menjadi daya tarik sendiri bagi sebagian pejabat lain. Tak hanya Jokowi, beberapa kepala daerah termasuk menteri juga mengadopsi cara ini ketika terjadi kerumunan orang.

Bukan tanpa alasan, bagi-bagi dengan cara melempar ini memang kerap ditemui di masyarakat. Budaya ini bahkan kerap ditemui di Pulau Jawa, salah satunya saat sekaten atau saat Maulid Nabi Muhammad SAW.

Penghormatan ini kadang dirayakan sejumlah kerajaan Jawa seperti Kasunanan Surakarta Hadiningrat di Solo dan juga Keraton Yogyakarta Hadiningrat. Gunungan yang berupa hasil bumi dan olahan makanan disusun mengerucut dan di akhir acara akan direbutkan oleh masyarakat. Tak jarang salah satu orang yang berada di atas gunungan tersebut melempar hasil olahan bumi itu ke kerumunan.

Artinya, pembagian dengan cara melempar ini bisa jadi adopsi para pejabat dari budaya-budaya yang sudah melekat di masyarakat. Sejauh ini, Jokowi yang memang banyak menggunakan cara ini untuk kedekatannya dengan warga.

Barang tentu pembagian hadiah dengan melempar bingkisan ini memunculkan pandangan negatif dan positif. Hal itu berkaitan bagaimana si pembagi menunjukkan mimik wajah, termasuk bahasa tubuhnya.

Terlepas dari kritikan Prabowo Subianto melempar bingkisan kaus ke pendukungnya, saat ini paslon capres nomor urut 2 masih terus bergerilya di kampanyenya. Bahkan cawapresnya, Gibran Rakabuming Raka kerap mengingatkan para pendukungnya agar tak perlu terpancing dengan hasutan pendukung lain yang menyerang mereka.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menteri Kebudayaan Fadli Zon melantik 11 pejabat baru dan menginstruksikan pemangkasan prosedur birokrasi demi efisiensi...

news | 15:30 WIB

KPK menyebut pengusaha Muhammad Suryo mangkir dari panggilan saksi terkait kasus korupsi Bea Cukai. Simak kronologi dan ...

news | 14:15 WIB

Kemkomdigi melaporkan 100 persen layanan telekomunikasi di Sulawesi Utara pulih dalam 24 jam pascagempa M 7,6 di Bitung....

news | 13:15 WIB

DK PBB segera voting resolusi pengamanan Selat Hormuz 3 April 2026. Resolusi mencakup izin penggunaan kekuatan militer u...

news | 12:15 WIB

Pemerintah Indonesia berkoordinasi dengan PBB untuk mempercepat pemulangan jenazah tiga prajurit TNI yang gugur akibat s...

news | 11:15 WIB

Dirut Pupuk Indonesia menegaskan prioritas utama adalah petani lokal di tengah lonjakan harga urea global akibat konflik...

news | 10:15 WIB

KPK agendakan pemeriksaan maraton terhadap sejumlah biro haji (PIHK) pekan depan terkait kasus korupsi kuota haji yang m...

news | 09:30 WIB

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani resmi menarik stok beras darurat di bandara dan pelabuhan Sumatera seiring pulihnya jal...

news | 08:30 WIB

GCC mendesak DK PBB segera amankan Selat Hormuz menyusul blokade Iran. Penutupan jalur maritim vital ini picu kenaikan h...

news | 07:00 WIB

KPK umumkan tingkat kepatuhan LHKPN 2025 mencapai 96,24%. Sektor yudikatif hampir 100%, sementara legislatif masih di an...

news | 06:15 WIB