Budisatrio Djiwandono Ajak Generasi Muda Ambil Peran dalam Ketahanan Pangan
matamata.com - Ketua Umum Pemuda Tani Indonesia, Budisatrio Djiwandono, mengajak generasi muda untuk mengambil peran lebih besar dalam mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. Menurutnya, pembangunan sektor pertanian tidak bisa berjalan sendiri, melainkan butuh kolaborasi multisektor.
"Kolaborasi antara pemerintah, Polri, TNI, sektor swasta, dan para petani merupakan wujud nyata komitmen bersama untuk membangun pertanian Indonesia," kata Budisatrio dalam acara Festival Jagung Nusantara di Jatiuwung, Kota Tangerang, Jumat (3/7/2026).
Budisatrio menilai, kebijakan pemerintah saat ini sudah berpihak kepada petani. Mulai dari stabilitas harga, penyediaan pupuk, hingga kebijakan harga yang menguntungkan, yang secara langsung berdampak positif pada produktivitas nasional.
Oleh karena itu, ia menginstruksikan seluruh jajaran Pemuda Tani dari pusat hingga daerah untuk mengawal program prioritas ini.
Salah satu langkah konkret yang didorong adalah pemanfaatan lahan tidur atau lahan tidak produktif.
"Kehadiran kami tidak hanya sebatas seremonial, tetapi ingin memberikan manfaat nyata. Jagung merupakan komoditas strategis selain beras dan kedelai yang vital bagi ketahanan pangan," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Budi juga mengapresiasi capaian produksi jagung nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung kering nasional dengan kadar air 14 persen pada tahun 2025 mencapai 16,16 juta ton. Angka ini meningkat sekitar 6,74 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Demi menjaga tren positif tersebut, ia menekankan pentingnya penguatan ekosistem pertanian lewat penyediaan benih unggul, teknologi modern, serta peningkatan kapasitas petani muda. Kehadiran Pusat Riset, Pelatihan, dan Bisnis Jagung yang baru diresmikan pun diharapkan menjadi motor inovasi.
"Pertanian masa depan adalah pertanian modern. Dengan dukungan teknologi dan mekanisasi, sektor ini mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi generasi muda," tutur Budi.
Ia juga mengingatkan pentingnya transfer ilmu dari para petani senior sebagai garda terdepan kepada generasi muda demi keberlanjutan sektor ini.
Budi berharap pemerintah terus konsisten memfasilitasi kebutuhan petani, mulai dari alat pertanian, benih, hingga pupuk agar profesi petani semakin memikat bagi anak muda. (Antara)