Bahaya Wewangian dan Deterjen Bagi Kelamin, Ini Penjelasan Dokter Spesialis

Penggunaan wewangian dan deterjen bisa menyebabkan iritasi kelamin dan menimbulkan rasa gatal.

Riki Chandra | MataMata.com
Sabtu, 13 Januari 2024 | 17:21 WIB
Bahaya Wewangian dan Deterjen Bagi Kelamin, Ini Penjelasan Dokter Spesialis

Bahaya Wewangian dan Deterjen Bagi Kelamin, Ini Penjelasan Dokter Spesialis

matamata.com - Penggunaan wewangian dan deterjen bisa menyebabkan iritasi kelamin dan menimbulkan rasa gatal. Hal itu dinyatakan dokter spesialis Dermatologi, Venereologi dan Estetika Divisi Infeksi Menular Seksual KSM Dermatologi dan Venereologi FKUI, Dr. dr. Wresti I, SpD.V.E., Subsp. Ven., M. Epid.

“Kadang ada orang yang ingin area privatnya wangi, sehingga sering menyemprotkan wewangian, ini bisa menyebabkan iritasi atau alergi, dan juga rasa gatal yang dahsyat,” katanya, Sabtu (13/1/2024).

Selain parfum atau wewangian yang disemprotkan secara langsung, pencucian celana dalam yang kurang bersih, sehingga masih menyisakan deterjen dan pewangi yang menempel juga dapat menyebabkan iritasi tersebut.

Wresti menyebut bahwa kulit di area kelamin cukup tipis dan tidak setebal kulit di daerah tubuh lain, sehingga lebih rentan iritasi dan alergi.

Iritasi dan alergi pada area tersebut tentu dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, bahkan dapat menurunkan kualitas hidup seseorang bila tidak diatasi sesegera mungkin.

“Meskipun gatal itu hal yang kelihatannya sepele, ini sebenarnya tidak juga, karena ternyata gatal di daerah kelamin itu bisa mengganggu kualitas hidup seseorang, psikososialnya, kehidupan seksual dengan pasangan, dan juga mengganggu tidur, karena gatal sering muncul malam hari,” ujar Wresti.

Selain karena wewangian, Wresti menjelaskan, gatal pada kelamin juga disebabkan oleh beberapa faktor, seperti inflamasi atau peradangan, hingga infeksi. Inflamasi atau peradangan umumnya disebabkan oleh eksem dan neurodermatitis, kondisi peradangan kulit (dermatitis) kronis jangka panjang akibat kerusakan lapisan terluar kulit.

Sedangkan infeksi, umum disebabkan timbulnya herpes, hingga jamur di area kelamin. Kondisi area kelamin yang sering lembab, dan jarang membersihkan tubuh dapat menjadi pemicu utama.

“Hal ini dapat dialami baik pada perempuan maupun laki-laki. Kalau perempuan biasanya gatal di daerah vulva atau daerah bibir vagina, sedangkan pada laki-laki biasa ditemukan di skrotum atau di kantung buah zakar, yang sekering kali menimbulkan rasa gatal yang hebat,” Wresti menjelaskan.

Gatal pada kelamin yang disebabkan infeksi dan alergi bisa dialami oleh siapapun, tanpa memandang usia maupun jenis kelaminnya. Wresti menyarankan untuk selalu menjaga kebersihan tubuh, rajin mengganti pakaian dan pakaian dalam, mandi dua kali sehari, hingga memastikan untuk mencuci pakaian dengan bersih. (Antara)

Baca Juga: Sama-sama Perankan Milea, Ini 8 Adu Gaya Caitlin Halderman vs Vanesha Prescilla

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

DPR mendesak Kemenkes dan BNPB mengoptimalkan penanganan dampak kesehatan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Kemenkes m...

news | 15:50 WIB

Bapanas mempercepat penyaluran bantuan pangan beras alokasi Juli-September 2026 sebesar 30 kg per penerima untuk menstab...

news | 15:12 WIB

Pemerintah menambah 150 ribu ton SPHP jagung dari stok Bulog untuk menjaga stabilitas harga pakan bagi peternak unggas U...

news | 13:51 WIB

Ketua DPR Puan Maharani mendesak aparat menyelidiki lahan bekas karhutla yang dialihfungsikan jadi kebun sawit. Polri te...

news | 13:15 WIB

Perum Bulog siap salurkan bantuan pangan beras periode Oktober-Desember 2026 sesuai arahan Presiden Prabowo. Stok cadang...

news | 12:45 WIB