Hendropriyono Ingatkan Masyarakat Waspadai Provokasi dan Upaya Adu Domba

Mantan Kepala BIN A.M. Hendropriyono meminta masyarakat waspada terhadap hoaks dan adu domba. Ia juga membantah terlibat gerakan gulingkan pemerintah.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:15 WIB
Hendropriyono Ingatkan Masyarakat Waspadai Provokasi dan Upaya Adu Domba

Hendropriyono Ingatkan Masyarakat Waspadai Provokasi dan Upaya Adu Domba

matamata.com - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal TNI (Purn.) A.M. Hendropriyono, mengingatkan seluruh elemen bangsa untuk mewaspadai upaya adu domba dari pihak-pihak tertentu. Guru besar intelijen tersebut menyoroti situasi terkini yang marak dengan penyebaran informasi palsu, hoaks, dan provokasi di tengah masyarakat.

"Kita semua perlu waspada terhadap berbagai informasi yang tidak benar, apalagi fitnah, hoaks, dan provokasi yang sengaja disebarkan untuk mengadu domba sesama anak bangsa," ujar Hendropriyono dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (19/6).

Hendropriyono menjelaskan, sejarah telah membuktikan bahwa perpecahan bangsa sering kali dipicu oleh informasi menyesatkan dan kecurigaan yang sengaja ditanamkan. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas sumber dan tujuannya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap gerakan yang mendorong kebencian, permusuhan, atau tindakan inkonstitusional yang mengancam pemerintahan yang sah. Menurutnya, dalam kondisi saat ini, mengedepankan akal sehat, tabayun (konfirmasi), dan penghormatan terhadap hukum sangatlah penting.

"Persatuan bangsa, ketertiban konstitusi, dan keselamatan negara harus selalu ditempatkan di atas kepentingan golongan maupun ambisi politik sesaat," tegas jenderal penerima Bintang Republik Indonesia dari Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Hendropriyono menanggapi dengan tegas beredarnya tuduhan yang mengaitkan dirinya di balik gerakan yang mengkritik keras pemerintah.

"Saya menegaskan bahwa saya dan orang-orang yang dekat dengan saya tidak terlibat, tidak mendukung, dan tidak pernah memerintahkan siapa pun untuk melakukan kegiatan yang bertujuan menggulingkan pemerintahan yang sah," kata Hendropriyono.

Ia menekankan bahwa penyampaian pendapat di muka umum dalam negara demokrasi adalah hal wajar, namun harus tetap berada dalam koridor hukum. Segala tuduhan yang menyebut dirinya memiliki agenda menggulingkan pemerintah tanpa bukti yang sah dipastikannya sebagai hoaks dan fitnah.

Sebagai sosok yang telah lama mengabdi pada negara, Hendropriyono menyatakan prinsipnya tidak pernah berubah sejak dulu hingga masa purnawirawan saat ini, yaitu memegang teguh Sumpah Prajurit untuk menjaga stabilitas nasional.

"Prinsip saya tetap sama, menjaga keutuhan NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan stabilitas nasional. Saya tidak pernah dan tidak akan berada di belakang demonstrasi apa pun untuk menggulingkan pemerintah," pungkasnya. (Antara)

Baca Juga: Vino G. Bastian Ungkap Film 'Tanah Runtuh', Berdayakan Pemain Down Syndrome

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kemenhut mendeteksi 1.532 titik panas karhutla per 20 September 2026. Kalteng dan Sumsel jadi fokus utama dengan pengera...

news | 14:30 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman menggandeng 44 bupati dan menyiapkan lahan 2 juta hektare untuk mempercepat pengembangan kawa...

news | 15:20 WIB

Kemendag memprediksi realisasi DMO Minyakita September 2026 naik seiring peningkatan ekspor CPO. Distribusi ke Indonesia...

news | 13:53 WIB

Menkeu Suahasil Nazara melantik pejabat Kemenkeu dan KSSK. Ia menegaskan pentingnya pemahaman perilaku wajib pajak, peng...

news | 13:15 WIB

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memaparkan strategi penanganan macet dan banjir Jakarta saat bertemu Wali Kota New Yo...

news | 12:15 WIB