Gattuso Kembali: Dari "Si Badak" ke Nahkoda Harapan Baru Italia

Gennaro Gattuso, mantan gelandang tangguh timnas Italia yang dikenal dengan julukan Si Badak, kini kembali membawa bendera Gli Azzurri. Hampir dua dekade setelah mengangkat trofi Piala Dunia 2006, Gattuso dipercaya menukangi tim nasional sebagai pe

Elara | MataMata.com
Senin, 16 Juni 2025 | 11:30 WIB
Gennaro Gattuso. (Foto: ist)

Gennaro Gattuso. (Foto: ist)

Matamata.com - Gennaro Gattuso, mantan gelandang tangguh timnas Italia yang dikenal dengan julukan “Si Badak”, kini kembali membawa bendera Gli Azzurri. Hampir dua dekade setelah mengangkat trofi Piala Dunia 2006, Gattuso dipercaya menukangi tim nasional sebagai pelatih kepala.

Sosok yang dulu dikenal dengan determinasi dan semangat juangnya di lapangan, kini mengemban tugas baru: membangkitkan semangat juang timnas Italia yang tengah limbung usai gagal lolos otomatis ke Piala Dunia dan tersingkir lebih awal di beberapa kompetisi besar.

Penunjukan Gattuso diumumkan FIGC pada Minggu (15/6), tanpa rincian kontrak, namun dengan mandat yang jelas: mengembalikan martabat sepak bola negeri para maestro.

Perjalanan dari Lapangan ke Pinggir Lapangan

Karier Gattuso sebagai pelatih tak dibangun instan. Sejak pensiun pada 2013, ia mengawalinya dari level bawah—melatih tim Swiss Sion, kemudian OFI Crete di Yunani, dan membawa Pisa promosi ke Serie B di tengah keterbatasan anggaran. Namanya kembali mencuat saat melatih AC Milan dan sukses memperbaiki atmosfer tim, meski tanpa gelar.

Puncak kariernya sejauh ini datang bersama Napoli, ketika ia mempersembahkan gelar Coppa Italia 2020. Menariknya, Gattuso kini menampilkan gaya kepelatihan yang jauh lebih taktis dibanding gaya bermainnya dulu: mengedepankan penguasaan bola, tekanan tinggi, dan permainan kolektif.

Misi Menghidupkan Kembali Nyawa Azzurri

Italia saat ini berada di persimpangan jalan. Setelah kegagalan di Piala Dunia 2018 dan hasil mengecewakan di babak kualifikasi terakhir, Azzurri membutuhkan lebih dari sekadar pelatih. Mereka butuh pemimpin yang bisa menyalakan kembali kebanggaan nasional.

Gattuso dianggap sosok yang tepat. Ia tidak hanya membawa pengalaman dan semangat, tapi juga pendekatan modern yang matang secara strategi. FIGC pun memberinya kepercayaan penuh untuk memimpin regenerasi skuad yang berisi pemain muda potensial seperti Gianluca Scamacca, Nicolo Fagioli, Sandro Tonali, hingga kiper Gianluigi Donnarumma.

Lebih dari Sekadar Taktik

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Langkah Implementasi Pendidikan Gratis dari SD hingga SMA Usai Putusan MK

Dalam era sepak bola yang semakin dikuasai angka dan algoritma, Gattuso hadir sebagai sosok yang mengedepankan emosi, harga diri, dan semangat juang. Ia percaya bahwa sepak bola bukan hanya soal strategi, tapi juga soal identitas.

Ia bukan lagi "Si Badak" di lini tengah, tapi kini menjadi arsitek yang ingin membangun kembali fondasi kejayaan Italia. Bagi Gattuso, ini bukan sekadar pekerjaan. Ini adalah misinya. Karena bagi dirinya, sepak bola adalah hidup. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Mentan Andi Amran Sulaiman dukung penuh pakan ayam probiotik inovasi IPB. Siap bawa ke Presiden Prabowo jika mampu pacu ...

news | 11:39 WIB

Waketum PAN Saleh Daulay mengajak Jusuf Kalla untuk berdialog langsung dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana guna m...

news | 09:15 WIB

Menteri PU Dody Hanggodo memutuskan ASN Kementerian PU tidak menerapkan WFH. Fokus pada penanganan bencana di Sumatera m...

news | 08:15 WIB

Ekonom Universitas Paramadina memprediksi ekonomi Indonesia 2026 tumbuh di atas proyeksi Bank Dunia (4,7%), meski sulit ...

news | 07:00 WIB

Untuk naskah berikutnya, tambahkan sedikit info mengenai kondisi fisik pemain atau apakah ada pemain yang absen karena a...

news | 06:00 WIB

Peneliti BRIN kembangkan teknologi DBD Plasma untuk produksi amonia (pupuk nitrogen) yang lebih ramah lingkungan, hemat ...

news | 14:00 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah investasi jangka panjang untuk mencetak ...

news | 13:27 WIB

KPK tegaskan pemeriksaan saksi dan layanan publik seperti LHKPN tetap berjalan normal meski kebijakan WFH nasional setia...

news | 13:23 WIB

Menag Nasaruddin Umar resmi menerapkan kebijakan WFH setiap Jumat bagi ASN Kemenag mulai 10 April 2026 sebagai bagian da...

news | 13:00 WIB

KPK menyerahkan aset rampasan senilai Rp3,88 miliar dari koruptor Tagop Soulisa dan Puput Tantriana ke Kementerian PU un...

news | 12:55 WIB