Kompak Acungkan Tiga Jari, Musisi Ramai-Ramai "Kritik" Kondisi Negeri di Panggung AMI Awards 2026

Sejumlah musisi seperti Baskara Putra, Andien, hingga Kunto Aji memanfaatkan panggung AMI Awards 2026 untuk menyuarakan keresahan sosial dan bencana lingkungan di Indonesia.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 06 November 2026 | 15:30 WIB
Kompak Acungkan Tiga Jari, Musisi Ramai-Ramai

Kompak Acungkan Tiga Jari, Musisi Ramai-Ramai "Kritik" Kondisi Negeri di Panggung AMI Awards 2026

matamata.com - Ajang penganugerahan Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026 pada Rabu (4/11/2026) malam tidak hanya menjadi perayaan karya, tetapi juga sarana menyampaikan pesan sosial.

Sejumlah musisi memanfaatkan momen kemenangan di atas panggung untuk menyuarakan empati serta keresahan terkait kondisi sosial, bencana alam, dan isu lingkungan di Indonesia.

Penyanyi Baskara Putra (Hindia) dan Dipha Barus, yang meraih piala kategori Artis Solo/Grup/Kolaborasi Dance Terbaik lewat lagu "Nafas", menyampaikan dedikasi khusus dalam pidato kemenangannya. Baskara mendedikasikan penghargaan tersebut bagi masyarakat yang terdampak kerusakan lingkungan dan dinamika sosial.

“Malam ini kami dedikasikan untuk teman-teman yang sulit bernapas karena alamnya dibakar. Untuk yang sulit bernapas karena kebijakan tidak berpihak pada kita semua, dan untuk yang masih diadu domba,” ujar Baskara di atas panggung.

Tak sekadar menyampaikan pidato, Baskara dan Dipha Barus juga mengacungkan simbol tiga jari. Saat ditemui di area karpet merah, Baskara menyebut tindakan tersebut merupakan respons wajar sebagai seorang warga negara.

Aksi serupa ditunjukkan oleh penyanyi Andien saat menerima penghargaan. Ia menyampaikan rasa empati yang mendalam atas berbagai peristiwa dan bencana alam yang melanda tanah air.

“Aku ingin menaruh empati dan hati yang sangat besar terhadap apa yang terjadi di Indonesia, untuk hutan-hutan, seluruh korban bencana alam, anak-anak, satwa, dan seluruh tumbuhan. Semoga kita menjadi manusia yang tidak pernah lupa berempati dan peduli,” ungkap Andien.

Pesan kepedulian juga disuarakan oleh grup band Perunggu. Ildo, drummer Perunggu, mengajak publik untuk saling memperkuat dan memberikan dukungan sesama warga.

Selain Perunggu, pelantun "Sedia Aku Sebelum Hujan", IDGITAF, yang memboyong empat penghargaan termasuk Album Terbaik, turut menyinggung pentingnya restorasi dan akuntabilitas atas bencana longsor serta kebakaran hutan.

Sementara itu, penyanyi Kunto Aji menegaskan bahwa musisi memiliki tanggung jawab moral untuk mewakili suara masyarakat yang tidak terdengar. Sambil mengacungkan simbol tiga jari, ia menilai musik adalah penanda peradaban yang harus terus menyuarakan kebenaran.

Baca Juga: KPK Periksa Pegawai Internal Terkait Kebocoran Dokumen Perkara Korupsi ATR/BPN

“Musisi punya tanggung jawab. Kita mewakili suara-suara di luar sana yang tidak bisa bersuara, kita harus mengeluarkan keresahan-keresahan itu agar muncul ke permukaan,” tegas Kunto Aji.

Senada dengan Kunto Aji, musisi Naykilla dan Enau turut mengacungkan simbol tiga jari sebagai bentuk pernyataan sikap (statement). Enau berpesan agar para pelaku seni dan masyarakat tidak pernah berhenti menyampaikan aspirasi melalui karya musik. (popline.id)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Film GJLS: Berapi-api menghadirkan komedi khas GJLS sekaligus cerita di balik layar yang penuh tantangan....

seleb | 19:38 WIB

Beautiful Pain mengangkat perjuangan seorang single mother untuk bangkit dan memulai hidup baru setelah keluar dari pern...

seleb | 09:47 WIB

Hanung Bramantyo membuka ruang untuk melihat kembali persoalan kekuasaan dan ketidakadilan, terutama pada insiden 1965 s...

seleb | 15:06 WIB

Pertunjukan epik ini akan menghadirkan aksi deretan truk monster ikonik yang menyala dalam gelap (glow in the dark)....

seleb | 14:22 WIB

Daft Funk Live dikenal sebagai salah satu tribute act paling prestisius di dunia yang menghadirkan interpretasi live dar...

seleb | 08:00 WIB