Prabowo Targetkan Dana Penyelamatan Negara Rp10 Triliun untuk Perbaikan Puskesmas dan Sekolah

Presiden Prabowo Subianto menegaskan dana penyelamatan negara Rp10,27 triliun akan dialokasikan langsung untuk merenovasi 5.000 puskesmas dan sekolah rusak.

Elara | MataMata.com
Rabu, 13 Mei 2026 | 18:18 WIB
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan pada kegiatan penyerahan denda administratif dan lahan kawasan hutan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5/2026). Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menyerahkan uang Rp10,27 triliun ke kas negara dari hasil pengaihan denda administratif di bidang kehutanan senilai Rp3,42 triliun, hasil pajak PBB dan non PBB hasil pengawasan Satgas PKH senilai Rp6,84 triliun serta 2,37 juta hektare lahan kawasan hutan yang telah berhasil dikuasai kembali ke negara. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/tom.

Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan pada kegiatan penyerahan denda administratif dan lahan kawasan hutan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5/2026). Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menyerahkan uang Rp10,27 triliun ke kas negara dari hasil pengaihan denda administratif di bidang kehutanan senilai Rp3,42 triliun, hasil pajak PBB dan non PBB hasil pengawasan Satgas PKH senilai Rp6,84 triliun serta 2,37 juta hektare lahan kawasan hutan yang telah berhasil dikuasai kembali ke negara. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/tom.

Matamata.com - Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa penerimaan negara sebesar Rp10,27 triliun dari hasil denda administrasi dan penyelamatan keuangan negara akan dialokasikan untuk memperbaiki fasilitas publik. Salah satu prioritas utamanya adalah merenovasi sekitar 5.000 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di seluruh Indonesia.

Hal itu disampaikan Presiden dalam acara penyerahan hasil penertiban denda administrasi dan penyelamatan keuangan negara di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Prabowo mengungkapkan, dirinya telah menerima laporan dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin terkait kondisi fasilitas kesehatan di daerah. Berdasarkan laporan tersebut, sekitar 10.000 puskesmas di Indonesia tercatat belum pernah mendapatkan perbaikan dalam 30 tahun terakhir.

"Saya tanya (ke Menkes), 'Kau butuh uang berapa untuk perbaiki 10 ribu puskesmas?' Kira-kira satu puskesmas butuh Rp2 miliar. Jadi, kita butuh kurang lebih Rp20 triliun. Sebenarnya, hari ini artinya kita bisa selesaikan 5.000 puskesmas dengan Rp10 triliun yang ada," ujar Prabowo.

Selain dana yang sudah ada saat ini, Kepala Negara optimistis perbaikan fasilitas publik bisa berjalan lebih masif. Bulan depan, pemerintah memproyeksikan tambahan penerimaan negara sebesar Rp10 triliun dari Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) dan Rp39 triliun dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Jika tambahan dana sebesar Rp49 triliun tersebut terealisasi, Prabowo memastikan seluruh puskesmas yang rusak di Indonesia dapat segera diperbaiki. Tak hanya sektor kesehatan, anggaran tersebut juga akan dialihkan untuk merenovasi sekolah-sekolah yang kondisinya memprihatinkan.

"Kalau bulan depan benar masuk Rp10 triliun lagi dari Satgas, plus Rp39 triliun dari PPATK, berarti ada Rp49 triliun. Itu berarti semua puskesmas dengan mudah kita perbaiki, dan sekolah-sekolah yang rusak bisa segera kita renovasi," tuturnya.

Terkait sektor pendidikan, Prabowo membeberkan bahwa pemerintah terus menggenjot perbaikan infrastruktur sekolah secara bertahap. Melalui APBN tahun lalu, pemerintah telah memperbaiki 17.000 sekolah. Sementara tahun ini, target perbaikan menyasar 70.000 sekolah.

Pemerintah juga membidik target ambisius untuk dua tahun ke depan, yakni merenovasi masing-masing 100.000 sekolah per tahun, termasuk madrasah di berbagai wilayah.

Menurut Presiden, langkah masif ini bisa terwujud berkat komitmen kuat dalam memberantas kebocoran anggaran negara. Ia menegaskan, uang rakyat harus dikembalikan untuk kepentingan masyarakat luas.

Baca Juga: Kasus Korupsi Chromebook: Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara

"Kita perbaiki dengan uang yang kalau tidak kita selamatkan, uang tersebut akan hilang dimakan para koruptor dan para maling serta perampok tersebut," tegas Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Satgas PKH, Kejaksaan Agung, Kepolisian, TNI, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta PPATK atas sinergi dan kerja keras mereka dalam menyelamatkan kekayaan negara. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

ITDC berkomitmen menerapkan pariwisata berkelanjutan di KEK Mandalika dengan mengalokasikan 30% lahan untuk RTH dan mena...

news | 15:37 WIB

Majelis Kehormatan DPP Partai Gerindra menggelar sidang etik tertutup terhadap Anggota DPRD Jember, Achmad Syahri As Sid...

news | 15:34 WIB

Pemkot Palembang resmi memberlakukan denda maksimal Rp500 ribu dan sanksi sosial sapu jalanan bagi pembuang sampah semba...

news | 15:30 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan menargetkan pembangunan 2.000 Kampung Nelayan di Indonesia pada 2026, lengkap dengan cold st...

news | 14:28 WIB

Penebusan pupuk subsidi melonjak 36% menjadi 3,4 juta ton per Mei 2026. PT Pupuk Indonesia (Persero) siapkan strategi di...

news | 14:20 WIB

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni sebut penyelamatan uang negara Rp10,27 triliun oleh Kejagung di era Prabowo jad...

news | 14:14 WIB

Presiden Prabowo Subianto membeli sapi kurban jenis Simental seberat 1,05 ton dari peternak di Bantul, DIY seharga Rp110...

news | 14:03 WIB

Wamendag Dyah Roro Esti memperkuat kerja sama ekonomi RI-Rusia di Kazan. Nilai perdagangan naik 21,7%, targetkan ratifik...

news | 08:08 WIB

Presiden AS Donald Trump memaparkan sejarah panjang hubungan AS-China, mulai dari pengaruh Konfusius hingga kerja sama e...

news | 07:15 WIB

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono meresmikan pabrik pengolahan ikan PT BIG di Bintan. Tegaskan komitmen stop kapal luar ...

news | 06:00 WIB