Tekan Impor Baja, PT Tata Metal Lestari Bangun Pabrik Berteknologi Hijau di Purwakarta

Kemenperin dukung pembangunan fasilitas CGL 2 PT Tata Metal Lestari di Purwakarta untuk perkuat ekosistem baja nasional dan kurangi ketergantungan impor.

Elara | MataMata.com
Senin, 26 Januari 2026 | 17:00 WIB
Direktur Industri Logam Kemenperin Dodiet Prasetyo saat groundbreaking fasilitas CGL 2, Kirin Project di Purwakarta, Jawa Barat, Senin (26/1/2026) (ANTARA/Muzdaffar Fauzan)

Direktur Industri Logam Kemenperin Dodiet Prasetyo saat groundbreaking fasilitas CGL 2, Kirin Project di Purwakarta, Jawa Barat, Senin (26/1/2026) (ANTARA/Muzdaffar Fauzan)

Matamata.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) optimistis kehadiran fasilitas Continuous Galvanizing Line (CGL) 2 milik PT Tata Metal Lestari di Purwakarta, Jawa Barat, akan memperkuat ekosistem industri baja nasional dari hulu hingga hilir. Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah domestik serta mendongkrak daya saing produk lokal di pasar global.

"Dengan adanya Proyek CGL 2 yang menggunakan teknologi dari Tenova, Italia, kami berharap terjadi penguatan ekosistem yang meningkatkan nilai tambah di dalam negeri," ujar Direktur Industri Logam Kemenperin, Dodiet Prasetyo, saat acara groundbreaking fasilitas CGL 2 "Kirin Project" di Purwakarta, Senin (26/1).

CGL merupakan teknologi pelapisan baja secara terus-menerus berbasis zinc magnesium dan zinc aluminium magnesium. Teknologi ini mampu meningkatkan usia pakai baja hingga empat kali lipat dibandingkan produk konvensional.

Selain unggul dari sisi ketahanan, fasilitas ini dilengkapi dengan pemanas (burner) berbasis hidrogen yang rendah emisi. Hal ini sejalan dengan arah pengembangan industri hijau di Indonesia. "Proyek ini tentu akan meningkatkan daya saing nasional, menciptakan lapangan kerja, serta memberdayakan ekonomi lokal," tambah Dodiet.

Memperkuat Industri Antara VP of Operations PT Tata Metal Lestari, Stephanus Koeswandi, menjelaskan bahwa pembangunan CGL 2 adalah komitmen perusahaan dalam memperkuat industri antara (midstream). Menurutnya, sektor ini memiliki peran krusial sebagai jembatan antara industri hulu dan hilir.

"Jika sektor midstream tidak kompetitif, rantai pasok akan rapuh dan ketergantungan pada impor akan terus tinggi," kata Stephanus.

Saat ini, PT Tata Metal Lestari telah mengekspor produk baja lapis ke 25 negara, termasuk menembus pasar Amerika Serikat dan Eropa yang dikenal memiliki standar kualitas ketat. Pembangunan fasilitas baru ini merupakan bagian dari peta jalan perusahaan untuk mencapai kapasitas produksi 2,5 juta ton baja lapis dalam 10 tahun ke depan.

Fasilitas CGL 2 di Purwakarta ini memiliki kapasitas produksi 250 ribu ton per tahun. Jumlah tersebut akan melengkapi produksi CGL 1 di Cikarang, sehingga total kapasitas produksi perusahaan mencapai 500 ribu ton baja lapis per tahun.

Untuk mendukung kinerja industri baja, Kemenperin terus mengoptimalkan kebijakan strategis seperti pemberlakuan SNI wajib, pengutamaan Produk Dalam Negeri (P3DN), insentif fiskal, serta fasilitas Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT). (Antara)

Baca Juga: Gibran di UKSW: Anak Muda Harus Kuasai Coding dan AI Agar Tak Sekadar Jadi Penonton

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo meminta pemudik hubungi Hotline 110 jika ada gangguan keamanan. Polri juga gunakan S...

news | 14:52 WIB

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa s...

news | 14:49 WIB

Dubes Arab Saudi untuk Indonesia menegaskan posisi Saudi yang memilih jalur diplomasi dalam konflik Timur Tengah dan men...

news | 12:30 WIB

Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi keras kepada para pengusaha batu bara dan minyak sawit mentah (Crude Palm...

news | 07:00 WIB

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melaporkan kondisi ketahanan pangan nasional yang menguat signifikan kepa...

news | 06:45 WIB

Ahli forensik Rismon Sianipar mengakui keaslian ijazah Jokowi dan Gibran setelah penelitian 3 bulan. Ia mengajak Roy Sur...

news | 16:38 WIB

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menerima kunjungan Director of Public Policy Meta untuk Asia Te...

news | 16:34 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengisyaratkan defisit APBN 2026 bisa tembus di atas 3 persen PDB akibat lonjakan harga miny...

news | 14:15 WIB

Momen hangat Wapres Gibran Rakabuming memeluk Rismon Sianipar di Istana usai permohonan maaf terkait isu ijazah Jokowi. ...

news | 13:15 WIB

KPK ungkap modus Gus Alex (Stafsus Menag) yang arahkan pejabat Kemenag longgarkan aturan haji T0. Kerugian negara mencap...

news | 12:00 WIB