Materi 'Bambu Runcing' Pandji Pragiwaksono Dikritik, Ini Video Lengkapnya

Pandji Pragiwaksono menuturkan banyak hal menarik yang bisa ditemukan di Indonesia.

Yohanes Endra | Rena Pangesti | MataMata.com
Rabu, 05 Mei 2021 | 16:27 WIB
Pandji Pragiwaksono (Instagram/@pandji.pragiwaksono)

Pandji Pragiwaksono (Instagram/@pandji.pragiwaksono)

Matamata.com - Pandji Pragiwaksono mendapatkan kritik dari netizen terkait materi stand up comedy bertema kemerdekaan Indonesia. Padahal salah satu netizen itu hanya berdasarkan pada potongan video.

"Allahu akbar. Nggak kelar-kelar masalah tersinggung gue ye," tulis Pandji Pragiwaksono di Twitter, Rabu (5/5/2021).

Sembari memberikan komentar, Pandji Pragiwaksono turut menyisipkan postingan potongan video saat dirinya menyampaikan materi Stand Up.

"Ada yang bisa jawab nggak? Indonesia lawan penjajah pakai apa? Bambu runcing? Ya nggak mungkin lah," ujar Pandji Pragiwaksono dalam video yang diunggah akun Twitter itu Selasa (4/5/2021).

"Hajarrr Belanda terus sambil bawa bambu runcing. Tar, dus mati gitu. Boro-boro nyampe untuk bisa nusuk, selemparan juga kaga (sudah) ditembak," imbuh Pandji.

Inilah yang akhirnya membuat El******0 mengkritik Pandji Pragiwaksono. Mengatakan bahwa komika 41 tahun itu tengah merendahkan para pejuang.

Pandji Pragiwaksono (Youtube.com/ArmandMaulana)
Pandji Pragiwaksono (Youtube.com/ArmandMaulana)

"Nemu video kayak gini barusan! Kepada Pandji Pragiwaksono, jelaskan maksud dari video ini. Kok saya melihat anda seolah mengolok dan merendahkan para pejuang kita dulu?" kata akun El******0.

Padahal faktanya, ada kalimat pengantar yang membuat Pandji Pragiwaksono sampai mengatakan hal tersebut.

Video tersebut sebenarnya adalah penampilan lawas Pandji Pragiwaksono. Diunggah kanal YouTube Stand Up Kompas TV, 25 September 2020.

Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Diprotes Gegara Materi Stand Up Comedy Bambu Runcing

Isi materi Stand Up Pandji Pragiwaksono

Memulai materi stand upnya, Pandji Pragiwaksono menuturkan banyak hal menarik yang bisa ditemukan di Indonesia. Namun tak menutup kemungkinan ada kekurangan di dalamnya.

"Kurang menghargai orang yang pinter ngomong. (Padahal) Saya yakin, yang membuat Indonesia merdeka adalah gara-gara orang yang pinter ngomong," kata Pandji Pragiwaksono.

Seniman ini kemudian mengambil contoh perjuangan bangsa Indonesia untuk merdeka dan mengusir penjajah.

"Ada yang bisa jawab nggak? Indonesia lawan penjajah pakai apa? Bambu runcing, ya nggak mungkin lah. Hajarrr Belanda terus sambil bawa bambu runcing. Tar, dus mati gitu. Boro-boro nyampe untuk bisa nusuk, selemparan juga kaga (sudah) ditembak," tutur Pandji Pragiwaksono.

Pandji Pragiwaksono. (Youtube/PandjiPragiwaksono)
Pandji Pragiwaksono. (Youtube/PandjiPragiwaksono)

"Kan nggak mungkin kan? Tapi pertanyaannya kemudian, kok kita tahunya Indonesia melawan penjajah dengan bambu runcing?" imbuhnya.

Ternyata kalimat "bambu runcing" itu adalah strategi Bung Karno untuk menyemangati masyarakat mengusir penjajah.

"Bung Karno, pada tanggal 17 Agustus itu memproklamirkan di Pegangsaan Timur, betul? Indonesia kan belum tahu kalau kita merdeka," ujar oaktor kelahiran Singapura ini.

Sebagai pengingat, jaman merdeka dulu belum ada televisi yang bisa menyiarkan secara langsung. Untuk itu Presiden pertama Indonesia tersebut memanfaatkan radio.

"Bung Karno tahu ini harus diberitakan. Setiap malam, beliau pidato di RRI. Membacakan proklamasi, untuk membakar semangat massa. Seperti 'Nih gue di Jakarta, tapi pengin orang-orang di daerah merasa gue ngomong sama dia.'," jelas Pandji.

Agar warga di daerah merasa dekat dengan Bung Karno, sang Presiden pun menganalogikan perlawanan dengan bambu runcing.

"Dia tahu, setiap daerah di Indonesia pasti ada pohon bambu. Maka ketika Bung Karno bilang 'Potong bambu di depan rumahmu, bikin jadi bambu runcing, hajar, usir penjajah dari tanahmu'. Itu orang di seluruh Indonesia, merasa diajak ngomong karena depan rumah mereka ada pohon bambu," paparnya.

Hingga pada akhirnya masyarakat yang mendengar pidato Bung Karno pun bersemangat dan bisa mengusir penjajah dari Indonesia pasca kemerdekaan.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Daft Funk Live dikenal sebagai salah satu tribute act paling prestisius di dunia yang menghadirkan interpretasi live dar...

seleb | 08:00 WIB

Titip Bunda di Surga-Mu di Yogyakarta jadi tontonan penuh haru yang mengingatkan arti kebersamaan keluarga sekaligus aja...

seleb | 14:13 WIB

Bandit adalah film action-crime-drama terbaru yang debut di JAFF 2025, menampilkan kisah kelam penuh ketegangan tentang ...

seleb | 22:12 WIB

Film ini memilih tetap berada di era 2000-an untuk merayakan cinta yang tumbuh di tengah reformasi, surat-surat, dan keh...

seleb | 09:24 WIB

LAKON Indonesia mengangkat kekayaan warisan tenun dari Nusa Tenggara Barat....

seleb | 13:53 WIB

Profil lengkap Rachquel Nesia, aktris cantik yang baru menikah dengan Kevin Royano. Simak perjalanan karier, biodata, da...

seleb | 11:43 WIB

Penting untuk merencanakan perjalanan ke USJ Osaka secara cermat agar pengalaman liburan tetap nyaman dan menyenangkan....

seleb | 13:03 WIB

Gagasan untuk menyorot detail tubuh Reza Rahadian berasal dari sang videografer, Davy Linggar....

seleb | 14:06 WIB

GJLS: Ibuku Ibu-Ibu adalah film yang menyegarkan dan beda dari komedi kebanyakan....

seleb | 16:15 WIB

Luna Maya memilih memakai adat Yogyakarta....

seleb | 21:27 WIB