Seleb

Ibra Azhari Ditangkap Karena Narkoba, Rahma - Sarah Belum Tahu Kapan Jenguk

Dikarenakan Rahma Azhari dan Sarah Azhari berada di Amerika, maka keduanya belum tahu kapan akan menjenguk Ibra Azhari.

Linda Rahmadanti

Rahma Azhari (Suara.com/Sumarni)
Rahma Azhari (Suara.com/Sumarni)

Matamata.com - Rahma Azhari dan Sarah Azhari sudah mendengar kabar penangkapan saudara lelaki mereka, Ibra Azhari, oleh polisi karena kasus narkoba.

Menurut sang manajer, Rico, keduanya sampai sekarang masih berada di Amerika Serikat.

Aktor Ibrahim Salahuddin alias Ibra Azhari (kanan) dihadirkan dalam rilis penyalahgunaan narkotika di Dit Resnaroba Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (23/12). [Suara.com/Oke Atmaja]
Aktor Ibrahim Salahuddin alias Ibra Azhari (kanan) dihadirkan dalam rilis penyalahgunaan narkotika di Dit Resnaroba Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (23/12). [Suara.com/Oke Atmaja]

"Ya pasti tau (Ibra ditangkap). Tapi ada di Amerika semuanya, Sarah juga di Amerika. Sarah udah bertahun-tahun di situ. Kalau Rahma udah 3 bulan mau ke 4 bulan (di Amerika)," kata Rico dihubungi, Selasa (24/12/2019).

Ketika ditanyai apakah Rahma Azhari dan Sarah Azhari akan pulang ke Indonesia untuk menjenguk Ibra Azhari di Rutan Polda Metro Jaya, Rico mengaku tidak tahu. Namun kata dia, biasanya kakak beradik itu bakal memberikan kabar kepadanya jika berencana kembali ke Tanah Air.

Jeremy Teti dan Sarah Azhari. (Instagram)
Jeremy Teti dan Sarah Azhari. (Instagram)

"Tapi sampai saat ini belum ada kabar. Maksudnya belum ada kabar mau pulang," ujar Rico.

Ditambah lagi, lanjut Rico, saat ini Rahma Azhari berencana untuk menetap di Amerika bersama sang adik Sarah Azhari yang lebih dulu pindah ke Negeri Paman Sam itu.

"Memang dia kabarnya mau menetap di sana (Amerika) kan si Rahma nya bareng Sarah. Kalau Sarah kan memang di Amerika, mereka satu rumah," kata Rico.

Sebelumnya, polisi menangkap Ibra Azhari di kediamannya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (21/12/2019). Dia kedapatan sedang memesan narkoba jenis sabu pada MH.

Ibra Azhari disangkakan Pasal 112 dan 114 Undang Undang Narkotika Tahun 2009 dan terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara. (Evi Ariska)

Berita Terkait

Berita Terkini

Live Report