Indonesia Dapat Apresiasi dari Dubes Azerbaijan Atas Dukungan Kedaulatan dan Perdamaian

Dubes Azerbaijan Ramil Rzayev mengapresiasi dukungan konsisten Indonesia terhadap kedaulatan negaranya saat peringatan Hari Kemenangan Ke-6 di Jakarta.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 07 November 2026 | 10:33 WIB
Indonesia Dapat Apresiasi dari Dubes Azerbaijan Atas Dukungan Kedaulatan dan Perdamaian

Indonesia Dapat Apresiasi dari Dubes Azerbaijan Atas Dukungan Kedaulatan dan Perdamaian

matamata.com - Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia, Ramil Rzayev, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan jangka panjang Indonesia terhadap kedaulatan negaranya. Dukungan tersebut dinilai konsisten dengan hukum internasional dan prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Hal itu disampaikan Ramil saat memberikan sambutan pada acara Peringatan Hari Kemenangan Azerbaijan Ke-6 dalam Perang Patriotik 44 Hari di Jakarta, Jumat (7/11).

"Kami sangat menghargai dukungan jangka panjang dan berprinsip dari Republik Indonesia dalam hal ini," ujar Ramil Rzayev.

Ia menambahkan, sikap Indonesia mencerminkan kuatnya solidaritas serta ikatan persahabatan yang abadi dan saling menghormati antar kedua bangsa.

Perang Patriotik 44 Hari yang terjadi pada 27 September hingga 10 November 2020 antara Azerbaijan dan Armenia berawal dari konflik wilayah selama hampir tiga dekade. Pertempuran tersebut merenggut nyawa 2.908 tentara Azerbaijan, enam personel hilang, dan lebih dari seribu orang terluka.

Konflik berakhir melalui perjanjian gencatan senjata yang dimediasi oleh Rusia. Saat ini, proses normalisasi hubungan kedua negara terus berjalan, termasuk melalui kesepakatan damai yang dimediasi Amerika Serikat pada 8 Agustus 2025.

Fokus Rekonstruksi dan Program 'Great Return'

Memasuki era pascakonflik, Ramil mengungkapkan bahwa Pemerintah Azerbaijan kini memprioritaskan rekonstruksi dan pembangunan di kawasan Garabagh serta East Zangezur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Melalui program Great Return, Azerbaijan membangun kembali berbagai kota dan desa agar warga terdampak dapat pulang dengan aman ke tanah leluhur mereka.

"Lebih dari 300.000 hektare lahan telah dibersihkan dari ranjau dan amunisi yang tersisa, serta lebih dari 40.000 warga telah kembali ke 47 wilayah permukiman," jelas Ramil.

Baca Juga: Denada Jalani Operasi Brazilian Butt Lift, Bikin Bokong dan Pinggul Makin Seksi

Secara keseluruhan, hampir 100.000 orang kini telah beraktivitas, menuntut ilmu, dan bekerja di wilayah-wilayah yang sudah pulih tersebut.

Selain pembersihan lahan, pemerintah setempat membangun infrastruktur modern mencakup tiga bandara internasional, jaringan jalan raya, sekolah, fasilitas kesehatan, hingga proyek energi terbarukan. Upaya ini beriringan dengan pemulihan warisan budaya dan rehabilitasi lingkungan.

Ramil menegaskan komitmen negaranya untuk mewujudkan perdamaian abadi di Kaukasus Selatan berlandaskan rasa saling menghormati integritas wilayah dan prinsip bertetangga yang baik.

"Kami meyakini bahwa perdamaian yang berkelanjutan akan membuka berbagai peluang baru bagi konektivitas kawasan, pembangunan, dan kemakmuran bagi seluruh masyarakat," pungkasnya.

(Antara)

×
Zoomed
TERKINI

Sinopsis film Gak Ada Matinya yang dibintangi Oki Rengga dan Fedi Nuril. Simak alur cerita komedi gelap tentang sandiwar...

news | 15:00 WIB

Anthony Xie buka suara terkait keputusan Audi Marissa yang tetap ingin melanjutkan proses perceraian. Anthony menegaskan...

news | 14:30 WIB

Muhammadiyah meluncurkan ChatHPT, asisten AI berbasis dokumen resmi Majelis Tarjih untuk mempermudah masyarakat mengakse...

news | 14:00 WIB

KPK usut dugaan kebocoran dokumen kasus suap HGB dan mutasi jabatan di Kementerian ATR/BPN. Inspektorat dan Dewas periks...

news | 13:52 WIB

Aksi nekat Anya Geraldine lilitkan ular hidup di Gala Premiere film Dewi Siluman Ular bikin merinding. Simak sinopsis da...

news | 13:00 WIB