Kisah Inspiratif Ryan Adriandhy: Bertahan dari ADHD dan Bullying Sejak Kecil, Kini Sukses Menginspirasi

Komika dan penulis Ryan Adriandhy belum lama ini membagikan kisah hidupnya yang penuh tantangan saat masa kecil.

Elara | MataMata.com
Senin, 05 Mei 2025 | 20:30 WIB
(Foto: Ist)

(Foto: Ist)

Matamata.com - Komika dan penulis Ryan Adriandhy belum lama ini membagikan kisah hidupnya yang penuh tantangan saat masa kecil. Melalui berbagai kesempatan, Ryan secara terbuka menceritakan perjuangannya melawan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) serta pengalaman pahit menjadi korban perundungan atau bullying selama bersekolah.

Pengakuan tersebut tak hanya membuka mata publik, tapi juga memberikan inspirasi bagi banyak orang yang mengalami situasi serupa. Ryan mengisahkan masa-masa sekolahnya yang dipenuhi dengan kesulitan fokus akibat ADHD.

Ia menyadari sejak kecil bahwa dirinya kerap kesulitan untuk mengikuti pelajaran di kelas. Bukan hanya itu, dorongan untuk terus bergerak dan berbicara pun sulit dibendung.

“Saya suka ngobrol sendiri atau bahkan mendadak berdiri di tengah pelajaran,” tutur Ryan seperti dikutip dari berbagai sumber.

Gangguan yang dialaminya seringkali membuat Ryan menjadi sasaran empuk perundungan oleh teman-temannya. Ia kerap dijuluki anak nakal atau dianggap tak bisa diatur. Tidak jarang, perlakuan ini membuat Ryan merasa terasing dan kurang percaya diri.

“Dulu waktu sekolah, saya sering dibully karena nggak bisa duduk tenang. Jadi bahan olok-olok teman, katanya saya nggak bisa diem,” ungkapnya.

(Foto: Ist)
(Foto: Ist)

 

Stigma terhadap ADHD belum sebanyak sekarang, sehingga Ryan mengaku tidak mendapatkan pemahaman ataupun dukungan yang cukup, baik dari lingkungan sekolah maupun sekitarnya.

Banyak orang menganggap perilakunya dilandasi kenakalan, padahal ia sendiri berjuang untuk tetap fokus belajar. Tidak jarang ia harus menerima hukuman guru karena dianggap mengganggu suasana kelas.

“Saya dipandang anak nakal, sering kena hukuman. Padahal saya juga bingung kenapa nggak bisa fokus kaya teman-teman lain,” ujar Ryan.

Baca Juga: Gading Marten Tak Hadir di Pernikahan Luna Maya dan Maxime Bouttier, Ternyata Ada Alasan Tersendiri

Tekanan demi tekanan yang diterima, baik dari teman sebaya maupun guru, sempat membuat Ryan merasa minder dan kesulitan mengembangkan potensinya.

Namun, berkat dukungan keluarga serta keinginannya untuk bangkit, Ryan perlahan mulai belajar menerima kondisi dan mencari cara untuk menyesuaikan diri.

Ia mencari tahu lebih dalam tentang ADHD dan terus mengasah minatnya di bidang kreatif, terutama menulis dan stand up comedy. Dari situ, Ryan perlahan menemukan kepercayaan dirinya yang sempat terkikis akibat perundungan.

“Saya mulai berdamai dengan diri sendiri saat tahu ADHD itu bukan aib. Justru dari kekurangan ini, saya coba alihkan energi ke hal yang positif, seperti menulis dan komedi,” jelasnya.

Kini, Ryan Adriandhy dikenal sebagai sosok yang berhasil mengubah tantangan menjadi kekuatan, bahkan menjadi inspirasi bagi banyak orang.

(Foto: Ist)
(Foto: Ist)

 

Dalam pesannya, Ryan berharap agar masyarakat semakin memahami bahwa kondisi kesehatan mental seperti ADHD bukanlah sesuatu yang bisa dijadikan bahan ejekan atau justifikasi untuk melakukan bullying.

“Harusnya lebih banyak yang peduli dan paham, supaya anak-anak yang punya kondisi seperti saya dulu bisa meraih potensi, bukan malah dikecilkan,” tegasnya.

Dengan keterbukaan dan kisah perjuangannya, Ryan berharap dapat mendorong anak-anak lain serta keluarga mereka untuk tidak menyerah dan tetap berjuang di tengah keterbatasan.

“Kalau kita terima diri sendiri dan dapat support yang tepat, pasti bisa berkembang. Jangan biarkan omongan orang lain membatasi langkah kita,” tutupnya.

Kisah hidup Ryan Adriandhy menjadi pengingat pentingnya kepedulian lingkungan terhadap isu kesehatan mental di kalangan pelajar, sekaligus contoh nyata bahwa segala tantangan bisa diatasi dengan keberanian, penerimaan diri, dan dukungan yang tepat.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menbud Fadli Zon menegaskan momentum Iduladha 1447 H harus memperkuat solidaritas sosial. Kementerian Kebudayaan salurka...

news | 14:02 WIB

Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Polri mengusut tuntas sindikat penipuan jual-beli titik SPPG Makan Bergizi Gratis yang...

news | 13:59 WIB

Presiden Prabowo Subianto menyumbang sapi kurban jumbo seberat 1,2 ton untuk warga terdampak banjir di Dayeuhkolot, Kabu...

news | 13:55 WIB

Menteri Agama Nasaruddin Umar memastikan sistem penyembelihan hewan kurban Idul Adha 2026 di Masjid Istiqlal ramah lingk...

news | 11:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto membeli sapi kurban jenis Limousin seberat 950 kg dari peternak lokal PPU untuk disalurkan pad...

news | 10:09 WIB

Indonesia surplus gas 2.500 MMCSFD. Kementerian ESDM dorong penggunaan LNG ritel dengan tabung VGL untuk substitusi BBM ...

news | 10:03 WIB

Presiden AS Donald Trump menyatakan stok uranium Iran harus diserahkan ke AS atau dimusnahkan, seiring rumor kesepakatan...

news | 09:30 WIB

Presiden Iran Masoud Pezeshkian resmi memerintahkan pemulihan total akses internet pasca-pembatasan ketat akibat gelomba...

news | 08:45 WIB

Wamentan Sudaryono menegaskan pemerintah menutup rapat keran impor beras dan fokus meningkatkan produksi pangan dalam ne...

news | 07:15 WIB

Wamentan Sudaryono menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sukses mendongkrak serapan komoditas pertanian lokal da...

news | 06:00 WIB