Indonesia Siapkan 20.000 Personel dan Dukungan Medis untuk Misi Gaza

Tentara Nasional Indonesia (TNI) sedang menyiapkan peralatan medis dan fasilitas pendukung bagi pasukan penjaga perdamaian yang direncanakan dikirim ke Gaza. Informasi tersebut disampaikan Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal Freddy Ardianzah,

Elara | MataMata.com
Minggu, 16 November 2025 | 14:00 WIB
Archives: Head of the Indonesian National Armed Forces Information Center (Puspen) Major General TNI Freddy Ardianzah during rehearsal of the TNI Anniversary at Monas, Central Jakarta, Friday (October 3, 2025). ANTARA/Walda Marison.

Archives: Head of the Indonesian National Armed Forces Information Center (Puspen) Major General TNI Freddy Ardianzah during rehearsal of the TNI Anniversary at Monas, Central Jakarta, Friday (October 3, 2025). ANTARA/Walda Marison.

Matamata.com - Tentara Nasional Indonesia (TNI) sedang menyiapkan peralatan medis dan fasilitas pendukung bagi pasukan penjaga perdamaian yang direncanakan dikirim ke Gaza. Informasi tersebut disampaikan Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal Freddy Ardianzah, Sabtu.

TNI mengajukan rencana pengerahan sekitar 20.000 personel, yang akan difokuskan pada pelayanan kesehatan serta satuan Zeni Konstruksi.

“Persiapan meliputi rumah sakit lapangan, peralatan medis darurat, ambulans, kebutuhan air bersih dan sanitasi, serta kemampuan konstruksi, termasuk peralatan berat dan sarana rekonstruksi,” ujar Freddy.

Ia menambahkan, perlengkapan teknis itu nantinya digunakan untuk membangun fasilitas umum bagi warga di daerah terdampak.

Para personel yang dipilih memiliki pengalaman dalam misi penjaga perdamaian dan akan mengikuti pelatihan tambahan guna memastikan kesiapan operasi.

TNI saat ini menunggu persetujuan dari pemerintah Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebelum pengerahan dilakukan.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan dua opsi untuk mendapatkan otorisasi pengiriman pasukan ke Gaza.

“Ada dua alternatif. Salah satunya melalui mekanisme di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” ujar Sjafrie di Jakarta Pusat, Jumat.

Indonesia sebelumnya telah bekerja sama dengan PBB dalam misi penjaga perdamaian di Afrika dan Lebanon.

Sjafrie menuturkan bahwa persetujuan pengerahan memerlukan koordinasi tingkat kepala negara serta dukungan negara-negara yang berperan dalam penanganan konflik Gaza.

Baca Juga: Isi Soundtrack Film, Audy Uwais Hadirkan Lagu 'Nyanyian Timur'

“Jika negara-negara Arab seperti Arab Saudi, Yordania, Mesir, Qatar, dan Uni Emirat Arab menyetujui, Indonesia siap berpartisipasi,” katanya. Ia menambahkan bahwa Israel, sebagai pihak terkait, juga harus memberikan persetujuan.

Rencana pengiriman pasukan tersebut mencerminkan komitmen Indonesia dalam mendukung upaya perdamaian internasional dan bantuan kemanusiaan melalui kesiapan militer yang terintegrasi dengan dukungan medis serta rekonstruksi bagi warga sipil di wilayah konflik.

Pejabat TNI menegaskan bahwa misi yang diusulkan diharapkan dapat berjalan efektif, terkoordinasi, dan responsif terhadap kebutuhan keamanan maupun kemanusiaan. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

TNI AL gelar latihan Operasi Pertahanan Pantai di Sungailiat, Bangka Belitung. Libatkan 9 KRI, 7 pesawat, dan 1.443 pers...

news | 12:43 WIB

GP Ansor lakukan panen padi organik dan tanam 3.000 bibit kelapa di Blora untuk dukung ketahanan pangan nasional dan pro...

news | 12:36 WIB

Pertamina menambah 1,09 juta tabung LPG 3 kg di Jawa Timur untuk menjamin stok selama libur Imlek dan jelang Ramadan 144...

news | 11:15 WIB

Anggota DPR Abdullah meluruskan pernyataan Jokowi soal revisi UU KPK. Sesuai Pasal 20 UUD 1945, UU KPK 2019 adalah hasil...

news | 09:15 WIB

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa membagikan 290 paket sembako bagi ojol dan marbot di Surabaya guna meringankan b...

news | 07:00 WIB

Dubes Iran Mohammad Boroujerdi menyatakan kesiapan perusahaan Iran mendukung visi Astacita Presiden Prabowo, khususnya d...

news | 18:15 WIB

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) memperingatkan kader dan pejabat PAN agar tidak sombong dan rajin turun ke rakyat...

news | 17:51 WIB

Presiden Prabowo peringatkan pengganggu kemajuan Indonesia: "We are not stupid!". Presiden ungkap bukti keberhasilan swa...

news | 11:45 WIB

Menbud Fadli Zon menyebut Imlek Festival 2026 di Lapangan Banteng sebagai simbol akulturasi. Simak jadwal dan rangkaian ...

news | 10:30 WIB

Presiden Prabowo peringatkan aparat penegak hukum agar tidak menggunakan hukum untuk menjatuhkan lawan politik. Simak ko...

news | 09:30 WIB