Wamenhaj Coreat Enam Calon Petugas Haji karena Tak Jujur Soal Riwayat Penyakit

Wamenhaj Dahnil Anzar memulangkan 6 calon petugas haji 2026 karena tidak jujur soal riwayat penyakit TBC dan ginjal. Kesehatan petugas adalah harga mati.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 16 Januari 2026 | 07:00 WIB
Wamenhaj Coreat Enam Calon Petugas Haji karena Tak Jujur Soal Riwayat Penyakit

Wamenhaj Coreat Enam Calon Petugas Haji karena Tak Jujur Soal Riwayat Penyakit

matamata.com - Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengambil tindakan tegas dengan memulangkan enam calon petugas haji dari proses Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) di Asrama Haji Pondok Gede. Keputusan ini diambil setelah para peserta diketahui tidak jujur mengenai kondisi kesehatan mereka sejak tahap awal seleksi.

Hal tersebut disampaikan Dahnil dalam apel malam di hadapan 1.600 peserta diklat calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1447 H/2026 M di Jakarta, Kamis (15/1) malam.

"Laporan yang saya terima, sudah ada yang berguguran, setidaknya enam orang. Tiga di antaranya karena sakit," ujar Dahnil Anzar.

Wamenhaj menyoroti adanya peserta yang menyembunyikan riwayat penyakit serius yang berisiko menular atau memberatkan tim saat bertugas di Arab Saudi, seperti Tuberkulosis (TBC) dan gangguan ginjal.

"Sejak awal masuk tidak jujur menyatakan bahwa dia sakit. Misalnya TBC atau ginjal, yang justru bisa mencelakai rekan-rekan sekalian. Penyakit seperti TBC itu menular, maka kami memutuskan memulangkan dan menggugurkan haknya," tegas Dahnil.

Menurut Dahnil, menjadi petugas haji bukan sekadar kesempatan beribadah secara cuma-cuma, melainkan tugas negara yang berat. Petugas dituntut memiliki kondisi fisik prima (istitha’ah) agar mampu bekerja di bawah tekanan cuaca ekstrem dan kelelahan fisik saat melayani jemaah lansia.

Ia memperingatkan bahwa jika petugas sendiri dalam kondisi sakit, kualitas pelayanan kepada jemaah dipastikan akan terganggu. Untuk itu, standar kesehatan dan kejujuran menjadi harga mati dalam proses seleksi kali ini.

Dahnil juga mengingatkan peserta yang masih bertahan untuk menjaga kesehatan hingga diklat berakhir pada 30 Januari mendatang. Ia menekankan filosofi "satu keluarga" yang harus saling menjaga keselamatan sesama petugas.

"Kita ingin semuanya tetap sehat dan bugar untuk memastikan nanti pada bulan April dan Mei kita bisa bertugas dengan baik melayani jemaah," tutupnya. (Antara)

Baca Juga: Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

KPK menetapkan tersangka dalam kasus OTT Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini. Delapan orang diperiksa intensif dan rua...

news | 11:23 WIB

Rapat Paripurna DPR RI resmi mengesahkan RUU PFII menjadi Undang-Undang. Beleid ini mengatur kawasan bebas pajak, lembag...

news | 11:19 WIB

Dinas ESDM mencatat luas wilayah tambang berizin (IUP) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah mencapai 299,86 hektare yang dike...

news | 09:52 WIB

Polda Metro Jaya membenarkan telah menerima laporan dari PWI Pusat terhadap pengacara berinisial HP terkait dugaan tinda...

news | 09:48 WIB

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian merespons OTT KPK terhadap Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini. Ia mengi...

news | 07:30 WIB