Oki Rengga Minta Maaf Usai Keributan Spanduk Karhutla di Laga PSMS Medan
matamata.com - Komika sekaligus aktor Oki Rengga menyampaikan permohonan maaf terbuka meny meny meny meny usai memicu keributan dengan sesama suporter PSMS Medan terkait pembentangan spanduk kritik kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Lewat video klarifikasi, pria asal Sumatera Utara tersebut meluruskan kronologi insiden yang terjadi di tribune stadion.
Keributan tersebut bermula dari unggahan video yang viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, Oki terlihat beradu mulut dengan seorang suporter di Stadion Utama Sumatra Utara saat laga PSMS Medan menjamu Persija Jakarta. Mantan pemain PSDS Deli Serdang ini diduga keberatan atas aksi pembentangan spanduk isu lingkungan tersebut di tengah pertandingan.
"Saya Oki Rengga, di sini saya mau minta maaf sebesar-besarnya atas video, narasi, dan keributan yang saya munculkan beberapa hari ini," kata Oki, dikutip Jumat (6/11/2026).
Pemain film Agak Laen tersebut membantah narasi yang menyebut dirinya melarang suporter menyuarakan isu karhutla. Menurut Oki, ia hanya ingin fokus menikmati laga besar yang sudah lama dinantikan.
"Itu pertandingan besar pertama yang bisa kita tonton lagi setelah bertahun-tahun PSMS tidak punya laga sebesar itu. Jadi euforianya sangat besar," ujarnya.
Melihat diskusi antarsuporter di tribune lain soal waktu pemasangan spanduk mulai memecah konsentrasi penonton, Oki mendatangi mereka untuk menawarkan jalan tengah. Ia menyarankan agar spanduk dibentangkan setelah peluit panjang dibunyikan agar dukungan untuk tim tetap maksimal selama 90 menit.
Meskipun kesepakatan awal sempat tercapai, diskusi di tribune ternyata kembali memanas. Saat menghampiri lokasi untuk kedua kalinya, seorang suporter mendatangi Oki sambil menangis dan membicarakan banyaknya korban akibat karhutla.
Oki menegaskan bahwa momen itulah yang memicu kesalahpahaman di media sosial. Narasi yang beredar menyebut dirinya melakukan tindakan kekerasan fisik.
"Dia bilang, 'Bang, tapi memang sudah banyak kali korbannya.' Nah, itu adalah orang yang kepalanya saya pegang—yang di narasi disebut saya mencekik orang. Saya pegang kepalanya, saya bicara di depannya," tutur Oki.
Dalam kondisi emosional dan adrenalin tinggi, Oki mengakui sempat mengeluarkan pernyataan refleks terkait penolakannya terhadap karhutla. Ia menegaskan tidak berniat menghalangi aspirasi suporter, melainkan hanya mengatur momentum.
Baca Juga: Abaikan Bendera Kuning di FP1, Veda Pratama Dihukum Mundur 6 Posisi Start di Moto3 Qatar
Menutup klarifikasinya, Oki berjanji akan terus berada di barisan masyarakat yang menyuarakan isu-isu sosial dan lingkungan, sekaligus menjadikan peristiwa ini sebagai evaluasi diri.
"Mudah-mudahan ini jadi pembelajaran agar saya bisa jauh lebih tenang dan dewasa dalam menghadapi situasi di segala kondisi," pungkasnya.
(Antara)