Nana Mirdad Ungkap Kekhawatiran Usai Pakai Paylater: Merasa Diteror dan Kaget Data Kredit Terdampak BI Checking

Artis Nana Mirdad menjadi sorotan setelah membagikan pengalaman kurang menyenangkan ketika mencoba layanan paylater.

Elara | MataMata.com
Senin, 05 Mei 2025 | 19:30 WIB
Potret liburan Nana Mirdad dan Andrew White di Swiss. (Instagram/@nanamirdad_)

Potret liburan Nana Mirdad dan Andrew White di Swiss. (Instagram/@nanamirdad_)

Matamata.com - Artis Nana Mirdad menjadi sorotan setelah membagikan pengalaman kurang menyenangkan ketika mencoba layanan paylater.

Lewat media sosial, putri dari pasangan Jamal Mirdad dan Lydia Kandou ini mengaku sangat terkejut karena merasa "diteror" oleh penagih utang setelah menggunakan fasilitas pembayaran tersebut.

Nana juga mengungkap kegelisahannya setelah mengetahui bahwa penggunaan paylater ternyata bisa berimbas pada riwayat kredit—atau sering dikenal dengan BI Checking.

Nana Mirdad menceritakan bahwa awalnya ia tertarik menggunakan paylater karena kemudahannya. Namun, tanpa disangka, keputusan itu justru membuatnya harus menghadapi tekanan yang tidak diduga-duga.

Ia menceritakan, ketika melewati batas tempo pembayaran, pihak penagih langsung menghubungi dan mengingatkan secara intens, terasa seperti menghadapi perusahaan pinjaman online (pinjol) yang selama ini dikenal cukup agresif menagih utang.

“Jujur, aku awalnya nggak kepikiran bakal seperti ini. Begitu terlambat membayar, telepon langsung berdering berkali-kali, WhatsApp masuk terus. Suasananya jadi kayak kita terjerat pinjol,” ujar Nana, mengungkapkan kekesalannya.

Ia pun merasa tidak nyaman dengan cara penagihan yang dilakukan, walaupun jumlah nominal yang terlambat dibayar sebenarnya tidak terlalu besar.

Transformasi Nana Mirdad (instagram/@nanamirdad_)
Transformasi Nana Mirdad (instagram/@nanamirdad_)

 

Lebih dari itu, Nana merasa masalahnya bertambah setelah menyadari bahwa penggunaan paylater bisa berdampak pada skor kredit yang tercatat di lembaga keuangan dan terlihat dalam BI Checking.

Ia mengaku cukup kaget setelah mengetahui informasi ini, karena awalnya ia mengira fasilitas paylater hanya sebatas alat pembayaran praktis tanpa konsekuensi besar dalam catatan keuangan pribadi.

Baca Juga: Gading Marten Tak Hadir di Pernikahan Luna Maya dan Maxime Bouttier, Ternyata Ada Alasan Tersendiri

“Aku baru tahu ternyata informasi soal keterlambatan pembayaran paylater itu bisa muncul di BI Checking. Ini artinya, kalau sampai berpengaruh buruk, nantinya bisa susah mengajukan kredit atau KPR,” ungkap Nana Mirdad.

Menurutnya, hal ini harus menjadi perhatian bagi masyarakat yang banyak tergiur kemudahan bertransaksi dengan paylater, namun kurang memahami risiko di baliknya.

Nana juga menyampaikan keprihatinannya atas banyaknya masyarakat yang belum paham dampak paylater terhadap skor kredit individunya. Ia berharap agar semua orang, terutama generasi muda yang aktif menggunakan fasilitas digital, mulai lebih waspada dan bijak dalam memilih metode pembayaran.

“Jangan cuma lihat gampangnya saja, tapi harus dipikirkan juga risikonya ke depan. Apalagi buat yang belum pernah cek BI Checking, bisa-bisa urusan paylater ini berpengaruh ke masa depan keuangan kalian. Jangan sampai menyesal kayak aku, sudah diteror, data kredit juga kena dampaknya,” tegas Nana memberi peringatan.

Potret liburan Nana Mirdad dan Andrew White di Swiss. (Instagram/@nanamirdad_)
Potret liburan Nana Mirdad dan Andrew White di Swiss. (Instagram/@nanamirdad_)

 

Fenomena ini, menurut Nana, sebaiknya menjadi alarm bagi para pengguna layanan keuangan digital agar selalu membaca syarat dan ketentuan dengan seksama sebelum menggunakan fitur seperti paylater.

Ia menekankan pentingnya disiplin membayar tepat waktu dan mengetahui segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Pengalaman Nana Mirdad menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat agar lebih waspada.

Layanan paylater memang memberikan kemudahan, tetapi harus disertai dengan pengelolaan keuangan yang cermat dan kesadaran atas dampaknya terhadap catatan kredit.

Informasi yang jelas serta edukasi keuangan digital pun dinilai Nana semakin penting di tengah maraknya penggunaan layanan teknologi finansial.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Wapres Gibran Rakabuming Raka melepas 150 alumni LPDP Pejuang Digital untuk mempercepat transformasi teknologi di sekola...

news | 09:38 WIB

Polisi ungkap motif kasus penyiraman air keras di Tambun Bekasi. Pelaku PBU mengaku dendam sejak 2018 karena masalah sep...

news | 09:15 WIB

Kemensos menyalurkan bantuan Rp11,70 miliar untuk korban bencana di Agam, Sumbar. Bantuan mencakup jaminan hidup Rp1,45 ...

news | 08:15 WIB

KPK dalami aliran uang pendaftaran perangkat desa dalam kasus dugaan pemerasan Bupati Pati nonaktif Sudewo. Enam saksi d...

news | 07:00 WIB

Menko Muhaimin Iskandar mendorong BUMN gunakan dana CSR untuk cetak lulusan SMK berstandar global. Sebanyak 200 PMI resm...

news | 06:00 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon melantik 11 pejabat baru dan menginstruksikan pemangkasan prosedur birokrasi demi efisiensi...

news | 15:30 WIB

KPK menyebut pengusaha Muhammad Suryo mangkir dari panggilan saksi terkait kasus korupsi Bea Cukai. Simak kronologi dan ...

news | 14:15 WIB

Kemkomdigi melaporkan 100 persen layanan telekomunikasi di Sulawesi Utara pulih dalam 24 jam pascagempa M 7,6 di Bitung....

news | 13:15 WIB

DK PBB segera voting resolusi pengamanan Selat Hormuz 3 April 2026. Resolusi mencakup izin penggunaan kekuatan militer u...

news | 12:15 WIB

Pemerintah Indonesia berkoordinasi dengan PBB untuk mempercepat pemulangan jenazah tiga prajurit TNI yang gugur akibat s...

news | 11:15 WIB