Seleb

Irwansyah Diduga Menggelapkan Uang Bisnis, Medina Zein Alami Kerugian 2 M

Sementara ini, Medina Zein mengaku mengalami kerugian hingga 2 miliar.

Linda Rahmadanti

Medina Zein (Instagram @medinazein)
Medina Zein (Instagram @medinazein)

Matamata.com - Hubungan bisnis antara Medina Zein dan Irwansyah kini sedang memanas. Pasalnya, Medina Zein memilih untuk melaporkan Irwansyah ke polisi.

Hal ini bermula dari bisnis kue 'Bandung Makuta' yang digeluti oleh keduanya.

"Medina menginvestasikan uangnya ke Bandung Makuta. Medina nggak banyak mengontrol atas dasar kepercayaanlah," ungkap Lukman Azhari.

Namun kepercayaan Medina Zein nampaknya tak dijaga dengan baik. Banyak ditemukan kecurigaan-kecurigaan dalam bisnis tersebut.

Zaskia Sungkar dan Irwansyah (Tangkapan layar YouTube channel The Sungkar Family)
Zaskia Sungkar dan Irwansyah (Tangkapan layar YouTube channel The Sungkar Family)

Oleh sebab itulah, Medina Zein akhirnya melaporkan Irwansyah ke polisi. Apalagi berdasarkan data yang diperoleh saat ini, ia mengaku mengalami kerugian sebanyak 2 miliar.

"Tapi ternyata karena ada dugaan - dugaan dan kecurigaan-kecurigaan dan profitnya menurun, kita menemukan dana keluar tanpa sepengetahuan dan melawan hukum hampir 2 miliar," ujar Lukman Azhari.

Medina sendiri awalnya tak langsung percaya, ia mencoba menggali informasi dari karyawan-karyawannya.

"Emang sesepi itu dan bener-bener nggak ada profit? Ternyata penjualan masih oke dan setelah aku komunikasikan ke Irwansyah 'Ya lu kan tahu profit kue kan 7%'. Menurutku bisnis kalau profitnya dibawah 10% itu yayasan namanya," ujar Medina Zein kepada awak media.

Lama menggeluti bidang bisnis, Medina Zein sendiri tak langsung percaya. Ia kemudian bertanya kepada rekan bisnisnya yang bergelut di bidang kuliner.

Bahkan kekagetan Medina Zein semakin menjadi tatkala perusahaan mendapatkan surat dari kantor pajak.

"Disitu mulai curiga dan udah nggak ada pembagian hasil. Terus perusahaan juga dapat surat dari pajak. Aku kaget," papar Media Zein.

Lebih lanjut Medina Zein menegaskan bahwa jumlah kerugian senilai 2 miliar ini belum real. Masih perlu dilakukan audit resmi.

"Itu harus diaudit dulu belum tahu kerugian resminya berapa, sementara 2 miliar," paparnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Live Report