Budisatrio Djiwandono Ajak Generasi Muda Ambil Peran dalam Ketahanan Pangan

Ketua Umum Pemuda Tani Indonesia Budisatrio Djiwandono mengajak generasi muda mengolah lahan tidur dan beralih ke pertanian modern demi ketahanan pangan nasional.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 03 Juli 2026 | 11:23 WIB
Budisatrio Djiwandono Ajak Generasi Muda Ambil Peran dalam Ketahanan Pangan

Budisatrio Djiwandono Ajak Generasi Muda Ambil Peran dalam Ketahanan Pangan

matamata.com - Ketua Umum Pemuda Tani Indonesia, Budisatrio Djiwandono, mengajak generasi muda untuk mengambil peran lebih besar dalam mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. Menurutnya, pembangunan sektor pertanian tidak bisa berjalan sendiri, melainkan butuh kolaborasi multisektor.

"Kolaborasi antara pemerintah, Polri, TNI, sektor swasta, dan para petani merupakan wujud nyata komitmen bersama untuk membangun pertanian Indonesia," kata Budisatrio dalam acara Festival Jagung Nusantara di Jatiuwung, Kota Tangerang, Jumat (3/7/2026).

Budisatrio menilai, kebijakan pemerintah saat ini sudah berpihak kepada petani. Mulai dari stabilitas harga, penyediaan pupuk, hingga kebijakan harga yang menguntungkan, yang secara langsung berdampak positif pada produktivitas nasional.

Oleh karena itu, ia menginstruksikan seluruh jajaran Pemuda Tani dari pusat hingga daerah untuk mengawal program prioritas ini.

Salah satu langkah konkret yang didorong adalah pemanfaatan lahan tidur atau lahan tidak produktif.

"Kehadiran kami tidak hanya sebatas seremonial, tetapi ingin memberikan manfaat nyata. Jagung merupakan komoditas strategis selain beras dan kedelai yang vital bagi ketahanan pangan," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Budi juga mengapresiasi capaian produksi jagung nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung kering nasional dengan kadar air 14 persen pada tahun 2025 mencapai 16,16 juta ton. Angka ini meningkat sekitar 6,74 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Demi menjaga tren positif tersebut, ia menekankan pentingnya penguatan ekosistem pertanian lewat penyediaan benih unggul, teknologi modern, serta peningkatan kapasitas petani muda. Kehadiran Pusat Riset, Pelatihan, dan Bisnis Jagung yang baru diresmikan pun diharapkan menjadi motor inovasi.

"Pertanian masa depan adalah pertanian modern. Dengan dukungan teknologi dan mekanisasi, sektor ini mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi generasi muda," tutur Budi.

Ia juga mengingatkan pentingnya transfer ilmu dari para petani senior sebagai garda terdepan kepada generasi muda demi keberlanjutan sektor ini.

Budi berharap pemerintah terus konsisten memfasilitasi kebutuhan petani, mulai dari alat pertanian, benih, hingga pupuk agar profesi petani semakin memikat bagi anak muda. (Antara)

×
Zoomed
TERKINI

Wamenkeu Suahasil Nazara melantik 17 pejabat baru DJP, DJBC, dan Sekretariat KSSK untuk menuntaskan target APBN 2026 dan...

news | 15:49 WIB

KPK mengimbau pejabat baru dilantik Presiden Prabowo Subianto dan pejabat purnatugas segera melaporkan LHKPN paling lamb...

news | 15:45 WIB

Kementerian ESDM menerapkan metode 'hunting' untuk mengamankan stok BBM nasional akibat dampak konflik Timur Tengah. Pem...

news | 14:15 WIB

KPK memanggil Direktur Fasilitas Kepabeanan Bea Cukai Susila Brata sebagai saksi kasus dugaan korupsi Bea Cukai hasil pe...

news | 13:46 WIB

Presiden Prabowo Subianto menegaskan kekuatan TNI tidak hanya dari senjata dan anggaran, melainkan jiwa rela berkorban p...

news | 13:42 WIB