matamata.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT). Kali ini, lembaga antirasuah tersebut menangkap Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, dalam operasi yang menjadi penindakan ke-16 sepanjang tahun 2026.
"Benar," kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto singkat saat dikonfirmasi jurnalis di Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK kini memiliki waktu 1x24 jam untuk memeriksa dan menentukan status hukum dari pihak-pihak yang terjaring dalam OTT tersebut. Hingga saat ini, KPK belum memerinci detail kasus maupun barang bukti yang diamankan dalam operasi tersebut.
Penangkapan Bupati Sukoharjo ini menambah panjang daftar pejabat publik yang terjerat operasi senyap KPK sejak awal tahun. Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah rentetan OTT KPK selama periode Januari hingga Juli 2026:
- Januari: OTT pertama menyasar dugaan suap pemeriksaan pajak di KPP Madya Jakarta Utara (8 orang ditangkap). OTT kedua menciduk Wali Kota Madiun Maidi, disusul OTT ketiga yang menangkap Bupati Pati Sudewo.
- Februari: KPK menangkap Kepala KPP Madya Banjarmasin (OTT ke-4) dan Kepala Kanwil Bea Cukai Sumatra Bagian Barat, Rizal (OTT ke-5). Lembaga antirasuah ini juga menjaring Ketua PN Depok I Wayan Eka Mariarta serta Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan (OTT ke-6).
- Maret: Tiga kepala daerah ditangkap dalam operasi terpisah, yakni Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, dan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman.
- April: KPK menangkap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo (OTT ke-10). Sementara itu, pada bulan Mei tercatat nihil penindakan OTT.
- Juni: Aktivitas penindakan kembali melonjak. Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim menyerahkan diri pasca-OTT. Selanjutnya, KPK menangkap Bupati Muara Enim Edison (OTT ke-12), ASN Badan Pemeriksa Keuangan (OTT ke-13), dan Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby yang juga menyerahkan diri (OTT ke-14).
- Juli: Sebelum membekuk Bupati Sukoharjo, KPK lebih dulu menangkap Bupati Langkat Syah Afandin alias Ondim dalam OTT ke-15.
Saat ini, publik masih menunggu keterangan resmi dari KPK mengenai konstruksi perkara yang menjerat Etik Suryani beserta detail pihak lain yang ikut diamankan di Sukoharjo. (Antara)