Kerja Sama Rudal BrahMos RI-India: Upaya Tingkatkan Kemandirian Militer Kedua Negara
matamata.com - Pemerintah India menyatakan bahwa kerja sama pengadaan rudal BrahMos dan rudal udara-ke-udara dengan Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kemandirian serta kapabilitas pertahanan kedua negara. Kolaborasi ini juga dirancang agar kedua negara mampu mengembangkan sistem pertahanan yang dikuasai secara mandiri.
"BrahMos dan rudal udara-ke-udara merupakan area baru dalam kolaborasi kita. Manfaatnya sudah jelas, yaitu kita menjadi mandiri. Kita mengembangkan kapabilitas sendiri berdasarkan sistem yang kita miliki dan kuasai," ujar Sekretaris (Timur) Kementerian Luar Negeri India, Rudrendra Tandon, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa malam (7/7/2026).
Tandon menjelaskan, kerja sama rudal jelajah supersonik ini menjadi fokus baru untuk memperkuat hubungan bilateral ke tingkat yang lebih tinggi. Langkah ini sekaligus mengimplementasikan Kemitraan Strategis Komprehensif yang telah disepakati oleh kedua negara berkembang tersebut.
"Kita berdua adalah negara berkembang dan telah memutuskan untuk saling berkolaborasi guna membantu satu sama lain. Ini bagian dari kolaborasi pertahanan yang sangat melekat pada kemitraan strategis komprehensif kami," kata Tandon.
Meskipun pengadaan alutsista ini bernilai strategis, Tandon menegaskan bahwa diskusi di tingkat kepala negara hanya berfokus pada area kolaborasi, bukan pada rincian kesepakatan nilai komersial.
Menurutnya, rincian perjanjian komersial akan dirampungkan oleh pihak-pihak terkait secara langsung. Kesepakatan rudal BrahMos akan diurus oleh BrahMos Aerospace bersama Kementerian Pertahanan RI.
Sementara itu, untuk rudal udara-ke-udara akan ditangani oleh Bharat Dynamics Limited (BDL) bersama perusahaan pertahanan Indonesia, Republikorp.
"Perjanjian komersial sebenarnya tidak dibahas di tingkat tertinggi (kepala negara). Hal-hal tersebut diserahkan kepada perusahaan masing-masing untuk diselesaikan. Namun, saya pastikan ini adalah area kolaborasi yang penting dan dibahas secara mendalam," ungkap Tandon.
Kontrak kerja sama pengadaan rudal jelajah supersonik BrahMos ini sebelumnya diumumkan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi. Pengumuman tersebut bertepatan dengan rangkaian kunjungan kenegaraan PM Modi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa.
Kerja sama pertahanan ini menjadi bagian dari total 16 dokumen kesepakatan yang diumumkan dalam kunjungan kenegaraan tersebut.
Saat menyampaikan pernyataan bersama Presiden Prabowo di Ruang Kredensial Istana Merdeka, PM Modi menegaskan komitmen India untuk terus meningkatkan kerja sama dengan Indonesia di berbagai bidang.
Selain pertahanan, fokus lainnya mencakup manajemen penanggulangan bencana serta keamanan, khususnya di wilayah perairan Samudera Hindia. (Antara)