Imbas Konflik Timur Tengah, Australia hingga Brasil Antre Minta Pupuk ke Indonesia

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan dampak konflik Timur Tengah membuat banyak negara, mulai dari Australia hingga Brasil, meminta bantuan pasokan pupuk dan beras dari Indonesia.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 16 Mei 2026 | 13:46 WIB
Presiden Prabowo Subianto (tengah) meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). ANTARA/Fathur Rochman

Presiden Prabowo Subianto (tengah) meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). ANTARA/Fathur Rochman

Matamata.com - Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa banyak negara kini meminta bantuan pasokan pupuk dari Indonesia. Permintaan ini melonjak di tengah ketegangan konflik di Timur Tengah yang mengganggu jalur distribusi energi dan bahan baku pupuk dunia.

"Sekarang saya dapat laporan dari Menteri Pertanian, banyak negara minta pupuk dari Indonesia. Kita tidak euforia, kita tidak sombong, tapi kita berada sekarang di pihak yang bisa memberi bantuan," ujar Prabowo saat kunjungan kerja di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), yang dipantau melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

Prabowo menjelaskan, eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi memicu penutupan Selat Hormuz. Jalur laut strategis tersebut sangat vital bagi logistik dunia karena dilewati oleh sekitar 20 persen pasokan bahan bakar minyak (BBM) global.

Terganggunya jalur ini otomatis memukul produksi pupuk dunia yang mayoritas berbahan baku minyak dan gas bumi, termasuk jenis urea. Di tengah krisis itulah, Indonesia hadir menjadi penyelamat pasokan bagi sejumlah negara.

Presiden mengungkapkan, negara-negara yang telah mengajukan permintaan pasokan pupuk kepada Indonesia di antaranya adalah Australia, Filipina, India, Bangladesh, hingga Brasil.

"Australia minta tolong kita, kita jual ke Australia 500 ribu ton urea. Filipina juga minta ke kita, kemudian India minta ke kita, Bangladesh minta ke kita, Brasil minta ke kita. Perintah saya, bantu semua," tegas Kepala Negara.

Selain pupuk, Prabowo mengklaim bahwa sejumlah negara luar juga mulai mengantre untuk membeli beras dari Indonesia. Menurutnya, ketertarikan negara-negara tersebut tidak lepas dari keberhasilan Indonesia dalam menggenjot sektor pertanian nasional menuju swasembada pangan.

Atas capaian ini, Presiden menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang mengawal sektor pertanian, termasuk Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

"Terima kasih semua pihak. Untung kita punya Menteri Pertanian yang hebat karena dia memang anaknya petani," pungkas Prabowo. (Antara)

Baca Juga: Polri Siapkan 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk Diresmikan Presiden Prabowo

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kemkomdigi berencana mewajibkan penggunaan nomor telepon seluler saat registrasi akun media sosial. Simak alasan Menkomd...

news | 16:26 WIB

Badan Gizi Nasional (BGN) instruksikan SPPG utamakan produk pangan dan telur lokal dalam Program Makan Bergizi Gratis (M...

news | 16:22 WIB

Komisi III DPR RI mendesak polisi segera mengusut kasus dugaan penganiayaan PRT berinisial H oleh mantan istri komedian ...

news | 16:16 WIB

Mendagri Tito Karnavian meminta pemda waspada terhadap dampak geopolitik global, terutama lonjakan harga minyak dan kurs...

news | 14:51 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menjamin anggaran alutsista dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan mengganggu str...

news | 14:28 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa respons keras kritik The Economist. Ia menegaskan defisit APBN dan utang RI jauh lebih sehat...

news | 14:12 WIB

Kemensos menargetkan investigasi internal dugaan markup pengadaan sepatu Sekolah Rakyat rampung dalam 3 pekan. Dua pejab...

news | 10:43 WIB

Presiden Prabowo resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Jatim dan Jateng. Menkop Ferry Juliantono tegaskan koperasi...

news | 10:36 WIB

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mendukung perubahan nama prodi Teknik menjadi Rekayasa oleh Kemendiktisa...

news | 10:15 WIB

Kemendikdasmen resmi menerbitkan SE Nomor 7 Tahun 2026 terkait penugasan guru non-ASN. Kebijakan ini membawa angin segar...

news | 09:15 WIB