Pertemuan OANA di Moskow: ANTARA dan 35 Kantor Berita Asia-Pasifik Bahas Penanganan Disinformasi
matamata.com - Sebanyak 35 dari 41 kantor berita se-Asia Pasifik yang tergabung dalam Organization of Asia–Pacific News Agencies (OANA) menggelar Rapat Dewan Eksekutif ke-58 di Moskow, Rusia, Minggu (20/9/2026). Pertemuan ini berfokus pada penguatan kerja sama kawasan untuk mengatasi pesatnya penyebaran disinformasi dan berita palsu (fake news) di tingkat global.
Rapat resmi dibuka oleh Presiden OANA yang juga Direktur Jenderal Kantor Berita Rusia TASS, Andrey Kondrashov. Dalam pemaparannya, Kondrashov membeberkan sejumlah agenda strategis, mulai dari penanganan isu disinformasi global, penetapan Hanoi (Vietnam) sebagai tuan rumah pertemuan tahunan 2027, perluasan komite teknis dan etik, hingga pembaruan situs web sebagai bentuk transformasi digital organisasi.
Di sela-sela agenda utama, Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA menginisiasi dialog informal dengan sejumlah pimpinan kantor berita ASEAN, seperti Bernama (Malaysia), Philippine News Agency (PNA), dan Lao News Agency (KPL). Diskusi tersebut membahas penguatan peran kantor berita ASEAN dalam menghadapi tantangan arus informasi di kawasan.
Langkah ANTARA tersebut mendapat respons positif dari pimpinan Kantor Berita Kyodo (Jepang) yang mendukung pembentukan aliansi ASEAN+1, serta Kantor Berita Nepal (RSS) yang menyatakan minatnya untuk bergabung dalam kerja sama regional tersebut.
Direktur Utama LKBN ANTARA, Benny Butarbutar, menegaskan bahwa kehadiran ANTARA di Moskow menjadi momentum strategis untuk membangun aliansi kuat serta menangkal ancaman disinformasi di Asia-Pasifik.
"Dengan membangun aliansi aktif sesama kantor berita, kami dapat memetakan ancaman dan peluang kerja sama di kawasan, terlepas dari perbedaan status kepemilikan institusi masing-masing," ujar Benny.
Benny menambahkan, OANA memegang peranan krusial mengingat kawasan Asia-Pasifik menguasai dua pertiga arus informasi dunia. Menurutnya, potensi besar ini harus dimanfaatkan agar kantor berita di Asia-Pasifik mampu menjadi penentu arus informasi yang akurat dan tidak melulu bergantung pada narasi media Barat.
"Semestinya dengan posisi strategis ini, kantor berita se-Asia Pasifik mampu menjadi acuan utama informasi yang benar dan akurat. Untuk mencapai hal itu, anggota OANA perlu memperkuat ekosistemnya sendiri terlebih dahulu," tegasnya.
Selain membahas kerja sama regional, keberadaan ANTARA di OANA juga dimanfaatkan sebagai sarana meningkatkan nation branding Indonesia di panggung internasional melalui penyebaran berita positif.
Sebagai salah satu pendiri OANA sejak 22 Desember 1961, ANTARA tercatat pernah tiga kali menjadi tuan rumah Sidang Umum OANA di Jakarta, yakni pada 1979, 1988, dan 2007. Pada hari kedua konferensi, Dirut ANTARA dijadwalkan menjadi pembicara dalam diskusi panel khusus yang mengupas strategi penanggulangan berita bohong. (Antara)
Baca Juga: Berbalut Busana Adat Jawa, Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby