Chapter Jogja 2026 Hadirkan Ruang Pertemuan Seni, Komunitas, dan Pasar dalam Satu Ekosistem

Chapter Jogja lahir sebagai kelanjutan dari semangat Jogja Art Fair.

Yohanes Endra | MataMata.com
Rabu, 24 Juni 2026 | 17:05 WIB
Chapter Jogja 2026. (ist)

Chapter Jogja 2026. (ist)

Matamata.com - Chapter Jogja kembali digelar pada 19–23 Juni 2026 di kawasan SD Tumbuh 2 dan Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta. Memasuki tahun kedua penyelenggaraannya, ajang ini mengusung konsep Unique Art Fair yang tidak hanya berfokus pada transaksi karya seni, tetapi juga menampilkan dinamika ekosistem seni rupa yang berkembang di Yogyakarta.

Chapter Jogja lahir sebagai kelanjutan dari semangat Jogja Art Fair (JAF), sebuah perhelatan yang sebelumnya dikenal memberi ruang bagi seniman untuk mendistribusikan karya sekaligus memperluas jejaring. Namun, penyelenggara menilai perkembangan seni rupa saat ini membutuhkan pendekatan yang lebih luas. Karena itu, Chapter Jogja hadir dengan format yang tidak sekadar mempertemukan seniman dan kolektor, tetapi juga menghubungkan berbagai elemen yang berperan dalam kehidupan seni rupa.

Di tengah maraknya penyelenggaraan art fair di berbagai kota, Chapter Jogja memilih mengambil posisi yang berbeda. Acara ini berupaya memperkenalkan kekuatan utama Yogyakarta sebagai kota seni, yakni keberadaan ekosistem yang tumbuh melalui aktivitas komunitas, pendidikan seni, ruang alternatif, hingga kolaborasi lintas sektor yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Waktu penyelenggaraan yang berdekatan dengan ARTJOG turut menjadi momentum strategis untuk memperluas jangkauan pengunjung. Tingginya minat masyarakat terhadap seni rupa di Yogyakarta menjadi modal penting yang dimanfaatkan untuk mempertemukan publik dengan berbagai pelaku seni dalam satu ruang bersama.

Pada penyelenggaraan tahun ini, sejumlah galeri dari dalam dan luar negeri turut ambil bagian, di antaranya Nadi Gallery dari Jakarta, ArtSociates dari Bandung, Artemis Art Gallery dari Kuala Lumpur, serta Le Gareca Art Gallery dari Yogyakarta. Kehadiran mereka menunjukkan keberagaman pendekatan dalam pengelolaan seni rupa kontemporer, mulai dari galeri yang memiliki jaringan internasional hingga ruang seni yang berkembang dari akar lokal.

Chapter Jogja 2026. (ist)
Chapter Jogja 2026. (ist)

Tidak hanya menghadirkan galeri, Chapter Jogja juga melibatkan berbagai komunitas seni yang selama ini menjadi bagian penting dari perkembangan seni rupa Yogyakarta. Ruang MES 56, Krack! Printmaking Collective, dan Versus Project menjadi beberapa komunitas yang terlibat dalam program tahun ini. Keterlibatan mereka mencerminkan pengakuan terhadap peran komunitas sebagai ruang produksi pengetahuan, eksperimen artistik, serta penguatan jejaring sosial di bidang seni.

Salah satu ciri khas Chapter Jogja adalah kemampuannya mempertemukan beragam aktor dalam ekosistem seni secara setara. Seniman, galeri, komunitas, akademisi, pelaku industri kreatif, kolektor, hingga masyarakat umum memiliki kesempatan untuk berinteraksi, bertukar gagasan, dan membangun kolaborasi baru.

Menurut penyelenggara, kekuatan Yogyakarta tidak hanya terletak pada jumlah kegiatan seni yang berlangsung, tetapi juga pada budaya kolektif yang terus hidup di tengah masyarakatnya. Tradisi berbagi pengetahuan, kerja kolaboratif, dan dukungan antarpelaku seni menjadi modal sosial yang membuat ekosistem seni di kota ini tetap berkembang.

Melalui pendekatan tersebut, Chapter Jogja ingin menghadirkan pengalaman art fair yang lebih komprehensif. Keberhasilan acara tidak semata diukur dari nilai transaksi atau jumlah karya yang terjual, melainkan juga dari lahirnya relasi baru, pertukaran gagasan, serta peluang kerja sama yang dapat berlanjut setelah acara berakhir.

"Yang diwariskan kawasan Jogja National Museum bukan hanya sejarah sebuah institusi, melainkan tradisi sirkulasi kreatif yang mempertemukan seniman, mahasiswa, komunitas, galeri, dan publik dalam hubungan yang terus berkembang dari generasi ke generasi. Chapter Jogja ingin menjadi bagian dari arus tersebut," ujar penyelenggara.

Baca Juga: Pergantian PM Inggris, Keir Starmer Gelar Pertemuan Perdana dengan Andy Burnham

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Mengusung tema ARS LONGA: GENERATIO, ARTJOG mengajak publik melihat kembali hubungan antargenerasi melalui praktik seni....

life | 10:51 WIB

Kemenangan Naga Sembilan menjadi salah satu highlight utama gelaran IHR Piala Paku Alam 2026....

life | 15:27 WIB

Youth Break the Boundaries umumkan pemenang Japan Youth Summit (JYS) 2026 di Osaka, ajang pemuda dunia berinovasi, tukar...

life | 13:24 WIB

Ada 6 faktor atau elemen yang membuat manajemen merasa optimistis untuk perkembangan dan kemajuan bisnis ke depan....

life | 19:20 WIB

Sebagai pembuka trilogi, ARTJOG 2026 mengusung tema Ars Longa: Generatio....

life | 11:53 WIB

Trailer yang ditampilkan bukan hanya menghadirkan jumpscare, tapi membangun rasa tidak nyaman yang perlahan merayap....

life | 11:05 WIB

Penyelenggaraan Piala Paku Alam merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga warisan budaya sekaligus mendorong kemajuan...

life | 14:15 WIB

Kehadiran Aurora Ribero sukses membawa bumbu romansa anak muda yang segar sekaligus penuh dilema emosional....

life | 16:54 WIB

Bukan sekadar tontonan biasa, film ini viral karena berhasil menjelma menjadi pelantang suara bagi setiap anggota keluar...

life | 16:34 WIB

Refleksi Mendalam dari Film "Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan. Siap Tayang 13 mei 2026!...

life | 16:05 WIB