Menko Polkam Tinjau Gudang Bulog Sumut: Stok Beras Aman 44 Ribu Ton
matamata.com - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago meninjau Gudang Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara di Medan, Jumat (3/7/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan cadangan beras di wilayah tersebut mencukupi kebutuhan masyarakat.
"Hari ini saya melihat cadangan beras yang ada di Sumatera Utara, dan saya yakinkan stoknya sangat mencukupi," ujar Djamari di Medan.
Djamari meminta masyarakat tidak perlu khawatir karena cadangan pangan pokok di Sumut dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan hingga delapan bulan ke depan. Ia menegaskan, ketahanan pangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan nasional.
Oleh karena itu, pengelolaan cadangan beras pemerintah harus dilakukan secara profesional, akuntabel, dan didukung sinergi yang kuat antarkementerian dan lembaga.
"Ketersediaan pangan yang terjaga akan memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus memperkuat stabilitas nasional," ucap Djamari.
Sementara itu, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, mengungkapkan bahwa saat ini stok beras di Gudang Bulog Sumut mencapai 44.780 ton. Jumlah ini dipastikan akan terus bertambah sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Stok itu juga diperkuat dengan adanya penambahan 7.000 ton dari Aceh maupun Jakarta untuk mempertebal cadangan di gudang Sumut," kata Budi.
Budi menambahkan, keberhasilan menjaga swasembada pangan ini tidak lepas dari sinergi dengan TNI dan Polri dalam mengamankan jalur pangan di daerah.
Untuk menjaga mutu, Bulog Sumut rutin melakukan pengecekan berkala di gudang-gudang penyimpanan. Langkah ini krusial untuk memastikan kualitas beras tetap terjaga sebelum didistribusikan ke masyarakat.
“Pengecekan kualitas beras dilakukan secara berkala demi memastikan masyarakat memperoleh beras yang aman dan layak konsumsi,” tuturnya.
Teknis perawatan yang dilakukan meliputi pengendalian hama setiap bulan serta fumigasi setiap tiga bulan sekali di dalam gudang penyimpanan. Selain itu, pemeriksaan laboratorium juga dilaksanakan setiap enam bulan sekali.
"Pemeriksaan laboratorium ini bertujuan untuk mengetahui kadar kimia, residu, serta tingkat kelayakan beras sebelum dikonsumsi," pungkas Budi. (Antara)