Program Makan Bergizi Gratis Dongkrak Permintaan Ayam Broiler di Jambi

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sukses mendongkrak permintaan ayam broiler di Jambi. Siklus produksi peternak melonjak hingga 7 kali setahun.

Elara | MataMata.com
Selasa, 07 Juli 2026 | 19:41 WIB
Program Makan Bergizi Gratis Dongkrak Permintaan Ayam Broiler di Jambi

Program Makan Bergizi Gratis Dongkrak Permintaan Ayam Broiler di Jambi

matamata.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berjalan sejak 2025 mulai berdampak positif pada sektor riil di daerah. Di Jambi, program nasional ini berhasil mendongkrak permintaan ayam broiler di tingkat peternak hingga memicu peningkatan siklus produksi.

"Permintaan ayam meningkat signifikan sejak adanya program MBG," ujar Hartadi, pemilik peternakan ayam broiler di Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, Selasa (7/7/2026).

Hartadi, yang mengelola peternakan dengan populasi sekitar 12.000 ekor ayam ini menjelaskan, lonjakan permintaan terlihat jelas dari frekuensi masuknya anak ayam umur sehari atau day old chick (DOC). Jika semula DOC hanya masuk empat hingga lima kali dalam setahun, kini frekuensinya meningkat menjadi enam hingga tujuh kali.

Saat ini, Hartadi dan sebagian besar peternak ayam broiler di Jambi masih menjalankan usaha melalui sistem kemitraan dengan perusahaan peternakan besar. Perusahaan tersebut menyediakan bibit, pakan, obat-obatan, sekaligus memasarkan hasil panen.

Menurutnya, pola kemitraan ini memberikan kepastian terkait biaya produksi dan harga jual. Sistem ini dinilai lebih aman bagi peternak kecil ketimbang harus menjalankan usaha secara mandiri di tengah fluktuasi harga pasar yang tidak menentu.

Meski permintaan melonjak akibat program MBG, Hartadi mengungkapkan bahwa sejauh ini belum ada kerja sama langsung antara peternak lokal dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku penyedia makanan program tersebut.

Oleh karena itu, ia berharap pemerintah dapat membuka peluang bagi peternak kecil untuk menjadi pemasok langsung guna memotong rantai distribusi. Selain itu, Hartadi juga menyoroti tingginya biaya pakan yang saat ini menyerap 70 hingga 80 persen dari total biaya produksi.

"Kami berharap pemerintah membantu menekan harga pakan tanpa mengurangi kualitas nutrisinya. Stabilitas harga pakan dan harga jual ayam adalah kunci keberlanjutan usaha kami," tuturnya.

Terkait kondisi pasar saat ini, Hartadi menambahkan bahwa harga ayam broiler masih relatif normal. Walau demikian, permintaan pada bulan ini sempat sedikit menurun karena faktor musiman, yakni masa libur sekolah dan memasuki bulan Muharam, di mana aktivitas hajatan masyarakat cenderung berkurang. (Antara)

×
Zoomed
TERKINI

Kementan menyalurkan 3,6 juta bibit kakao untuk lahan 3.000 hektare di Nabire, Papua Tengah. Langkah ini dilakukan guna ...

news | 14:57 WIB

Hakim PN Jaksel mengabulkan sebagian gugatan praperadilan Roy Suryo. Hakim menyatakan penangkapan, penahanan, dan pengge...

news | 14:49 WIB

Presiden Prabowo Subianto dan PM India Narendra Modi sepakat memperkuat suara Global South serta mendorong diplomasi dam...

news | 14:39 WIB

Presiden Prabowo Subianto menggelar diplomasi maraton di Jakarta. Usai bertemu PM Singapura dan PM India, Prabowo jamu T...

news | 12:46 WIB

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung segera bahas usulan DTKJ terkait penyesuaian tarif Transjakarta dan skema tiket langg...

news | 12:42 WIB