Kematian Saleh Arouri Batalkan Niat Hamas Bahas Gencatan Senjata, Perang Lawan Israel Dilanjutkan

Hamas menghentikan pembahasan soal gencatan senjata di Jalur Gaza atau kemungkinan kesepakatan pertukaran sandera dengan Israel.

Riki Chandra | MataMata.com
Rabu, 03 Januari 2024 | 17:58 WIB
Kematian Saleh Arouri Batalkan Niat Hamas Bahas Gencatan Senjata, Perang Lawan Israel Dilanjutkan

Kematian Saleh Arouri Batalkan Niat Hamas Bahas Gencatan Senjata, Perang Lawan Israel Dilanjutkan

matamata.com - Hamas menghentikan pembahasan soal gencatan senjata di Jalur Gaza atau kemungkinan kesepakatan pertukaran sandera dengan Israel. Hal itu dilaporkan sebuah sumber Palestina pada Selasa (2/1/2024).

"Hamas mengatakan kepada mediator keputusannya untuk menghentikan seluruh pembahasan mengenai gencatan senjata Gaza atau pertukaran sandera dengan Israel," ujar sumber tersebut kepada Anadolu.

Keputusan itu diambil setelah wakil pemimpin Hamas Saleh al-Arouri dibunuh dalam serangan drone Israel di kantor Hamas di ibukota Lebanon, Beirut.

Hamas telah memastikan bahwa Arouri dan dua komandan sayap bersenjata mereka Brigade Al-Qassam juga tewas dalam serangan itu, dari enam orang korban jiwa dari kejadian itu.

Arouri adalah pemimpin paling senior Hamas yang tewas oleh Israel sejak meletusnya konflik Gaza pada 7 Oktober.

Israel melancarkan serangan udara dan darat tanpa henti di Jalur Gaza sejak serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober.

Setidaknya 22.185 warga Palestina tewas dan 57.035 lainnya terluka, sebagian besar anak-anak dan wanita, menurut otoritas kesehatan Gaza, sementara hampir 1.200 warga Israel diyakini tewas dalam serangan Hamas.

Serangan gencar Israel telah menyebabkan kehancuran di Gaza, di mana 60 persen infrastruktur di wilayah tersebut rusak atau hancur, dan hampir 2 juta penduduk mengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan.

Sementara itu, seorang petinggi Hamas mengatakan bahwa pembunuhan wakil kepala biro politik Hamas, Saleh Al Arouri, di Beirut membuktikan kegagalan Israel yang memalukan dalam perang di wilayah kantong Palestina, Gaza.

Izzat al-Rishq menegaskan bahwa pembunuhan Arouri semakin memperkuat tekad kelompok perlawanan Palestina itu untuk melanjutkan perlawanan mereka yang berani terhadap rezim Tel Aviv.

“Pembunuhan pengecut oleh rezim Zionis terhadap para pemimpin dan simbol rakyat Palestina di dalam dan di luar Palestina tidak akan berhasil mematahkan tekad dan ketabahan bangsa kami dan menghentikan perlawanan berani mereka,” kata al-Rishq. (Antara)

×
Zoomed
TERKINI

DPR RI bakal berkoordinasi dengan pemerintah merespons usulan perpanjangan masa jabatan kepala desa (Kades AMJ) demi efi...

news | 13:07 WIB

KPK memanggil Kepala Perum Bulog Jateng dan 37 saksi terkait dugaan korupsi bansos beras PKH Kemensos yang merugikan neg...

news | 12:09 WIB

Pemprov DKI Jakarta mengecek langsung penerima bansos di lapangan guna memastikan bantuan tepat sasaran di masa transisi...

news | 10:45 WIB

Menhut Raja Juli Antoni meminta petugas tak lengah meski hotspot karhutla di Ketapang turun. Kemenhut juga menyegel laha...

news | 10:15 WIB

Dokter RSUD Kota Tangerang ingatkan bahaya abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang bisa picu peradangan paru-paru dan ses...

news | 09:56 WIB