Seleb

Perjalanan Tere Mualaf: Pertanyakan Yesus sampai Bangun Komunitas Muslim

Batin Tere sempat mengalami pergolakan sehingga ia memutuskan hijrah.

Yohanes Endra

Annisa Theresia Ebenna Ezeria atau Tere. (Instagram/teretorial)
Annisa Theresia Ebenna Ezeria atau Tere. (Instagram/teretorial)

Matamata.com - Tere, seorang penyanyi perempuan yang tenar di tahun 2000-an, mengungkapkan perjalanannya mualaf. Musisi yang bernama lengkap Annisa Theresia Ebenna Ezeria tersebut menjadi muslim pada tahun 2000. Hanya saja, kabar hijrahnya Tere baru ramai diketahui pada sekitar tahun 2018.

Dalam perjalanannya, batin Tere ternyata sempat mengalami pergolakan sehingga ia memutuskan hijrah. Ini terungkap dalam YouTube Kisah Mualaf Dunia - Kisah Para Pencari Kebenaran.

“Saya lahir di dunia ini dengan kondisi orangtua bukan Islam, orang tua saya Nasrani. Keluarga besar saya kebanyakan Katolik, tapi orang tua agamanya Kristen Protestan. Saya sekolah di Susteran Katolik, tapi ketika SMA dan kuliah saya di sekolah umum,” kata perempuan yang kini bernama Annisa Teresia Pardede.

Annisa Theresia Ebenna Ezeria atau Tere. (YouTube/Kisah Mualaf Dunia)
Annisa Theresia Ebenna Ezeria atau Tere. (YouTube/Kisah Mualaf Dunia)

Setelah memperkenalkan sekilas tentang masa kecilnya, Tere menjelaskan bahwa dirinya sejak kecil sering bertanya dan mencari tahu seputar agamanya dengan guru agamanya kala itu, yakni suster.

“Sebenarnya, waktu saya SMP saya pernah mempertanyakan beberapa hal tentang posisi Nabi Isa di dalam Bible (Alkitab). Karena yang jelas Nabi Isa berdoa di taman Getsemani kepada Tuhan. Doanya adalah Bapa Kami, doa kepada Bapa-Nya,” ujar Tere.

Di situlah Tere bertanya-tanya, karena sepanjang yang ia ingat adalah surat Markus menyebutkan bahwa yang harusnya disembah itu adalah Allah yang Esa.

Annisa Theresia Ebenna Ezeria atau Tere (kiri). (Instagram/teretorial)
Annisa Theresia Ebenna Ezeria atau Tere (kiri). (Instagram/teretorial)

“Saya menyampaikan itu pada guru agama saya dulu, yaitu suster, karena saya di kesusteran, maka saya tanyakan itu pada suster. Dan ketika saya tanyakan kenapa Yesus disalib juga, kata suster saya, saya kurang beriman karena mempertanyakan hal-hal yang di luar jangkauan pemikiran manusia,” kenang Tere yang sejak saat itu tak berani menanyakan hal serupa lagi.

Tere kembali dihadapkan pada nuraninya yang terusik ketika ia semakin dewasa. Tere pun mendapat kesempatan berdiskusi dengan temannya.

“Ketika saya sedang berdiskusi dengan teman saya soal eksistensi siapa Tuhan dan pemilik alam semesta ini, mereka menjawab Allah. Rupanya Yesus juga dia akui dalam Islam bukan sebagai Allah, tapi sebagai Nabi," kata Tere.

Annisa Theresia Ebenna Ezeria atau Tere. (Instagram/teretorial)
Annisa Theresia Ebenna Ezeria atau Tere. (Instagram/teretorial)

Itulah momen yang mengawali kisah mualaf Tere. Ia pun memulai riset untuk mencari tahu Yesus dalam ajaran Agama Islam.

Singkat cerita, Tere mengucap dua kalimat syahadat pada tanggal 2 September 2000. Sejak itu, Tere mengatakan bahwa ia tak henti merasa bersyukur. Setelah belajar membaca Al Qur’an, Tere merasakan begitu banyak petunjuk yang ia dapatkan lagi.

Banyak pelajaran yang didapatkan Tere ketika melakukan itikaf di masjid pada bulan Ramadan. Saat mempelajari dan memperdalam Islam, Tere semakin mengetahui banyak hal. Sampai akhirnya Tere memutuskan untuk menutup auratnya dan menggunakan hijab secara syari.

Tere memutuskan untuk menutup aurat secara kafah pada 6 Januari 2017. Ia mengatakan bahwa sejak mengenakan hijab, ia mendapatkan banyak hidayah.

Tak lupa, Tere meminta doa dari masyarakat agar istikomah.

Kini, setelah 10 tahun hijrah, Tere sibuk berdakwah dan membangun komunitas muslim yang membantu para mualaf untuk hijrah dan belajar mengaji.

Berita Terkait

Berita Terkini

Live Report