Wamenko Pangan Gandeng 400 Pengusaha Tambang Penanganan Karhutla Kalteng
matamata.com - Pemerintah resmi menggandeng 400 pelaku usaha sektor pertambangan untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara kolaboratif di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menyatakan keterlibatan sektor pertambangan ini melengkapi dukungan dari hampir 200 perusahaan perkebunan dan kehutanan yang sebelumnya telah bergerak bersama pemerintah.
"Semuanya terlibat. Kemarin dari sektor kehutanan dan perkebunan ada hampir 200 pengusaha yang terlibat. Hari ini kita mengundang 400 unit usaha sektor pertambangan dan mereka telah menyatakan kesiapan langkah tindak lanjut," ujar Hanif usai Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla pada Kawasan Sentra Produksi Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Kalteng di Jakarta, Jumat (7/11).
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh jajaran pengusaha sektor pertambangan serta Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo beserta jajaran pemerintah daerah setempat.
Hanif menjelaskan, pemerintah akan menindaklanjuti kolaborasi ini melalui pembahasan teknis bersama Indonesia Mining Association dan Forum Kepala Teknik Tambang. Forum tersebut bertugas menyusun langkah operasional yang terintegrasi langsung di lapangan.
Nantinya, Pemprov Kalteng akan mengoordinasikan seluruh perusahaan pertambangan di wilayahnya agar alokasi sumber daya dan kemampuan perusahaan dapat dimanfaatkan secara efektif.
"Pendekatan gotong royong seluruh pelaku usaha menjadi fondasi penting agar penanggulangan karhutla berlangsung lebih cepat, terukur, dan memberikan hasil yang berkelanjutan," tegas Hanif.
Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat mobilisasi peralatan, personel, hingga dukungan teknis pada lokasi-lokasi prioritas. Pemerintah optimistis kolaborasi ini dapat memperkuat efektivitas pengendalian karhutla sekaligus mempercepat pemulihan lingkungan di Kalteng.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo mengungkapkan bahwa bencana karhutla dan kabut asap telah mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, hingga operasional penerbangan daerah.
Guna mencegah kebakaran berulang saat musim kemarau, Pemprov Kalteng memprioritaskan langkah mitigasi dengan menjaga kelembapan ekosistem gambut melalui pembuatan sumur bor dan pengelolaan hidrologi.
Baca Juga: Indonesia Dapat Apresiasi dari Dubes Azerbaijan Atas Dukungan Kedaulatan dan Perdamaian
"Kebutuhan personel pemadaman memang terus meningkat seiring luasnya area kebakaran. Namun, ketersediaan sumber air melalui sumur bor menjadi faktor paling krusial untuk mendukung operasi lapangan," kata Edy.
Selain penanganan teknis darurat dan jangka panjang, Pemprov Kalteng juga menyalurkan bantuan pangan, air bersih, vitamin, penyediaan ruang oksigen, serta memberikan jaminan asuransi bagi para relawan yang bertugas di lapangan.
(Antara)