Menko Pangan: Pilah Sampah dari Rumah Jadi Kunci Sukses PSEL Bali
matamata.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa pemilahan sampah sejak dari sumber merupakan kunci utama agar pengelolaan sampah berkelanjutan dapat berjalan efektif. Hal ini termasuk dalam mendukung optimalisasi fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).
Pria yang akrab disapa Zulhas ini menyatakan, kecanggihan teknologi pengolahan sampah tidak akan membuahkan hasil maksimal tanpa adanya perubahan perilaku masyarakat dalam memperlakukan sampah rumah tangga mereka.
“Pilah sampah bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Jika sampah dipilah sejak dari rumah, sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos atau pakan ternak. Sementara itu, sampah anorganik dapat didaur ulang maupun diolah menjadi energi,” ujar Zulhas melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (8/7).
Pernyataan tersebut disampaikan Zulhas saat memimpin Deklarasi Gerakan Pilah Sampah se-Bali dalam acara Apel Siaga Pilah Sampah Bali di Lapangan Puputan Margarana, Denpasar, Selasa (7/7). Gerakan ini merupakan bagian dari akselerasi Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Zulhas menambahkan, pemilahan dari hulu akan menjadi fondasi penting untuk memperkuat tata kelola sampah di Bali, khususnya dalam menyuplai kebutuhan fasilitas PSEL hulu-hilir yang sedang dikembangkan pemerintah.
Saat ini, pemerintah terus memacu percepatan penyelesaian persoalan lingkungan di Pulau Dewata. Fokus utamanya meliputi penanganan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Suwung serta pembangunan infrastruktur PSEL Denpasar Raya.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Bali, volume sampah di wilayah tersebut mencapai 3.400 ton per hari, dengan Kota Denpasar sebagai penyumbang terbesar mecapai 1.000 ton per hari.
Untuk mengatasi hal tersebut, fasilitas PSEL Denpasar Raya yang dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 1.200 ton sampah per hari ditargetkan mulai beroperasi pada 2027. Proyek ini diharapkan mampu memangkas timbulan sampah secara signifikan sekaligus memproduksi energi bersih.
Kendati infrastruktur terus digenjot, Zulhas kembali mengingatkan bahwa peran aktif publik tetap menjadi penentu. “Inilah kunci agar pengelolaan sampah berjalan efektif,” tuturnya.
Ia juga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi Bali yang telah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) terkait pemilahan sampah berbasis sumber. Namun, Zulhas mengingatkan bahwa regulasi tersebut membutuhkan pengawasan ketat dan pendampingan yang konsisten di lapangan agar menjadi kebiasaan baru di masyarakat.
Agenda apel siaga ini turut dihadiri oleh Gubernur Bali I Wayan Koster, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bali, perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, serta jajaran bupati dan wali kota se-Bali.
Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah juga menyerahkan penghargaan kepada 10 desa dan desa adat di Bali yang dinilai sukses mengimplementasikan pengelolaan sampah berbasis sumber. Penghargaan ini diharapkan mampu memicu desa-desa lain untuk membangun ekosistem ekonomi sirkular yang berkelanjutan. (Antara)