Presiden Prabowo dan PM Modi Sepakat, Integrasi QRIS-UPI India Ditargetkan Rampung Akhir 2026

Dubes India Sandeep Chakravorty menargetkan integrasi sistem pembayaran QRIS (Indonesia) dan UPI (India) rampung akhir 2026 atas arahan Presiden Prabowo dan PM Modi.

Elara | MataMata.com
Rabu, 08 Juli 2026 | 08:22 WIB
Presiden Prabowo dan PM Modi Sepakat, Integrasi QRIS-UPI India Ditargetkan Rampung Akhir 2026

Presiden Prabowo dan PM Modi Sepakat, Integrasi QRIS-UPI India Ditargetkan Rampung Akhir 2026

matamata.com - Sistem pembayaran digital Indonesia dan India akan segera terhubung. Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menyatakan optimismenya bahwa integrasi antara Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dengan Unified Payments Interface (UPI) India dapat tuntas pada akhir tahun 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Dubes Chakravorty dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa malam (7/7/2026), menyusul kunjungan kenegaraan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi ke Indonesia yang tengah berlangsung.

“Saya berharap pada akhir tahun nanti kita akan melihat terwujudnya integrasi antara QRIS dan UPI,” ujar Chakravorty.

Menurut Chakravorty, pembahasan teknis dan integrasi teknologi saat ini terus berjalan intensif antara penyelenggara sistem pembayaran kedua negara dan telah memasuki tahap yang sangat lanjut (advanced).

“Kami berharap pembahasan beserta integrasi teknologinya dapat segera diselesaikan. Jadi, proses ini masih berlangsung, tetapi sudah berada pada tahap yang sangat maju,” jelasnya.

Ia menambahkan, Presiden RI Prabowo Subianto dan PM Narendra Modi sama-sama menaruh perhatian besar dan menginstruksikan agar interkoneksi ini segera diwujudkan. Arahan langsung dari kedua pemimpin negara tersebut menjadi pendorong kuat bagi tim negosiasi untuk mempercepat proses.

“Mengingat kedua pemimpin telah menyatakan keinginan agar proses ini segera diwujudkan, saya yakin arahan tersebut telah diteruskan kepada para pihak yang sedang melakukan perundingan untuk segera menuntaskan negosiasi,” kata Chakravorty.

Sebelumnya pada hari yang sama di Istana Merdeka, Jakarta, PM Modi dan Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan rencana interkoneksi ini. PM Modi menilai, jika QRIS dan UPI terintegrasi, hubungan antar-masyarakat (people-to-people contact) serta volume transaksi ekonomi kedua negara akan meningkat drastis.

Jika kerja sama ini resmi berjalan, masyarakat Indonesia nantinya cukup memindai (scan) kode QR di India menggunakan aplikasi pembayaran lokal, begitu pula sebaliknya bagi warga India yang berkunjung ke Indonesia. (Antara)

×
Zoomed
TERKINI

Kementan menyalurkan 3,6 juta bibit kakao untuk lahan 3.000 hektare di Nabire, Papua Tengah. Langkah ini dilakukan guna ...

news | 14:57 WIB

Hakim PN Jaksel mengabulkan sebagian gugatan praperadilan Roy Suryo. Hakim menyatakan penangkapan, penahanan, dan pengge...

news | 14:49 WIB

Presiden Prabowo Subianto dan PM India Narendra Modi sepakat memperkuat suara Global South serta mendorong diplomasi dam...

news | 14:39 WIB

Presiden Prabowo Subianto menggelar diplomasi maraton di Jakarta. Usai bertemu PM Singapura dan PM India, Prabowo jamu T...

news | 12:46 WIB

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung segera bahas usulan DTKJ terkait penyesuaian tarif Transjakarta dan skema tiket langg...

news | 12:42 WIB