Abimana dan Morgan Oey Ceritakan Rumitnya Syuting Laga 15 Menit di Ghost in the Cell

Abimana Aryasatya dan Morgan Oey ceritakan sulitnya syuting adegan laga 15 menit tanpa jeda di film Ghost in the Cell karya Joko Anwar. Tayang 16 April 2026.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 10 April 2026 | 06:00 WIB
Aktor Abimana Aryasatya menyampaikan penjelasan dalam konferensi pers tentang film

Aktor Abimana Aryasatya menyampaikan penjelasan dalam konferensi pers tentang film "Ghost in the Cell" di Jakarta, Kamis (9/4/2026). ANTARA/Abdu Faisal

Matamata.com - Aktor Abimana Aryasatya dan Morgan Oey membagikan pengalaman menantang saat membintangi film terbaru karya sutradara Joko Anwar, Ghost in the Cell. Salah satu tantangan terberat yang mereka hadapi adalah pengambilan adegan laga sepanjang 15 menit tanpa jeda (one-take shot).

"Cukup menantang karena kami harus mencampur banyak elemen. Kita tidak bisa melihat dari adegan laganya saja, karena secara keseluruhan pengambilan gambarnya sangat panjang," ujar Abimana saat ditemui di Jakarta, Kamis (9/4).

Abimana, yang memerankan karakter Anggoro, menjelaskan bahwa adegan perkelahian massal antar-narapidana di penjara tersebut memakan porsi 14 hingga 15 halaman skrip. Para aktor dituntut untuk tampil prima dan konsisten dari awal hingga akhir tanpa ada pemotongan gambar.

Senada dengan Abimana, Morgan Oey yang berperan sebagai Bimo, mengaku kesulitan saat harus memasukkan unsur komedi di tengah aksi baku hantam.

"Komedi laga itu sangat berbeda dengan adegan laga biasa. Harus ada ekspresi komikal untuk memperkuat kesan komedinya, dan itu cukup sulit. Sejak baca naskah, saya sudah tahu ini akan jadi kerja keras, dan ternyata benar," ungkap Morgan.

Sementara itu, aktor muda Endy Arfian yang memerankan Dimas, mengingatkan bahwa film ini memiliki klasifikasi usia 17 tahun ke atas (Dewasa). Meski demikian, ia sangat merekomendasikan film ini untuk Generasi Z karena pesan sosial yang kuat di dalamnya.

"Saya berharap kaum muda semakin sadar dengan keadaan setelah menyaksikan film ini. Ghost in the Cell sangat spesial bagi saya," kata Endy.

Metafora Sistem Sosial Sutradara Joko Anwar mengungkapkan bahwa pengembangan cerita Ghost in the Cell memakan waktu tujuh tahun, yakni dari 2018 hingga 2025. Cerita ini berangkat dari fenomena sosial yang berkembang di masyarakat.

Joko menggunakan latar penjara sebagai metafora untuk menggambarkan sistem yang membatasi ruang gerak warga, sehingga mereka tidak menyadari realita yang sebenarnya terjadi. Untuk mendukung visi tersebut, tim produksi bahkan membangun set fasilitas lembaga pemasyarakatan fiktif secara mandiri.

"Kami membangun set penjara itu dari awal sampai jadi. Jadi, fasilitas tersebut memang fiktif (khusus untuk film)," tegas Joko.

Baca Juga: Miliki Darah Keturunan Leluhur Ratu Niang, Romo RN Sukses jadi 'Dokter Spritual'

Film Ghost in the Cell dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 16 April 2026. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Badut Gendong adalah film horor-action karya Charles Gozali yang menghadirkan teror menegangkan sekaligus drama emosiona...

life | 14:26 WIB

Para finalis terbaik kembali bertemu di panggung utama untuk memperebutkan gelar juara....

life | 11:06 WIB

Getaran emosinya terasa nyata melalui pengakuan jujur aktris Dinda Kanya Dewi yang tak kuasa menahan haru usai menyaksik...

life | 17:52 WIB

Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan sukses bikin penonton Jogja penuh haru dengan kisah keluarga menghadapi Alzh...

life | 16:24 WIB

Bukan sekadar konser, tetapi ruang kolektif tempat orang-orang berkumpul, bernyanyi bersama, dan menciptakan momen yang ...

life | 14:42 WIB

Drama Pernikahan Zee Asadel dan Emir Mahira yang Jadi Rekomendasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono....

life | 15:51 WIB

Sebanyak 80 UMKM dari berbagai daerah di Indonesia turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, yang terdiri dari berbagai k...

life | 12:39 WIB

KidZania Jakarta menawarkan aktivitas seru untuk anak....

life | 11:49 WIB

Ada beberapa opsi yang bisa Anda pilih untuk menuju pusat kota Kuala Lumpur dari KLIA dan KLIA2 dengan berbagai keunggul...

life | 15:15 WIB

Dari lineup internasional, band pop-punk asal Inggris Neck Deep akan tampil eksklusif di Asia Tenggara....

life | 17:44 WIB