Gubernur Khofifah Sebut Investasi Rp200 Miliar di Banyuwangi Perkuat Industri Substitusi Impor

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi investasi pabrik kemasan kaleng senilai Rp200 miliar di Banyuwangi untuk substitusi impor.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:44 WIB
Gubernur Khofifah Sebut Investasi Rp200 Miliar di Banyuwangi Perkuat Industri Substitusi Impor

Gubernur Khofifah Sebut Investasi Rp200 Miliar di Banyuwangi Perkuat Industri Substitusi Impor

matamata.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa masuknya investasi baru di daerah tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat industri substitusi impor dan mendukung hilirisasi komoditas lokal.

Hal tersebut disampaikan Khofifah saat mengunjungi pabrik kemasan kaleng modern milik PT Sunrise Masami Internasional di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jumat (3/7/2026). Pabrik dengan nilai investasi sekitar Rp200 miliar ini diproyeksikan mampu menyerap ratusan pekerja lokal.

"Industri substitusi impor ini menjadi harapan baru. Setiap investasi akan mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, sekaligus memperkuat hilirisasi," ujar Khofifah.

Khofifah berharap keberadaan pabrik modern ini mampu memenuhi kebutuhan kemasan untuk industri dalam negeri sekaligus memperluas pasar ekspor. Menurutnya, semakin banyak bahan baku yang diolah di dalam negeri, maka nilai tambah yang dihasilkan juga akan semakin besar.

"Saya berharap perusahaan ini bisa tumbuh, berkembang, dan semakin sukses ke depannya," tambahnya.

Senada dengan Gubernur, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut positif kehadiran investasi kakap tersebut. Pemkab Banyuwangi berkomitmen untuk terus menjaga iklim investasi di wilayahnya agar tetap kondusif.

"Kehadiran investasi seperti ini membuka lapangan kerja baru, menurunkan angka pengangguran, dan pada akhirnya ikut menekan angka kemiskinan di Banyuwangi," kata Ipuk.

Ipuk menambahkan, investasi di sektor industri pendukung pengolahan hasil laut ini sangat sejalan dengan potensi Banyuwangi sebagai salah satu daerah penghasil perikanan terbesar. Pemerintah daerah berharap industri ini mampu meningkatkan nilai tambah hasil laut serta memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, perwakilan PT Sunrise Masami Internasional, Sherly Indrawati Aminoto, menjelaskan bahwa pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi fantastis, yakni mencapai 50 juta kaleng per bulan atau setara 600 juta unit per tahun. Seluruh produksi ditargetkan untuk memasok industri pengolahan makanan domestik dan pasar ekspor.

Sherly mengungkapkan, sebelum pabrik ini berdiri, kebutuhan kemasan kaleng di Indonesia hampir sepenuhnya bergantung pada barang impor. Kini, melalui kolaborasi teknologi dengan mitra asal Tiongkok, perusahaan mampu memproduksi komponen bodi dan tutup kaleng secara mandiri di dalam negeri.

"Dulu kebutuhan kaleng kami hampir 90 hingga 100 persen masih impor. Sekarang, kami bekerja sama dengan mitra dari Tiongkok untuk memproduksi bodi dan tutup kaleng langsung di Indonesia, sehingga operasional jauh lebih efisien," pungkas Sherly. (Antara)

×
Zoomed
TERKINI

Wamenkeu Suahasil Nazara melantik 17 pejabat baru DJP, DJBC, dan Sekretariat KSSK untuk menuntaskan target APBN 2026 dan...

news | 15:49 WIB

KPK mengimbau pejabat baru dilantik Presiden Prabowo Subianto dan pejabat purnatugas segera melaporkan LHKPN paling lamb...

news | 15:45 WIB

Kementerian ESDM menerapkan metode 'hunting' untuk mengamankan stok BBM nasional akibat dampak konflik Timur Tengah. Pem...

news | 14:15 WIB

KPK memanggil Direktur Fasilitas Kepabeanan Bea Cukai Susila Brata sebagai saksi kasus dugaan korupsi Bea Cukai hasil pe...

news | 13:46 WIB

Presiden Prabowo Subianto menegaskan kekuatan TNI tidak hanya dari senjata dan anggaran, melainkan jiwa rela berkorban p...

news | 13:42 WIB